Depoedu.com-Mengapa terkadang pertanyaan muncul dalam diri “Ada apa dengan ini?” “Ada apa dengan itu?”, “Mengapa begini?”. Ada apa ini sebenarnya? Dibarengi dengan reaksi yang bermacam-macam, kecewa, bahagia, heran, bertanya-tanya dan lain sebagainya.
Reaksi dari pertanyaan tersebut disebabkan karena ketidaksiapan seseorang terhadap sebuah konsekuensi dari pilihan yang diambil sebelumnya.
Manusia adalah “creator” handal dalam hidupnya sendiri. Manusia mampu merancang semua yang ada di kehidupannya sendiri. Hal inilah terkadang yang tidak disadari oleh kebanyakan orang.
Kebanyakan orang hanya mengandalkan emosi saat menentukan pilihan dalam hidupnya, sehingga terkadang tidak disadari dan tidak siap untuk menerima konsekuensinya.
Perlu disadari bahwa apapun yang terjadi kini dan saat ini adalah hasil dari rancangan pada waktu sebelumnya. Seseorang sudah menentukan pilihan sebelumnya sehingga peristiwa kini dan saat ini terjadi.
Baca juga : Pelaksanaan UTBK Di Universitas Negeri Makasar Diwarnai Kecurangan
Sebagai contoh, seorang siswa hari ini merasa sedih karena nilai ulangannya tidak tuntas atau tidak sesuai harapan. Hal ini disebabkan karena siswa tersebut semalam memilih bermain game online dan tidak memilih belajar sebagai persiapan ulangan.
Sebagai contoh lagi, seorang guru tiba-tiba merasa marah karena situasi kelas yang ribut saat pelajaran. Hal ini terjadi karena siswa merasa bosan saat pelajaran dengan cara mengajar gurunya yang hanya berceramah saja.
Jika disadari peristiwa ini terjadi karena pilihan guru sebelumnya tidak mempersiapkan mengajar dengan baik, tidak melengkapi dengan media dan metode yang lebih efektif akhirnya siswa merasa bosan dan memilih ribut sendiri.
Ada dua peristiwa sebagai konsekuensi dari hasil pilihan, yaitu guru marah dan siswa ribut. Keduanya sama-sama tidak menyenangkan, ada rasa marah, kecewa, bosan. Kondisi ini terjadi karena hasil dari rancangan kedua belah pihak yang bersumber pada pilihan kedua belah pihak juga.
Guru memilih tidak persiapan, dan memilih marah sebagai reaksi dari konsekuensi pilihannya. Siswa memilih ribut sebagai reaksi kecewa karena pelajaran membosankan.
Kondisi semacam ini sebenarnya bisa diminimalisir ketika setiap manusia menyadari saat menentukan pilihan dalam hidupnya.
Baca juga : Taliban Belum Membuka Sekolah Untuk Remaja Perempuan. Siasat Apa Yang Dilakukan Oleh Para Penentang?
Artinya dengan kesadaran penuh maka apapun konsekuensinya sudah pasti bisa diantisipasi dan lebih siap dalam menerimanya. Sehingga reaksi yang muncul lebih positif dan tidak merugikan diri sendiri juga orang lain.
Kesadaran menjadi penting saat manusia menginginkan kedamaian dalam diri dan relasi. Kesadaran menjadi dasar setiap orang bertindak.
Tanpa kesadaran maka semua hal yang dilakukan adalah palsu, tidak murni, tidak asli hanya reaksi dari sebuah emosi. Kesadaran menjadi kunci dalam kehidupan agar kebahagian dan ketenangan hidup terjadi.
Jika seseorang menyadari setiap langkah hidupnya maka akan selaras pula hidupnya. Hal ini dikarenakan kesadaran seseorang adalah kebahagiaan banyak orang di sekitarnya.
Perlu disadari juga bahwa setiap hal dalam hidup dihadirkan sudah dengan tujuan masing-masing. Oleh karena itu sadari setiap langkah hidupmu dan jalani kehidupan ini dengan penuh kesadaran.
Penulis adalah guru pada SMP Kanisius Jakarta
Foto:bali.tribunnews.com

[…] Baca juga : Kesadaranku Membahagiakanmu […]
[…] Baca Juga: Kesadaranku Membahagiakanmu […]