Depoedu.com-Singapura adalah negara kecil dengan luas wilayah hanya sekitar 734 kilometer persegi dengan jumlah penduduk lebih dari 5,9 juta jiwa. Keterbatasan lahan menjadi salah satu tantangan terbesar dalam upaya mengelola sampahnya.
Namun negara ini berhasil mengubah tantangan tersebut menjadi keunggulan melalui sistem pengelolaan sampah yang terstruktur, berkelanjutan, yang sungguh menyelesaikan masalah. Melalui tulisan ini kita hendak mengajak pembaca belajar dari Singapura tentang cara mereka mengelola sampahnya. Berikut uraiannya.
- Prinsip utama; kurangi, gunakan kembali, dan daur ulang
Singapura menerapkan hirarki pengelolaan sampah yang jelas, yaitu mengurangi sumber sampah terlebih dahulu, baru kemudian gunakan kembali, dan mendaur ulang. Pemerintah gencar mendorong implementasi prinsip ini dalam hidup setiap warga negara sedini mungkin.
Pemerintah gencar mengedukasi masyarakat agar sadar bahwa cara terbaik menangani sampah adalah dengan tidak menghasilkan sampah secara berlebihan. Berbagai kebijakan dibuat untuk mendorong kebiasaan ini seperti peraturan pembatasan penggunaan kantong plastik dan penggunaan kantong sekali pakai.
- Memilih teknologi pembakaran sampah yang ramah lingkungan
Karena sangat terbatasnya tempat pembuangan akhir, Singapura memilih dan mengandalkan teknologi pembakaran sampah yang efisien. Sekitar 98 persen sampah yang tidak dapat didaur ulang dibakar di fasilitas insinerasi modern.
- Teknologi pembakaran sampah ini mengurangi volume sampah hingga 90 persen dan beratnya hingga 70 persen, sehingga sangat menghemat lahan ketika abunya dibuang.
- Proses ini juga menghasilkan energi listrik yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, fasilitas umum, dan industri.
- Teknologi pembakaran sampah menggunakan sistem penyaringan canggih memastikan emisi gas buang memenuhi standar lingkungan internasional, sehingga tidak menimbulkan polusi udara yang berbahaya.
- Tempat pembuangan akhir yang inovatif; Pulau Semakau
Sisa abu hasil pembakaran dan sampah yang tidak dapat diolah dibawa ke Pulau Semakau, satu-satunya tempat pembuangan akhir yang masih beroperasi hingga kini.
- Pulau ini dibangun dengan teknologi kedap air tinggi untuk mencegah pencemaran air laut di sekitarnya.
- Menariknya, hingga kini Pulau Semakau tetap menjadi kawasan yang lestari, dan menjadi habitat berbagai jenis burung, ikan, dan terumbu karang. Bahkan kini pulau ini dibuka untuk kegiatan wisata alam, wisata pendidikan dan penelitian lingkungan.
- Dengan pengelolaan yang ketat, tempat ini diperkirakan masih dapat menampung sisa sampah hingga tahun 2035 atau lebih lama jika tingkat kebiasaan daur ulang masyarakat terus ditingkatkan.
- Tingkat daur ulang dan partisipasi semua pihak
Singapura terus berupaya mencari jalan keluar untuk meningkatkan tingkat daur ulang. Meskipun tingkatnya masih terus disesuaikan dengan jenis sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga, industri dan lembaga bisnis, pemerintah terus mendorong kolaborasi antara masyarakat, industri dan lembaga pendidikan melalui upaya sebagai berikut:
Baca juga : Membaca buku vs Menonton Video : Perbandingan Cara Kerja Otak dan Dampaknya terhadap Perkembangan Otak
- Perusahan didorong untuk merancang produk yang lebih mudah didaur ulang.
- Keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat secara rutin mendapatkan sosialisasi agar memilah sampah sejak dari rumah.
- Sebagai hasilnya, sekitar 57 persen dari total sampah berhasil didaur ulang, termasuk diolah menjadi energi pada tahun 2023.
- Peraturan tegas dan kesadaran tinggi
Keberhasilan Singapura dalam pengelolaan sampahnya tidak terlepas dari penegakan hukum yang tegas. Denda yang cukup besar diberlakukan bagi siapa saja yang membuang sampah sembarangan.
Di sisi lain, masyarakat memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi karena sejak usia dini keluarga dan sekolah mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan mengupayakan kelestarian lingkungan.
Itulah uraian singkat tentang bagaimana Singapura mengelola sampahnya. Pengelolaan sampah di Singapura membuktikan bahwa keterbatasan sumberdaya dan lahan bukanlah penghalang untuk mencapai keberhasilan.
Melalui kombinasi penerapan teknologi modern, kebijakan yang terencana, kesadaran dan tanggung jawab bersama, negara ini berhasil menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungannya, sekaligus menghemat ruang yang sangat berharga.
Keberhasilan Singapura semoga menjadi inspirasi bagi pemerintah Indonesia, semua kepala daerah, untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, bersih, dan berkelanjutan.
Foto: Antara News
