Empat Prinsip Pembelajaran Abad 21

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Kurikulum 2013 diarahkan untuk membekali siswa dengan sejumlah kompetensi yang dibutuhkan menyongsong abad 21. Beberapa kompetensi penting yang dibutuhkan pada abad 21 yaitu: (1) critical thinking, (2) creativity (3) collaboration dan (4) communication. Kompetensi-kompetensi ini dikenal dengan akronim 4C. Oleh karena itu, guru perlu memahami beberapa prinsip pokok pembelajaran Abad 21 di bawah ini agar siswa dapat mencapai kompetensi 4C.

  1. Instruction should be student-centered.

Pengembangan pembelajaran seyogyanya menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pada tataran ini, siswa ditempatkan sebagai subyek pembelajaran yang secara aktif mengembangkan minat dan potensi yang dimilikinya. Oleh karen aitu, siswa tidak lagi dituntut untuk mendengarkan dan menghafal materi pelajaran yang diberikan guru, tetapi berupaya mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, sesuai dengan kapasitas dan tingkat perkembangan berfikirnya, sambil diajak berkontribusi untuk memecahkan masalah-masalah nyata yang terjadi di masyarakat.

  1. Education should be collaborative.

Siswa perlu dibelajarkan agar mampu berkolaborasi dengan orang lain. Berkolaborasi dengan orang-orang yang berbeda dalam latar budaya dan nilai-nilai yang dianutnya. Saat menggali informasi dan membangun makna, siswa mesti didorong untuk bisa berkolaborasi dengan teman-teman di kelasnya. Dalam mengerjakan suatu proyek, siswa perlu dibelajarkan bagaimana menghargai kekuatan dan talenta setiap orang serta bagaimana mengambil peran dan menyesuaikan diri secara tepat dengan mereka.

  1. Learning should have context.

Pembelajaran tidak akan banyak berarti jika tidak memberi dampak terhadap kehidupan siswa di luar sekolah. Oleh karena itu, materi pelajaran perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Guru mengembangkan metode pembelajaran yang memungkinkan siswa terhubung dengan dunia nyata (real word). Guru membantu siswa agar dapat menemukan nilai, makna dan keyakinan atas apa yang sedang dipelajarinya serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehariharinya.

  1. Schools should be integrated with society.

Dalam upaya mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab, sekolah seyogyanya dapat memfasilitasi siswa untuk terlibat dalam lingkungan sosialnya. Misalnya, mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat, dimana siswa dapat belajar mengambil peran dan melakukan aktivitas tertentu dalam lingkungan sosial. Siswa dapat dilibatkan dalam berbagai pengembangan program yang ada di masyarakat, seperti: program kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan sebagainya. Di samping itu, siswa perlu diajak pula mengunjungi panti-panti asuhan untuk melatih kepekaan empati dan kepedulian sosialnya.

Menurut Rohim, Bima dan Julian (UNY, 2016) untuk mampu mengembangkan pembelajaran abad 21, beberapa hal penting untuk diperhatikan yaitu:

  1. Tugas Utama Guru adalah Perencana Sekaligus Fasilitator dan Pengelola Kelas.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran haruslah baik dan detil serta mampu menjelaskan semua proses yang akan terjadi dalam kelas termasuk penilaian dan target yang ingin dicapai. Dalam menyusun RPP, penting untuk mengombinasikan antara target yang diminta dalam kurikulum nasional, pengembangan kecakapan abad 21 atau karakter nasional serta pemanfaatan teknologi dalam kelas.

  1. Masukkan unsur Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking).

Teknologi dalam hal ini internet akan sangat memudahkan siswa untuk memperoleh informasi dan jawaban dari persoalan yang disampaikan oleh guru. Untuk permasalahan yang bersifat pengetahuan dan pemahaman bisa dicari solusinya dengan sangat mudah dan ada
kecenderungan bahwa siswa hanya menjadi pengumpul informasi. Guru harus mampu memberikan tugas di tingkat aplikasi, analisa, evaluasi dan kreasi, hal ini akan mendorong siswa untuk berpikir kritis dan membaca informasi yang mereka kumpulkan sebelum menyelasikan tugas dari guru.

  1. Penerapan pola pendekatan dan model pembelajaran yang bervariasi

Beberapa pendekatan pembelajaran seperti pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), pembelajaran berbasis keingintahuan (Inquiry Based Learning) serta model pembelajaran silang (jigsaw) maupun model kelas terbalik (Flipped Classroom) dapat diterapkan oleh guru untuk memperkaya pengalaman belajar siswa (Learning Experience). Satu hal yang perlu dipahami bahwa siswa harus mengerti dan memahami hubungan antara ilmu yang dipelajari di sekolah dengan kehidupan nyata, siswa harus mampu menerapkan ilmunya untuk mencari solusi permasalahan dalam kehidupan nyata.

  1. Integrasi Teknologi Sekolah

Siswa dan guru perlu mempunyai akses teknologi yang baik sehingga mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Siswa harus terbiasa bekerja dengan teknologi seperti layaknya orang yang bekerja. Namun, yang harus diingat bahwasannya teknologi tidak akan menjadi alat bantu yang baik dan kuat apabila pola pembelajarannya masih tradisional. (Foto: ahmadsudrajad.wordpress.com)

Sebarkan Artikel Ini:

1
Leave a Reply

avatar
1 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga : Empat Prinsip Pembelajaran Abad 21 […]