Hari Studi Guru TK dan SD Sint Carolus Tarakanita Bengkulu: Menguatkan Peran Sekolah dalam Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Sabtu, 13 September 2025, menjadi hari istimewa bagi komunitas pendidik TK dan SD Sint Carolus Tarakanita Bengkulu. Seluruh guru mengikuti kegiatan Hari Studi Guru (HSG) dengan mengangkat tema “Peran Sekolah dalam Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus”. 

Kegiatan ini diadakan sebagai wujud komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendampingan bagi semua peserta didik, tanpa terkecuali.

Dalam kesempatan tersebut, sekolah menghadirkan narasumber dr. Andri Sujatmoko, Sp. KJ, Psikiater dari Rumah Sakit Gading Medika. 

Beliau menyampaikan materi yang membuka wawasan guru mengenai pentingnya peran sekolah dalam menciptakan lingkungan yang ramah, inklusif, serta mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Materi yang dipaparkan antara lain:

  • Peran Sekolah dalam Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), khususnya terkait dukungan belajar dan pengembangan diri.
  • ADHD atau GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas), termasuk pemahaman gejala, cara mendampingi, serta strategi pembelajaran yang tepat.
  • Tanggung Jawab Sekolah dalam pendampingan ABK, yang mencakup:
    1. Membangun komunikasi yang efektif dengan anak dan orang tua.
    2. Melakukan kolaborasi antara guru, orang tua, dan tenaga profesional.
    3. Menyelenggarakan kegiatan parenting untuk memperkuat pemahaman orang tua.
    4. Membuat catatan perkembangan anak secara berkala.
    5. Mengadakan pelatihan bersama untuk meningkatkan kompetensi guru dan staf sekolah.

Baca juga : Belajar Asyik di Pasar Mini: Anak TK B Santo Carolus Tarakanita Surabaya Kenal Sayuran Sambil Bermain Jual Beli

”Setiap anak berkebutuhan khusus memiliki keunikan tersendiri. Oleh karena itu, pendampingan tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama seperti anak lainnya. Penting bagi guru maupun orang tua untuk memahami kebutuhan mereka secara utuh, sekaligus mengajarkan keterampilan dasar seperti komunikasi yang efektif, kemampuan berinteraksi dengan orang lain, serta memahami dan mengelola emosi.” tegas dr. Andri.

HSG juga menjadi ruang refleksi dan pembelajaran bersama. Para guru memperoleh kesempatan untuk berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman nyata mengenai tantangan yang dihadapi di kelas. 

Suasana penuh semangat memperlihatkan bahwa pendampingan anak berkebutuhan khusus adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya seorang guru, melainkan seluruh komunitas sekolah. 

Sejalan dengan semangat Cc5+ Tarakanita, kegiatan ini meneguhkan tiga nilai utama:

  • Compassion – Guru diajak menumbuhkan hati yang penuh empati dan kepedulian dalam setiap interaksi dengan peserta didik.
  • Competence – Guru diperlengkapi dengan keterampilan dan pengetahuan dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus.
  • Community – Guru semakin menyadari pentingnya bekerja bersama sebagai komunitas pendidik untuk mewujudkan sekolah inklusif.

Baca juga : Lagi, Tentang Membentuk Rasa Percaya Diri Pada Anak

Dalam peneguhan kegiatan, Ibu Yohana Eko Nuraeni, M.Pd, Koordinator Divisi Pendidikan Yayasan Tarakanita Wilayah Bengkulu, menekankan bahwa peran guru di TK dan SD Sint Carolus Tarakanita Bengkulu bersifat multimodal.

“Peran guru tidak hanya mengajar, tetapi juga melayani dengan kasih, membutuhkan kesabaran ekstra, dan memberi dukungan penuh dalam mendampingi peserta didik,” ungkapnya. 

Semangat ini selaras dengan pesan Bunda Elisabeth Gruyters: “Dengan kesabaran dan susah payah kami terus bekerja dengan keinginan besar untuk maju, ya… maju…” (EG. 53). Pesan inilah yang terus menginspirasi para pendidik Sint Carolus Tarakanita Bengkulu untuk menghadirkan pendidikan yang peduli, humanis, dan penuh kasih.

Melalui HSG ini, guru TK dan SD Sint Carolus Tarakanita Bengkulu menegaskan komitmennya menjadi sekolah yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mendampingi, menguatkan, dan merangkul setiap anak dengan cinta kasih.

Pendidikan inklusif bukanlah sekadar slogan, melainkan langkah nyata untuk memastikan bahwa setiap peserta didik merasa diterima, dihargai, dan didampingi menuju masa depan yang lebih baik. 

Penulis adalah Wakil Kepala Sekolah Bidang kesiswaan SD Sint Carolus Tarakanita Bengkulu

4 4 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga : Hari Studi Guru TK dan SD Sint Carolus Tarakanita Bengkulu: Menguatkan Peran Sekolah dalam Pendampin… […]

trackback

[…] Baca juga : Hari Studi Guru TK dan SD Sint Carolus Tarakanita Bengkulu: Menguatkan Peran Sekolah dalam Pendampin… […]