Tugas Perkembangan anak Usia Sekolah Dasar, Mengapa Perlu Diketahui Orang Tua dan Guru?

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Tugas perkembangan adalah hal penting yang harus diketahui oleh orang tua dan guru. Tugas perkembangan ini muncul pada setiap tahap perkembangan seseorang, sejak ia lahir hingga meninggal.

Havighurst, ahli Psikologi Perkembangan mendefinisikan tugas perkembangan sebagai tugas yang muncul pada periode perkembangan tertentu, yang keberhasilan atau kegagalan pengembangannya membawa dampak pada perkembangan anak lebih lanjut.

Jika tugas perkembangan berhasil dikembangkan, akan menimbulkan kebahagiaan pada anak, karena anak lebih diterima, dihargai oleh kelompok sosialnya, dan anak sendiri, lebih nyaman dengan dirinya sendiri.

Sedangkan jika anak gagal mengembangkan tugas perkembangannya, maka akan menimbulkan rasa rendah diri, penolakan sosial yang menimbulkan ketidak-bahagiaan pada anak. Kegagalan ini akan sekaligus menyebabkan anak terhambat dalam menjalankan tugas perkembangan pada tahap perkembangan berikutnya.

Oleh karena itu, pengetahuan mengenai tugas perkembangan ini harusnya menjadi pengetahuan yang sangat penting. Konsep ini harus diketahui oleh orang tua dan guru. Mengapa? Karena mereka adalah orang yang secara sinergis atau sendiri-sendiri paling bertanggung jawab, mengembangkan tugas perkembangan tersebut.

Baca Juga : Peran Keluarga Dalam Membangun Motivasi Anak Untuk Bertumbuh

Tugas Perkembangan Anak Usia Sekolah Dasar

Anak-anak usia sekolah dasar adalah anak  yang berada pada rentang umur 6 hingga 12 tahun. Jika pada tahap perkembangan sebelumnya, yakni ketika lahir hingga mencapai usia 6 tahun,  orang tua dapat membantu anak tersebut mengembangkan tugas perkembangannya dengan baik, maka anak akan siap menjalani pengembangan tugas perkembangan tahap anak usia sekolah dasar.

Sedangkan jika tugas perkembangan pada tahap tersebut (sejak lahir-6 tahun) belum dikembangkan, maka anak memiliki hambatan yang serius. Oleh karena itu, diperlukan tindakan koreksi secara sinergis antara orang tua dan guru.

Oleh karena itu, sekolah perlu menggali informasi tentang riwayat perkembangan anak, kondisi keluarga, kecukupan gizi, terkait semua anak. Ini diperlukan untuk menyusun rencana pengembangan pada tahap perkembangan berikutnya.

Baca Juga : Sinergi Antara Sekolah Dan Orang Tua : Belajar Dari Jepang

Berikut ini tugas perkembangan anak usia sekolah dasar menurut Havighurst.

  • Belajar untuk mengembangkan kecakapan fisik yang diperlukan untuk permainan anak, seperti sepak bola, loncat tali, berenang. Ini penting karena melalui permainan, anak belajar berbagai hal.
  • Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap diri sendiri sebaga makhluk biologis.
  • Belajar bergaul dengan teman sebaya. Ini terkait pengembangan sportivitas, menghargai orang lain, membedakan hak dan kewajiban dalam interaksi dengan teman sebaya.
  • Belajar memainkan peran pria dan wanita yang sesuai dengan jenis kelaminnya. Pria belajar menjadi pria dalam interaksi baik dengan pria maupun dengan wanita, sebaliknya juga wanita.
  • Belajar mengembangkan kecakapan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung. Membaca bukan semata-mata untuk pengenalan huruf dan kata, namun membaca untuk pemahaman teks. Juga menulis untuk mengungkapkan diri, termasuk mengungkapkan pikiran.
  • Mengembangkan konsep yang diperlukan terkait hal-hal sehari-hari.
  • Mengembangkan nurani, moralitas, dan skala nilai.
  • Mencapai kemandirian dan kebebasan pribadi.
  • Membentuk sikap positif terhadap kelompok dan lembaga sosial.

Baca Juga : Bacakan Buku Untuk Anak Sangat Bermanfaat, Orang Tua Tidak Punya Waktu?

Tantangan yang Dihadapi

Jika tugas perkembangan ini tidak dikembangkan secara maksimal pada tahap perkembangan ini, akan menjadi hambatan tersendiri bagi anak ketika memasuki tahap perkembangan berikutnya.

Di samping itu, saat ini tantangan muncul dalam pemenuhan tugas perkembangan, karena banyak perkembangan teknologi yang pengatasannya memerlukan kerja keras dan kreativitas dari orang tua dan guru.

Misalnya perkembangan teknologi mengkondisi anak untuk menjadi lebih individual dalam banyak hal seperti bermain. Permainan yang dimainkan anak sekarang lebih merupakan permainan yang individual, sehingga pengalaman interaksi dengan orang lain sangat berkurang.

Padahal melalui permainan yang bersifat kelompok, anak belajar tentang sportivitas, disiplin pada aturan main, menghargai orang lain, dan belajar mengendalikan diri menjadi berkurang. Padahal hasil belajar ini sangat diperlukan pada perkembangan tahap selanjutnya.

Oleh karena itu, sekolah diharapkan untuk mendisain kegiatan bermain secara kelompok dengan frekuensi yang lebih banyak misalnya melalui classmeeting yang mempertandingkan permainan seperti sepak bola dan permainan kelompok lain.

Baca Juga : Delapan Tanda Orang Tua Menghargai Anak Dan Dampaknya Pada Pertumbuhan Anak

Tantangan lain misalnya, terkait pengembangan kecakapan dasar membaca  dan menulis. Di satu pihak membaca dan menulis adalah aktivitas yang sangat penting, jika dikaitkan dengan pendidikan lanjutan di level pendidikan berikutnya.

Saat ini televisi dan youtube menyediakan tontonan yang sangat menarik bagi anak-anak. Oleh karena itu, mereka lebih terdorong untuk menonton daripada membaca.

Keadaan ini menyebabkan, saat ini anak-anak kehilangan daya tahan untuk membaca lebih lama. Padahal kemampuan membaca mengandaikan anak memiliki daya tahan untuk fokus lebih lama pada teks bacaan.

Oleh karena itu, orang tua dan sekolah ditantang untuk mengatasi tantangan ini. Dan mengatasi tantangan ini, memerlukan sinergi yang baik, tidak hanya antara guru dan orang tua, tetapi juga pemerintah.

Namun yang paling penting dan mendesak adalah, orang tua dan guru harus mengetahui tentang tugas perkembangan ini dan menjadikannya sebagai orientasi penting dalam pendampingan anak.

Foto:orami.co.id

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of