Semakin Sibuk, Semakin Dirimu Butuh Keheningan!

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Dalam sesi interview dengan jurnalis Ezra Klein dan penulis Ta-Nehisi Coates, mereka mengatakan bahwa sebagai penulis dan pemikir serius, mereka menyarankan kita untuk memutuskan koneksi dengan dunia maya.

Hal ini disampaikan bukanlah sebagai kritik terhadap media sosial, atau kualitas literasi masyarakat, namun hal ini disampaikan untuk menunjukkan betapa perlunya keheningan bagi kita.

Menurut Coates, untuk menciptakan ide baru dan kerja yang berkualitas, kita membutuhkan keheningan, suatu hal yang langka di era modern ini.

Hal demikian dilakukan pula oleh penulis JK. Rowling, ahli biografi Walter Isaacson, dan psikiater Carl Jung. Mereka semua,  memiliki kedisiplinan untuk mengelola dan menumbuhkan kreativitas melalui periode keheningan yang dalam.

Baca Juga: Refleksi Citra Seorang Guru

Ray Dalio, Bill George, gubernur California Jerry Brown, dan senator Ohio Tim Ryan juga menyatakan bahwa keheningan adalah faktor penting bagi kesuksesan mereka.

Studi terbaru menunjukkan bahwa ketika seseorang mengambil waktu untuk diam/hening ia akan memperbaharui sistem syarafnya, mempertahankan energi, serta membuat pikirannya menjadi lebih adaptif dan responsif terhadap kompleksitas lingkungan sekitarnya.

Dalam penelitiannya, Imke Kirsten dari Duke Medical School menemukan bahwa keheningan berkaitan dengan perkembangan sel-sel baru dalam hipocampus, bagian penting otak yang berhubungan dengan kemampuan mengingat dan belajar.

Dokter Luciano Bernardi menemukan bahwa 2 menit keheningan menghasilkan stabilisasi dalam sistem kardiovaskuler serta pernafasan manusia.

Baca Juga: Berliterasi Kritis Dalam Hening Membawa Menuju Pribadi Berhikmat

Keheningan adalah istirahat mental yang akan mendorong cara pandang yang baru. Untuk berpikir sejenak tentang apa yang akan dilakukan dan dikatakan.

Menanam kesunyian di dalam keseharian, Hal Gregersen menulis dalam salah satu artikelnya di Harvard Business Review, bahwa hal ini akan meningkatkan peluang untuk menemukan ide dan informasi baru serta memahami sinyal-sinyal kelemahan yang dikirimkan tubuh.

Ketika kita terpaku terus pada agenda verbal, apa yang harus dikatakan, apa yang harus ditulis, maka sangat sulit bagi kita untuk membuat perbedaan cara pandang atau ide baru yang radikal. Kita akan sulit untuk mendengar dan memberi perhatian.

Manusia tersibukpun masih bisa mendapatkan saat-saat hening yang kontinyu. Inilah empat ide praktis untuk hal tersebut.

  1. Hadirlah di rapat lima menit lebih awal

Anda memiliki cukup waktu untuk melakukan relaksasi, meditasi atau refleksi.

  1. Waktu tenang di alam di sore hari

Anda tak perlu pergi ke alam bebas cukup berada di taman depan kantor atau taman kota. Anda dapat membersihkan pikiran dan meningkatkan kapasitas berpikir kreatif.

Baca Juga: From Fear to Freedom – Understanding Loneliness

  1. Puasa media

Anda bisa me- nonaktifkan hp, tablet, TV, laptop dll. Pokoknya anda harus terputus dari koneksi internet. Namun anda tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga melalui komunikasi yang sesungguhnya.

  1. Lakukanlah retret/meditasi

Bahkan retret pendek bisa menjadi cara ampuh untuk membangkitkan kembali intuisi. Jurnalis Andrew Sullivan mendeskripikan bahwa retret adalah detox level tertinggi. Bernafas lebih lambat, berpikir lebih rileks.

Dunia akan semakin heboh, berisik, ribut, namun ketenangan/keheningan akan selalu dibutuhkan. Diperlukan komitmen dan kreativitas untuk mewujudkannya. (Foto: kompasiana.com)

*Tulisan disadur dari Harvard Business Review

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of