Depoedu.com- Ruangan laboratorium IPA SMP Kolese Kanisius begitu hening saat ekskul Kiss CC berlangsung. Beberapa alat dan gambar bertema ilmu pengetahuan alam memenuhi ruangan laboratorium.
Terlihat beberapa siswa sedang melihat jamur dengan mikroskop. Sementara, siswa yang lain menulis laporan praktikum menggunakan laptop masing-masing. Begitulah suasana ekstrakurikuler Kiss CC di ruangan laboratorium biologi pada tanggal 20 September 2022.
Louis, salah satu anggota ekskul Kiss CC, mengungkapkan bahwa dia ingin memilih ekskul Kiss CC karena ia tertarik dengan demonstrasi ekskul kiss CC yang dilakukan oleh kakak tingkatnya di pusat studi kanisius, yakni di Gunung Putri. Selain itu, Louis juga merasa senang karena ia dapat mencampur-adukan bahan-bahan kimia saat ekskul berlangsung.
Baca juga: Ekstrakurikuler Teater SMP Kanisius Jakarta
Ekskul Kiss CC tentu sangat berkaitan erat dengan dunia sains. Menurut KBBI sains adalah pengetahuan sistematis tentang alam dan dunia fisik, termasuk di dalamnya, botani, fisika, kimia, geologi, zoologi, dan sebagainya.
Selain itu, KBBI juga menjelaskan bahwa sains merupakan pengetahuan sistematis yang diperoleh dari suatu observasi, penelitian, dan uji coba yang mengarah pada penentuan sifat dasar atau prinsip sesuatu yang sedang diselidiki, dipelajari, dan sebagainya.
Dengan kata lain, sains adalah pengetahuan sistematis tentang alam dan dunia fisik yang diperoleh melalui observasi/penelitian serta di dalamnya terdapat berbagai jenis ilmu lainnya.

Bu Beatrix sebagai guru mata pelajaran Biologi di SMP Kolese Kanisius juga mengajar ekskul Kiss CC. Beliau mengungkapkan bahwa apa yang diajarkan di ekskul Kiss CC adalah materi-materi yang diajarkan di pelajaran biologi tetapi lebih banyak dan lengkap.
Menurut Bu Beatrix, sains adalah belajar tentang proses hidup hewan, mikroorganisme, tumbuhan, dll. Fisika mengajarkan proses dan fenomena yang terjadi di sekitar hidup kita dan biasanya berhubungan dengan matematikan, sedangkan biologi mengajarkan proses dan fenomena yang terjadi di tubuh hewan, mikroorganisme, manusia, dll.
Baca juga: Memperoleh Kecerdasan Dengan Taktik Melalui CaniChess
Proses ekskul Kiss CC diawali dengan berdoa. Lalu, anggota Kiss CC menyiapkan alat-alat yang akan digunakan di dalam praktikum. Contoh alat yang digunakan adalah mikroskop, beaker glass, neraca ohaus, cawan petri, dan masih banyak lagi. Seusai melakukan praktikum/percobaan, mereka akan menulis laporan praktikum.
Ilmu sains harus diajarkan karena kita tidak terlepas dari sains, artinya sains sangat berkaitan dengan kehidupan manusia. Sains juga harus diajarkan untuk mengajar fisika, biologi, dll. Walaupun sains tidak bisa menjawab semuanya, sains dapat menjawab sebagian besar hal yang ada di kehidupan sehari-hari. Tentunya sains juga mengajarkan kita untuk hidup sehat.
Ekskul Kiss CC pernah memenangi lomba karya ilmiah remaja tingkat Jakarta Pusat sebelum pandemi Covid-19. Namun selama pandemi melanda Indonesia, ekskul Kiss CC tidak mengikuti banyak lomba. Meskipun begitu, ada anggota ekskul Kiss CC yang meraih peringkat nomor 1 pada lomba inovatif sains, di mana ia membuat mikroskop dari bahan bekas.
Rahan Jeremiah Panjaitan sebagai anggota KISS CC yang lain, memilih ekskul KISS CC karena ia suka melakukan percobaan. Seperti Louis, ia ingin masuk ekskul ini sejak pameran ekskul di Gunung Putri. Menurut Rahan, hal-hal yang menarik di ekskul Kiss CC adalah eksperimen-eksperimen yang dilakukan di ekskul tersebut.
Senang! Itulah satu kata yang menggambarkan perasaan Rahan di ekskul KISS CC. Ia merasa senang karena dapat melakukan berbagai eksperimen sains yang berbeda setiap minggunya. Eksperimen yang dilakukan tentu bervariasi seperti eksperimen fisika, biologi, dan kimia.
Baca juga: Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) SMP Kolese Kanisius Jakarta
“Sekarang kan lagi memakai mikroskop untuk melihat jamur, jadi kita mengenal struktur jamur” ujar Rahan.

Menurutnya, hal-hal yang membuat ekskul Kiss CC berbeda dari yang lain adalah KISS CC mengajarkan hal-hal yang lebih menarik dan lebih eksploratif daripada ekskul yang lain.
Rahan berpendapat bahwa ekskul Kiss CC itu bermanfaat karena bisa mempelajari ilmu Biologi lebih dulu dari siswa-siswa lain. Contohnya ia mempelajari materi pewarisan sifat gamet saat kelas 8, sedangkan materi tersebut baru diajarkan saat kelas 9.
Begitulah proses berlangsungnya ekskul Kiss CC SMP Kolese Kanisius. Harapannya materi-materi yang diajarkan di Kiss CC dapat berguna di dalam kehidupan sehari-hari dan semoga semua anggota Kiss CC bisa mengembangkan bakat serta minat mereka masing-masing di bidang sains.
Penulis adalah tim Canimass Media dari SMP Kolese Kanisius Jakarta: Nathan, Reynard, Azrael, Albertus, Kenzo, dan Kai.
