Arduino dalam Genggaman: Inovasi Kecil untuk Dampak Besar di SMA Tarakanita Magelang

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Dewasa ini perkembangan teknologi terjadi begitu cepat. Banyak kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi saat ini. Untuk menghadapi perkembangan teknologi ini, murid diharapkan tidak hanya memahami materi pelajaran secara teori, tetapi memiliki kemampuan untuk mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu kegiatan untuk mengembangkan keterampilan murid dalam bidang teknologi di SMA Tarakanita Magelang adalah dengan melaksanakan kegiatan kokurikuler bagi kelas XI dengan tema “Arduino dalam Genggaman–Inovasi Kecil untuk Dampak Besar”. 

Kegiatan kokurikuler ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah melalui praktik pembuatan proyek berbasis teknologi.

Kegiatan kokurikuler ini dilaksanakan setiap hari Kamis sebanyak 8 kali pertemuan dengan durasi setiap pertemuannya adalah 4 jp, dari bulan Maret hingga Mei 2026. 

Dalam kegiatan kokurikuler ini, SMA Tarakanita berkolaborasi dengan Tim STEAM Learning Center Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang melibatkan 2 dosen dan 2 mahasiswa yang tergabung dalam Tim Study Club Arduino, Steam Learning Center, JPMIPA, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 

Dosen yang membimbing kegiatan kokurikuler ini adalah Bapak Beni Utomo, M.Sc. dan Bapak Antonius Yudhi Anggoro, M.Si., keduanya adalah Dosen Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 

Selain itu juga melibatkan 2 mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yaitu Elfrans Estu Delnesta dan B. Yudi A. Pratama.

Kegiatan kokurikuler kelas XI ini diawali dengan sesi pembukaan dan pengenalan Arduino dan berbagai komponennya. Pada bagian ini, murid diberikan penjelasan mengenai pengertian Arduino, fungsi, manfaat, serta komponen-komponen yang digunakan dalam sistem mikrokontroler. 

Murid juga dikenalkan dengan perangkat pendukung seperti sensor, breadboard, kabel jumper (male/female), LED, resistor (220Ω, 330Ω, 1kΩ), kabel USB type A – B, potensiometer, push button, buzzer, modul relay dan aplikasi pemrograman Arduino IDE. Murid tampak antusias mengikuti kegiatan kokurikuler ini walaupun yang mereka hadapi belum begitu familiar.

Baca juga : Kemendikdasmen Akan Tambahkan Mata Pelajaran Ini, dalam TKA SD dan SMP?

Bersama dengan dosen pembimbing dan guru pendamping, kegiatan workshop Arduino ini dilanjutkan dengan membuat proyek mini 1 yaitu Lampu Otomatis Gelap Terang. 

Pada proyek pertama ini, dibagi dalam 3 tahap yaitu menyalakan dan mengatur LED (Dasar Output Digital) dengan tujuan agar murid mampu memahami konsep output digital, mengontrol LED menggunakan Arduino, dan memahami fungsi resistor. 

Tahap kedua adalah LED Otomatis dengan Sensor Cahaya (LDR) dengan tujuan agar murid memahami input analog, membaca nilai sensor cahaya, membuat sistem otomatis sederhana. 

Dan tahap ketiga adalah mengontrol LED dengan tombol (push button) dengan tujuan agar murid memahami input digital, membaca status tombol (HIGH/LOW), dan mengontrol LED secara manual. 

Setelah itu ketiganya diintegrasikan dalam satu proyek. Dalam proyek ini, murid merefleksikan perbedaan input analog dan digital; bagaimana sistem ini bisa dikembangkan, dapat diterapkan di rumah dan bermanfaat.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan proyek mini 2 membuat alat penyiram tanaman otomatis menggunakan Arduino Uno. Proyek mini 2 ini bertujuan agar murid mampu memahami konsep dasar sistem otomatis menggunakan sensor dan aktuator. 

Tujuan berikutnya adalah mengenal komponen dasar Arduino yang digunakan dalam sistem penyiraman tanaman, merancang rangkaian sederhana alat penyiram tanaman otomatis.

Tujuan lainnya adalah  mengimplementasikan program Arduino untuk membaca data sensor dan mengontrol pompa air dan mengembangkan ide penerapan proyek serupa dalam pembelajaran di sekolah. 

Proyek mini 2 ini dibagi dalam 4 tahap yaitu mengenal komponen, merangkai sistem, mengunggah program Arduino dan pengujian sistem.

Baca juga : Resensi Buku; Temani Anak Belajar di Era Artificial Intelligence

Setelah melalui 2 proyek mini, murid dalam kelompok mulai merancang proyek Arduino. Dalam proses ini murid melalui 5 tahap yaitu Observasi, Identifikasi Masalah, Ide Solusi, Desain Alat, Prototipe, Uji, Feedback dan Perbaikan. 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan kokurikuler ini dilakukan secara berkelompok. Murid dibagi dalam 21 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4–5 murid. 

Proyek yang kemudian dikerjakan oleh murid diantaranya adalah lampu otomatis, sistem lampu otomatis berbasis sensor suara, tirai anti hujan, alat pendeteksi di dalam toilet, sistem peringatan kebakaran, penyiram tanaman otomatis, tong sampah otomatis. 

Selain itu, proyek lain yang dikerjakan murid adalah membuat dispenser cerdas, membuat alat pemilahan sampah otomatis, membuat alat pendeteksi api, kipas angin otomatis, atap otomatis, kran air otomatis, dan smart lock door.  

Melalui kegiatan ini diharapkan murid dapat bekerja sama, bertukar ide, serta melatih kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah. Selain itu, ketika murid melakukan praktik langsung, mereka mampu memahami konsep teknologi dan memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik. 

Selain meningkatkan kemampuan merakit komponen Arduino, kegiatan kokurikuler Arduino juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan karakter Tarakanita, seperti memiliki daya juang, disiplin, tanggung jawab, teliti, dan competence, serta creativity.  

Dalam perjalanan membuat proyek Arduino, seringkali menghadapi kendala dalam penyusunan rangkaian atau penulisan program, murid juga dilatih untuk berpikir kritis dan mencari solusi secara mandiri maupun  kelompok. Kegiatan kokurikuler Arduino ini ditutup dengan presentasi. 

Selain itu, melalui kegiatan kokurikuler Arduino keterampilan  yang diperlukan para murid di abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi dikembangkan. Ini menjadi bekal bagi murid dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments