Ekstrakurikuler Teater SMP Kanisius Jakarta

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Teater muncul pada abad ke-6 SM dari Yunani Kuno dengan sebutan theatron yang artinya drama. Teater dulu digunakan untuk melakukan upacara keagamaan. Pada zaman itu juga biasanya teater dipentaskan di gedung bernama Theatron. Kata theatron berasal dari kata theaomai yaitu melihat (kompas.com)

Salah satu unsur vital yang digunakan dalam teater adalah bersandiwara. Menurut KBBI bersandiwara berarti berpura-pura atau bermain sandiwara. Salah satu hal yang mempengaruhi bagus tidaknya pertunjukan teater adalah sandiwara/berpura-puranya. Apabila sandiwaranya tidak meyakinkan maka cerita yang dipertunjukan tidak menarik untuk dilihat ataupun ditonton.

Baca juga: Memperoleh Kecerdasan Dengan Taktik Melalui CaniChess

Terlihat dari gambar di atas bahwa para anggota ekskul Teater sedang melakukan latihan di dalam ekskul Teater. Ada siswa yang latihan menari/berdansa. Ada siswa yang sedang melakukan latihan membaca naskah/berdialog. Ada juga siswa yang sedang berdiskusi dengan anggota kelompoknya terkait drama yang mau dipentaskan.

Untuk menghasilkan seni peran yang berkualitas, SMP Kolese Kanisius tentu mengadakan seni pertunjukan melalui ekstrakurikuler teater. Ekstrakurikuler Teater baru diadakan di SMP Kolese Kanisius pada tahun 2020 saat masa pandemi Covid-19.

Sebelum kemunculan ekstrakurikuler Teater, seni pertunjukan masih dalam bentuk Komunitas “Teater Art”. Karena kemajuan Komunitas “Teater Art”, Pater Koko selaku moderator SMP Kolese Kanisius memutuskan untuk mengadakan ekstrakurikuler Teater.

Tim Canimass Media mewawancarai ekstrakurikuler Teater pada hari Kamis, 25 Agustus 2022 dan Selasa, 30 Agustus 2022. Narasumber wawancara tersebut adalah Bpk. Yohanes Prima Pramudya, S.Pd dan beberapa anggota ekskul Teater. Wawancara dilakukan di lantai dua gedung SMP Kolese Kanisius. Ekstrakurikuler Teater dimulai pada jam 14.00 WIB dan selesai pada jam 15.30 WIB.

“Pertama Pak Prima itu sangat bersyukur sekali dan gembira ketika kegiatan ekstrakurikuler Teater ada” ungkap Pak Prima. Awalnya, Pak Prima selaku pembina ekskul memulai dengan rasa kurang percaya diri karena proses ekskul berlangsung secara online. Akan tetapi, Pak Prima berusaha untuk melatih siswa-siswanya melalui Zoom dengan modal latihan merekam video melalui rumahnya.

Tujuan dan makna ekskul ini adalah untuk mengembangkan karakter, kerja sama, dan kreativitas Kanisian. “Makna itu yang akan dibawa oleh Kanisian sampai mereka lulus nantinya” ucap Pak Prima.

Baca juga: Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) SMP Kolese Kanisius Jakarta

Pesan dalam ekskul Teater untuk siswa-siswa yang mengikuti ekskul Teater adalah untuk selalu bisa terus berkembang dan menunjukan imajinasi serta karakter mereka. Proses untuk ekskul Teater panjang, seperti mengetahui teater seperti apa, dan teater itu bagaimana dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam proses ekstrakurikuler Teater, ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh Kanisian. Contohnya para Kanisian harus melakukan latihan fisik, latihan vokal, latihan mengolah rasa, latihan mengolah imajinasi, dan latihan karakter/mimik.

Mimik/karakter ini sangatlah penting dalam memainkan peran. Setelah kanisian berlatih, mereka akan coba berdialog dengan menggunakan naskah. Para kanisian akan masuk ke dalam kelompok masing-masing saat berdialog dan berlatih bersama apa yang sudah diajarkan.

