Jika Buah Hati Mengalami Cyber Bullying, Bagaimana Membantunya?

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Semua anak usia sekolah memiliki potensi menghadapi bullying dari teman-temannya, atau bahkan menjadi pelaku bullying kepada teman-temannya. Mengapa? Karena semua anak mau tidak mau memasuki hubungan pertemanan bahkan memerlukan hubungan pertemanan tersebut untuk pertumbuhannya

Jika pada tahun 1990-an atau tahun-tahun sebelumnya, remaja memiliki jeda, kurang lebih 18 tahun dari kemungkian menghadapi bullying dari teman-temannya. Pada tahun 2020 ini, jeda itu sudah tidak ada.

Kenapa? Karena di era teknologi informasi dan media sosial, bullying dapat terjadi melalui media sosial. Data dari sebuah penelitian terbaru yang dilansir oleh Female.com menyebutkan bahwa 1 dari 4 remaja pada awalnya telah menjadi korban bullying, yang kemudian berlanjut menjadi cyber bullying. Dan 1 dari 6 remaja terbukti melakukan cyber bullying pada temannya.

Dampak bullying bisa macam-macam, mulai dari yang ringan hingga yang fatal. Korban misalnya merasa tidak mau berangkat ke sekolah, merasa cemas ketika berangkat ke sekolah, merasa tertekan, bahkan depresi. Hanlie Muliani bahkan menampilkan data bahwa 40% peristiwa bunuh diri remaja tahun 2014-2017 terjadi karena bullying dengan jenis cyber bullying.

Baca Juga: Empat cara Mengatasi Bullying sejak Dini

Data ini menunjukan bahwa tantangan yang dihadapi oleh remaja kita dalam pertumbuhannya kian serius. Apa yang dapat Eduers lakukan jika anak sendiri mengalami cyber bullying?

Berikut ini 5 hal yang dapat Eduers lakukan jika anak mengalami cyber bullying

  1. Hindari Menyudutkan Anak

Bagi anak, menjadi korban cyber bullying tak pernah mudah. Oleh karena itu, orang tua perlu lebih mendengarkan, lebih menunjukkan empati dan menunjukkan dukungan secara moral.

Hindari menyalahkan dan menyudutkan anak. Buat agar ia merasa diri aman untuk bercerita. Rasa aman untuk bercerita adalah kunci awal yang penting untuk dapat membantu lebih lanjut.

  1. Buat Komitmen dengan Anak

Jika anak telah memiliki rasa aman dalam komunikasi dengan orang tua, minta anak untuk melaporkan setiap kali tindakan bullying  dia alami.

Hal tersebut diperlukan untuk membantu anak memberi respon yang tepat di samping agar orang tua dapat cepat membantu anak mencegah dampak bullying berlanjut ke tahap yang lebih mengkhawatirkan, seperti depresi dan berbagai akibatnya.

  1. Simpan Bukti

Ketika anak mengalami cyber bullying, minta akses pada anak untuk men-screen shoot pesan yang mengandung konten bullying tersebut.

Pesan tersebut dapat bermanfaat pada saat berkomunikasi dengan sekolah, psikolog atau pihak lain dalam rangka mengatasi masalah ini.

  1. Komunikasi dengan Kepala Sekolah, Konselor, atau Psikolog

Komunikasi dengan sekolah diperlukan karena pelaku bully adalah teman  anak kita. Selain itu, sekolah adalah pihak yang dapat membantu untuk melakukan pencegahan agar tindakan bullying tidak berulang.

Ketika mengkomunikasikan, sampaikan faktanya, bahwa telah terjadi cyber bullying. Bukan tuduhan dan permintaan pertanggung jawaban. Itu akan membuat kepala sekolah dan konselor sekolah terbantu untuk melakukan tindakan yang diperlukan terutama langkah pencegahan.

Baca Juga: Mendampingi Anak Menghadapi Pengalaman Bully

Bila perlu, minta psikolog untuk menjembatani proses komunikasi tersebut. Di Indonesia, Psikolog seperti Hanlie Muliani dari Lembaga Sahabat Orang Tua dan Anak (SOA) adalah salah satu psikolog yang kompeten dan dapat membantu.

  1. Buat Lembaga Anti Bullying

Selain mendampingi anak sendiri, dorong sekolah untuk bersama orang tua yang lain melakukan gerakan pencegahan bullying pada anak masing-masing. Ini bisa diupayakan melalui pendampingan yang baik, sehingga anak tidak menjadi pem-bully.  Selain itu, gerakan ini juga dapat membantu korban untuk keluar dari lingkaran bullying.

Caranya, melalui upaya untuk membentuk lembaga anti bullying di level sekolah, yang melibatkan semua orang tua. Dimulai dengan seminar tentang bullying sehingga orangtua memilik visi yang sama dalam gerakan tersebut.

Demikian 5 hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mencegah bullying dan dampak bullying berlanjut, sehingga anak dapat mengalami masa belajarnya di sekolah yang menumbuhkannya sebagai pribadi. (Foto: loop.ko.id)

Sebarkan Artikel Ini:

1
Leave a Reply

avatar
1 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga : Jika Buah Hati Mengalami Cyber Bullying, Bagaimana Membantunya? […]