PPKn dan Pendidikan Agama Dilebur Jadi Satu Mata Pelajaran. Apa Penjelasan Mentri Pendidikan?

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com- Pekan yang lalu, beredar rumor bahwa pemerintah, dalam rangka penyederhanaan kurikulum, akan melakukan peleburan beberapa mata pelajaran. Peleburan tersebut akan diberlakukan pada jenjang pendidikan dasar. Seperti dilansir oleh CNN Indonesia, kabar tersebut mulanya beredar di media sosial dan pesan singkat.

Pada paparan yang beredar tersebut, diyatakan bahwa Pelajaran PPKn akan dilebur dengan Mata Pelajaran Agama, menjadi Pendidikan Agama, Kepercayaan, dan Nilai-nilai Pancasila. Di samping itu, Bidang studi IPA dan IPS di SD akan digabung menjadi Mata Pelajaran Sains Dasar.

Kabar peleburan Mata pelajaran PPKn dengan Pendidikan Agama kemudian ditanggapi berbagai kalangan, hingga menjadi viral di media sosial. Di antaranya berasal dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, juga dari beberapa anggota DPR.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abas misalnya menyatakan tidak setuju penyatuan Pendidikan Agama, PPKn, dan kepercayaan tersebut. “Saya tidak setuju 1000%. Apa alasannya untuk menyatukan mata pelajaran tersebut?” kata Anwar Abas.

Pendaftaran Online  melalui link berikutSMA Surya Mandala dan SMK Surya Mandala – Untuk Informasi lengkap  –> Sekolah Surya Mandala

Ia menyatakan, jika rumor ini benar, ini adalah upaya pendangkalan ajaran agama dan upaya sekularisasi. ”Jika rumor ini benar, maka berarti pendangkalan agama dan sekularisasi itu benar-benar mereka lakukan secara nyata dan sistematis”, jelas Anwar Abas, yang juga Sekjend Majelis Ulama Indonesia tersebut.

Baca Juga : Pelajaran Penting Dari Sekolah Santa Laurensia

Dari pimpinan Nahdatul Ulama juga muncul penolakan senada, seperti ditegaskan oleh Pimpinan lembaga Pendidikan Maarif PBNU, K.H. Arifin Junaidi.

“Kami sudah membicarakannya, dan akan segera menyikapinya, namun masih dalam pembicaraan internal. Tetapi intinya kami menolak”, tegas Arifin Junaidi, seperti dilansir oleh Media Indonesia.

Di samping itu, dari DPR RI pun muncul penolakan yang sama. Anggota Komisi X DPR RI Prof. Zainuddin Maliki mengingatkan agar Kemendikbud berhati-hati dalam membahas masalah ini.

Menurut mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya tersebut, ide penggabungan Pelajaran PPKn dan Pendidikan Agama tersebut tidak kontekstual dan ahistoris. Menurut politisi PAN ini, pemikiran tersebut pun tidak memiliki akar budaya Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang religius.

Tanggapan Kementerian Pendidikan

Menanggapi ramainya silang pendapat tentang rumor peleburan dua bidang studi tersebut, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, dan Menteri Pendidikan pun angkat bicara. Mereka menegaskan bahwa tidak ada rencana Kemendikbud melebur Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan PPKn tersebut.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Totok Suprayitno menegaskan bahwa tidak ada rencana peleburan Mata Pelajaran Pendidikan Agama dengan PPKn, seperti rumor di media sosial tersebut.

Menurutnya, Kemendikbud memang terus melakukan kajian terkait penyederhanaan kurikulum, tetapi belum ada keputusan apapun. ”Bahan diskusi terakhir yang disampaikan kepada saya adalah susunan kelompok mata pelajaran tidak digabung seperti itu, tetapi tetap berdiri sendiri, seperti berlaku selama ini”, tegas Totok, seperti dikutip JPNN.com.

Baca Juga : Dua Guru Flores Timur Menerima ‘Anugerah Guru Indonesia’ 2019

Hal yang sama ditegaskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam rapat kerja daring dengan anggota Komisi X DPR RI.

“Ini sekedar penegasan saja bahwa tidak ada keputusan maupun rencana untuk peleburan Mata Pelajaran Agama dengan pelajaran lainnya”, kata Nadiem Makarim dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR secara virtual hari Kamis yang lalu.

Menanggapi penegasan Nadiem Makarim tersebut, anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Maliki menilai, penjelasan pihak Kementrian Pendidikan ini melegakan. Ia mengapresiasi sikap tanggap Kemendikbud tersebut.

Menelusuri Asal Rumor

Menurut Totok Suprayitno, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, rumor yang diramaikan itu berasal dari bahan diskusi awal internal di antara tim kerja kurikulum.

Paparan dalam FGD tersebut memang mengatakan bahwa Pelajaran PPKn bakal dilebur dengan Mata Pelajaran Pendidikan Agama, Kepercayaan, dan Nilai-nilai Pancasila. Kemudian IPA dan IPS digabung menjadi Sains Dasar.

Sebagai hasil kajian litbang, harusnya itu menjadi hal yang biasa. Pada saat yang lalu, ada sangat banyak hasil kajian litbang, yang pada akhirnya tidak menjadi keputusan politik.

Baca Juga : Empat Prinsip Pembelajaran Abad 21

Yang terjadi sekarang adalah, hasil kajian litbang “digoreng” oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan politik, dan dilempar ke publik seolah-olah telah menjadi keputusan politik.

Ini adalah cara-cara lama yang dimainkan kembali untuk tujuan politik yang tidak bertanggung jawab. Mudah-mudahan masyarakat pada umumnya, dan masyarakat pendidikan semakin cerdas, sehingga tidak jadi mainan para politisi hitam.

Foto : gesuri.id

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of