Depoedu.com-Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flores Timur terus berkomitmen mendukung transformasi pendidikan di daerah.
Komitmen ini ditunjukkan melalui kunjungan kerja Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Sergius Okri Damatu Kelen, S.Pd., M.Pd., ke SMPK St. Isidorus Lewotala.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau langsung pelaksanaan kegiatan kokurikuler tenun ikat yang tengah digalakkan oleh pihak sekolah.
Projek tenun ikat ini dikemas secara apik melalui kegiatan kokurikuler, sebagai wujud nyata dari komitmen SMPK St. Isidorus Lewotala menjadi sekolah berbasis projek.
Baca juga : Rayakan Karya, SMART Concert sebagai Project Tarakanita Blok Pulo Raya Berlangsung Secara Meriah
Melalui program kokurikuler yang terstruktur ini, pihak sekolah berupaya memperkuat dan memperdalam pemahaman materi intrakurikuler siswa dengan mengangkat kearifan lokal.
Sekolah tidak hanya mengajarkan teori di dalam kelas, tetapi juga langsung membekali peserta didik dengan keterampilan hidup yang berakar pada budaya leluhur Lamaholot.
Suasana kunjungan terasa hangat saat Sergius Okri Damatu Kelen menyempatkan diri duduk bersama untuk memantau proses menenun sekaligus bercerita dengan para narasumber, yaitu para penenun lokal yang dihadirkan sekolah.
Dalam dialog akrab tersebut, para narasumber membagikan kisah tentang filosofi di balik selembar kain, makna setiap motif tradisional, hingga tantangan dalam mewariskan keahlian ini kepada generasi muda melalui jalur pendidikan formal.
Baca juga : Pendidikan sebagai media Gerakan “Bangkit” mencapai Kemajuan Bangsa dan Negara
Sergius memberikan apresiasi yang tinggi atas inovasi sekolah dalam menyusun kegiatan kokurikuler ini, serta dedikasi para narasumber. Beliau menegaskan bahwa kehadiran Dinas PKO merupakan bentuk dukungan penuh terhadap proses pembelajaran yang berpusat pada murid.
Melalui interaksi langsung dengan maestro lokal dalam jam kokurikuler, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih mendalam, bermakna, dan kontekstual.
Kegiatan kokurikuler tenun ikat ini adalah ruang belajar yang luar biasa. Ia mempertemukan kreativitas, ketekunan, dan literasi budaya. Kisah dan ilmu dari para narasumber sangat berharga untuk membentuk karakter, kemandirian, dan rasa cinta siswa terhadap identitas daerah.
Kunjungan ini diharapkan dapat memotivasi SMPK St. Isidorus Lewotala untuk terus konsisten mengembangkan kegiatan kokurikuler berbasis potensi lokal, sekaligus menginspirasi sekolah lain di Flores Timur dalam menciptakan ekosistem belajar yang kreatif dan adaptif.
