Depoedu.com-Masa sekolah sudah di depan mata pada bulan Juli seperti sekarang ini, seluruh sekolah sudah mempersiapkan diri untuk menyambut tahun ajaran baru. Para guru dan staf kependidikan lain mulai sibuk sesuai jabatan dan fungsinya masing–masing di sekolah.
Segala sarana dan prasarana penunjang pembelajaran di sekolah tentu tidak ketinggalan, terutama buku–buku panduan dan buku paket untuk anak didik.
Buku apapun bentuknya merupakan salah satu elemen penting bagi kelancaran mencapai tujuan pembelajaran, terutama di kelas. Di beberapa wilayah yang masih minim akan internet akan banyak ditemukan sekolah–sekolah masih menggunakan buku cetak/fisik.
Media konvensional ini masih menjadi pilihan utama karena tidak memerlukan perangkat elektronik. Materi dalam bentuk teks, gambar dan segala sesuatu berhubungan dengan informasi materi pembelajaran menjadi satu kesatuan yang namanya buku paket pelajaran. Sekolah harus mengeluarkan biaya untuk pengadaan buku konvensional ini.
Sekolah–sekolah di kota besar maupun daerah yang sudah mendapatkan kemajuan bidang teknologi dan komunikasi sudah mulai banyak yang menggunakan digital (Literasi Digital). Hampir sama dengan buku konvensional, informasi mengenai materi pembelajaran dapat diperoleh dalam gawai.
Bukan hanya satu sumber saja, keuntungan menggunakan cara literasi digital bisa banyak sumber didapatkan oleh para anak didik. Ada juga beberapa yang sekarang berkembang dengan menyusun suatu buku digital/e-book.
Lalu pilih yang mana untuk anak didik meningkat, mempermudah dalam mencapai tujuan pembelajaran. Hal ini tentu saja harus disesuaikan dengan kondisi sekolah dan juga karakter dari peserta didik.
Buku konvensional menjadi pilihan utama bagi sekolah yang belum terjangkau kemajuan elektronik internet. Walaupun tidak praktis untuk dibawa kemana–mana, bentuk buku konvensional ini memiliki beberapa kelebihan bagi para pembacanya.
Apabila pada saat pembelajaran anak menggunakan buku konvensional akan bisa menyesuaikan kemampuan membacanya tanpa harus buru-buru “scroll” ke berikutnya.
Tata bahasa dan alinea serta penjelasan yang tersusun secara sistematis, bahwa penjelasan penting ada di halaman sebelah kiri bagian bawah. Memori akan mencatat koordinat informasi yang ada di buku. Ada “tanda” yang nyata dalam ketika menggunakan buku konvensional sehingga mudah untuk diingat.
Baca juga : Digitalisasi Pendidikan dan Kecerdasan Buatan: Membangun Generasi yang Bertumbuh Di Era Digital
Saat ketebalan buku sudah beralih ke tangan satunya maka sudah ada tanda jika materi bacaan akan selesai. Buku cetak bisa terbukti memberikan ‘peta letak’ bagi otak.
Penggunaan buku cetak juga memberikan kesempatan otak mendapatkan hambatan, karena dalam sains kognitif suatu pemahaman yang mendalam membutuhkan hambatan (friksi).
Ketika seseorang membaca sebuah buku maka akan dipaksa berhenti sejenak untuk memikirkan, memahami argumen penulis. Memberikan pengalaman sensorik tersendiri bagi para pembacanya.
Rata–rata apabila menggunakan buku cetak bisa lebih fokus, tidak mudah terdistraksi oleh notifikasi–notifikasi aplikasi ataupun iklan–iklan tertentu. Bisa fokus mencari kata kunci dengan memberikan garis bawah, warna, atau beri catatan-catatan di sisi–sisi halaman yang kosong.
Selain itu menggunakan buku cetak lebih menyehatkan atau lebih ramah mata, tidak cepat lelah dan bisa dibaca kapan saja tidak tergantung listrik serta koneksi internet.
Bagi para penggemar membaca, terutama komik atau novel menggunakan buku cetak konvensional bisa menumbuhkan hubungan emosional. Ada keterikatan emosional dengan tokoh dan karakter yang ada dalam cerita, lebih fokus memahami isi dan seolah–olah berada di dunianya mereka.
Berbeda dengan buku cetak, buku atau bahan materi informasi dengan digital yang sangat tergantung dengan listrik / baterai serta koneksi internet. Akan tetapi dari segi kepraktisan lebih unggul karena bisa dibawa ke mana–mana.
Penyimpanan juga tidak membutuhkan banyak ruang tempat. Informasi bisa dari berbagai website, blog, media sosial, serta aplikasi yang lain.
Dalam proses pembelajaran, bentuknya yang berupa softcopy mudah diakses dari berbagai jenis perangkat. Pada masa sekarang juga banyak yang dibuat dengan bahasa yang mudah dipahami dan singkat padat.
Hal ini mempermudah bagi para peserta didik dalam materi pembelajaran, memberikan efisiensi dalam kegiatan belajar yang lebih baik.
Baca juga : Apa Kabar Implementasi Pembelajaran Mendalam: Antara Teori dan Praktik di Lapangan
Kepraktisan dari buku digital tidaklah perlu diragukan lagi bentuk yang tanpa fisik sehingga cukup tersimpan dalam gawai, laptop, gadget tanpa merasa berat jika dibawa ke mana–mana.
Tidak perlu suatu tempat dan ruang khusus untuk menyimpan dan merawat jenis buku ini, semua sudah disimpan di satu perangkat. Banyak buku, sumber informasi dalam satu perangkat.
Jika dibandingkan dengan buku konvensional, buku elektronik lebih murah sehingga lebih terjangkau oleh semua kalangan. Ada juga beberapa jenis materi, teks buku yang bisa diunduh secara gratis lewat aplikasi tertentu.
Dalam buku digital ini fiturnya lebih menarik karena dilengkapi dengan berbagai aplikasi audio dan video pendukung materi.
Material dalam buku elektronik yang menggunakan teknologi bisa lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan buku konvensional. Lebih ramah karena tidak membutuhkan kertas, tinta, dan mesin percetakan.
Banyak para pelajar sekarang ini yang kesulitan untuk mengidentifikasi gagasan utama dan gagal menemukan informasi tersirat yang kemudian menghubungkannya dengan pengetahuan umum.
Ketika membaca buku cetak memberikan ruang gerak sensorik yang teratur pada mata mulai dari kiri ke kanan kemudian turun ke baris berikutnya dengan teratur. Membaca buku cetak memberikan area otak untuk bekerja memproses, mempertimbangkan argumentasi dan membentuk simpati-empati.
Pola seperti ini memang lambat jika dibandingkan dengan membaca di gawai yang secara tidak sengaja mengikuti kecanggihan dengan memindai cepat (skimming). Pola ini bisa cepat selesai membaca akan tetapi memotong kapasitas otak membaca mendalam.
Sebuah pilihan apakah dengan platform digital dengan kecanggihan teknologi modern atau dengan cara konvensional, dengan buku cetak.