Kanisian akan berlatih apa yang sudah diajarkan seperti latihan vokal, intonasi, mimik, dan imajinasi untuk berkarakter. Kanisian juga akan menerapkan hal-hal yang sudah diajarkan pada dialog yang ditentukan dalam naskah. Latihan-latihan tersebut merupakan latihan dasar yang diterima oleh para Kanisian di ekskul Teater.

Menurut Pak Prima manfaat dalam teater adalah menjadi pribadi yang lebih berkembang dan magis. Magis ini menuntut Kanisian untuk berubah dari pribadi yang tidak percaya diri di berbagai hal, menjadi lebih percaya diri dalam berbicara di depan umum.

“Sehingga muncullah para MC dan para pemimpin yang bisa bercakap-cakap atau bisa berbicara di depan umum dengan baik” ujar Pak Prima.

Baca juga: “Mentang-Mentang Dari New York”, Pementasan Teater Tumbuh SMA Candle Tree

Dalam dinamika pelajaran tatap muka Pak Prima dan Pak Okta akan memberikan instruksi terkait apa saja yang akan dilakukan dan mendampingi Kanisian secara langsung. Jika dinamika dilakukan secara jarak jauh/online, maka pendamping akan menggunakan video untuk berinteraksi dengan Kanisian yang ada di rumah.

Apabila ekskul Teater dilakukan secara hybrid, maka Pak Prima dan Pak Okta akan berbagi tugas. Pak Prima akan mendampingi murid Teater yang ada di sekolah dan Pak Okta mendampingi murid Teater yang ada di rumah.

Lalu, tim Canimass Media mewawancarai anggota-anggota Teater yaitu Ryan Alexander Halim, Galen Oswald, dan Mikael Morla yang berasal dari angkatan kelas 9. Menurut Galen Oswald, alasan ia mengikuti ekskul Teater karena pendamping/gurunya seru. Awalnya, Galen ingin mengikuti ekskul futsal, namun ia tidak diterima.

Sedangkan Ryan Alexander mengikuti ekskul Teater karena ia dipaksa oleh Galen Oswald. Dalam wawancara dengan Galen, terungkap bahwa latihan fisik yang dilakukan adalah lari naik turun tangga dan pemanasan. Ada juga latihan ekspresi dan latihan melakukan pementasan.

Baca juga: Kemendikbud Disomasi Karena Film Yang Diputar Dalam Kegiatan BDR Tanpa Ijin

Pengalaman Galen Oswald selama mengikuti ekskul Teater adalah seru dan ia merasa senang. Begitu juga dengan Ryan yang juga merasa senang selama mengikuti ekskul Teater. Terakhir, ada wawancara dengan Mikael Morla.

“Dulu kelas 7, awalnya saya ingin mengikuti ekskul pencak silat, namun karena telat mengisi formulir, saya mendapatkan ekskul Teater” ungkap Mikael Morla. Saat mengikuti ekskul Teater, Mikael merasa cocok dan nyaman dengan ekskul tersebut. Menurut Mikael Morla di setiap pertemuan ekskul Teater selalu ada latihan fisik, vokal, ekspresi, mimik, dll.

Mikael mengungkapkan bahwa pengalamannya selama mengikuti ekskul Teater adalah ia merasa nyaman dan sangat seru karena bisa mendapatkan pengalaman lebih di dunia teater. Ia juga merasa senang karena bisa mendapatkan pengalaman yang mungkin tidak bisa didapatkan dari pelajaran biasa atau ekskul yang lain.

Itulah penjelasan lengkap tentang ekstrakurikuler Teater yang diadakan di SMP Kolese Kanisius. Harapannya para anggota ekskul Teater dapat meneruskan bakatnya di bidang Teater dan juga bisa menerapkan seni pertunjukan di dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis adalah tim Canimass Media dari SMP Kolese Kanisius Jakarta: Nathan, Reynard, Azrael, Albertus, Kenzo, dan Kai. / Tulisan ini sebelumnya tayang di eposdigi.com

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments