Mengenal Unsur Perubahan pada Kurikulum Merdeka di Semua Jenjang Pendidikan

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Tidak ada hal yang benar-benar baru di dunia ini. Karena hal yang diperkenalkan sebagai hal yang baru sekalipun hanya merupakan penggabungan dari unsur-unsur yang lama, sehingga menjadi sesuatu yang baru.

Oleh karena itu, untuk mengenali sesuatu yang baru, kita cukup mengetahui unsur-unsur baru apa saja yang ikut membentuk hal tersebut sehingga menjadi hal yang baru, untuk mengerti hal yang baru tersebut secara keseluruhan.

Demikian juga dengan Kurikulum Merdeka. Kita pun dapat mengenali wujud kurikulum ini kurang lebih secara menyeluruh, jika kita mengenali unsur-unsur baru, yang ikut membentuk Kurikulum Merdeka.

Ada unsur perubahan yang berlaku pada semua jenjang, tetapi ada unsur perubahan yang hanya terdapat pada jenjang tertentu saja. Tulisan ini akan membahas unsur-unsur baru tersebut untuk memberi gambaran tentang Kurikulum Merdeka.

Baca Juga: Nadiem Makarim Meluncurkan Kurikulum Merdeka. Apa Keunggulan Dan Karakteristiknya?

Unsur perubahan pada semua jenjang

Kurang lebih ada lima unsur perubahan penting yang ditekankan pada Kurikulum Merdeka pada semua jenjang, sebagai berikut:

  • Guru dan Kepala Sekolah diberi otonomi Penuh

Pada Kurikulum Merdeka, guru dan Kepala Sekolah diberi otonomi penuh untuk mengolah dan mengembangkan kurikulum sesuai dengan tahapan capaian dan perkembangan peserta didik.

Guru diberi keleluasaan untuk fokus pada pengembangan kompetensi, minat, bakat serta karakter peserta didik dan bukan pada ketuntasan materi.

Guru dan Kepala Sekolah pun memiliki otonomi untuk mengevaluasi capaian murid serta memastikan proses belajar mengajar mengubah dan membentuk karakter peserta didik.

  • Peserta didik ditempatkan sebagai subjek

Kurikulum Merdeka adalah implementasi lebih lanjut dari kebijakan Nadiem Makarim Merdeka Belajar. Oleh karena itu, Kurikulum Merdeka memberi ruang pada peserta didik untuk menjadi subjek, bukan objek dari proses Pendidikan di sekolah.

Tujuan pokok dari proses Pendidikan menurut Kurikulum Merdeka adalah perkembangan bakat, minat, perubahan karakter, dan skill peserta didik. Itu hanya mungkin terjadi jika peserta didik menjadi subjek dan aktif dalam proses pendidikan dan pengajaran.

  • Standar kompetensi dirumuskan lebih sederhana

Pada Kurikulum Merdeka, standar kompetensi dan kompetensi dasar dirumuskan dengan kata-kata yang lebih sederhana. Oleh karena itu, guru lebih mudah memahami, sehingga lebih dapat merumuskan langkah operasional dalam proses belajar mengajar.

  • Materi lebih ringkas dan esensial

Selain rumusan standar kompetensi, materi pengajaran pada Kurikulum Merdeka juga lebih ringkas dan esensial. Karena lebih esensial, maka pengajarannya lebih dalam.

Guru dapat lebih berkreasi secara instruksional untuk fokus pada pengembangan karakter, skill peserta didik, melalui pengajaran dengan pendekatan proyek. Penerapan pendekatan proyek sangat ditekankan dalam kurikulum Merdeka.

  • Pelajaran PPKn diganti dengan Pendidikan Pancasila

Selain unsur-unsur perubahan di atas yang lebih merupakan perubahan paradigma, juga terjadi perubahan secara struk tural di semua jenjang pendidikan. Perubahan tersbut adalah mengganti pengajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) menjadi Pendidikan Pancasila.

Perubahan ini tidak hanya dilakukan secara nomen klatur, namun dimaksudkan juga untuk menekankan Pancasila sebagai landasan filosofi dalam berbangsa dan bernegara.

Terutama dimaksudkan untuk membiasakan peserta didik memahami dan menghayati nilai-nilai Pancasila dan menerapkannya dalam keseharian.

Unsur perubahan pada jenjang tertentu saja

Selain perubahan yang terjadi pada semua jenjang tersebut di atas, unsur perubahan Kurikulum Merdeka juga terjadi hanya pada masing-masing jenjang seperti berikut ini.

  • Unsur perubahan pada jenjang Sekolah Dasar

Di Sekolah Dasar (SD) terdapat dua unsur perubahan yang sangat mencolok, yaitu : Pertama, terjadi penggabungan mata pelajaran IPA dan IPS, menjadi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, disingkat IPAS.

Penggabungan ini dilakukan sebagai langkah penyederhanaan mata pelajaran yang ada di SD. Di samping itu, tujuan lainnya adalah agar peserta didik memahami lingkungan sekitar secara lebih  utuh.

Baca Juga: Esensi Kurikulum Merdeka Menuju Kebebasan Belajar

Kedua, Mata pelajaran Bahasa Inggris di SD pada Kurikulum Merdeka dijadikan bidang studi pilihan bagi peserta didik yang ingin mempelajari Bahasa Inggris sejak di bangku SD.

Oleh karena itu masuk dalam daftar mata pelajaran dalam Kurikulum Merdeka. Bahasa Inggris tidak lagi menjadi mata pelajaran muatan lokal seperti pada kurikulum sebelumnya,

Di banyak sekolah swasta Bahasa Inggris memang telah dipelajari sejak SD, bahkan sebagai pelajaran wajib.

  • Unsur perubahan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama

Unsur perubahan yang paling mencolok pada Kurikulum Merdeka di SMP terdapat pada dua hal. Pertama, terjadi pada mata pelajaran Informatika. Pada kurikulum sebelumnya, mata pelajaran TIK adalah mata pelajaran pilihan bersama Prakarya.

Pada Kurikulum Merdeka, Informatika menjadi mata pelajaran wajib. Oleh karena itu di semua tingkat kelas, Informatika wajib dipelajari. Di era digital sekarang ini, skill yang dilatih melalui mata pelajaran Informatika sangat diperlukan.

Untuk mata pelajaran Informatika, Kemendikbudristek menyediakan panduan yang siap digunakan oleh guru mata pelajaran.

Kedua, pada kurikulum Seni, peserta didik tidak lagi mempelajari semua cabang Seni seperti Seni Tari, Seni Musik, Seni Suara dan Teater sekaligus. Pada Kurikulum Merdeka bidang seni dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing.

Pesertta didik yang mempunyai minat di bidang Seni Musik dapat memilih mempelajari Musik. Sedangkan peserta didik yang memiliki bakat Teater dapat mempelajari Teater tidak perlu mempelajari semua bidang seni,

  • Unsur perubahan pada jenjang Sekolah Menengah Atas

Pada jenjang SMA terdapat dua unsur perubahan yang mencolok. Pertama, di SMA tidak lagi diberlakukan peminatan. Di kelas X para peserta didik mempelajari mata pelajaran secara umum.

Sedangkan di kelas XI dan XII, Peserta didik diberi kebebasan untuk memilih kombinasi mata pelajaran sendiri sesuai dengan bakat, minat, rencana studi di perguruan tinggi, dan rencana karier pasca studi.

Langkah ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari konsep Merdeka Belajar di jenjang SMA.

Baca Juga: Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar

Kedua, para peserta didik wajib menulis esai ilmiah sebagai syarat kelulusan di kelas XII. Hal ini dilakukan untuk membentuk sikap ilmiah, berpikir sistematis, berpikir kritis, dan analitis bagi peserta didik.

  • Unsur perubahan pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan

Pada jenjang SMK terdapat perubahan secara mendasar dalam dua hal. Pertama, pada Kurikulum Merdeka, struktur mata pelajaran dijadikan lebih sederhana dalam dua kelompok mata pelajaran saja, yakni kelompok mata pelajaran umum dan kelompok mata pelajaran kejuruan.

Untuk memperkuat penguasaan kompetensi dan skill kejuruan, prosentase untuk kelompok mata pelajaran kejuruan yang tadinya 60 persen, ditambah menjadi 70 persen.

Dengan demikian, secara struktural terjadi perubahan prosentase pada kelompok mata pelajaran umum dari 40 persen menjadi 30 persen.

Baca Juga: Kampus Merdeka Dan Manfaatnya Bagi Pengembangan Sumber Daya Manusia

Kedua, pada Kurikulum Merdeka terjadi perubahan pada status praktek kerja lapangan (PKL) yang sebelumnya tidak menjadi mata pelajaran wajib, kini menjadi mata pelajaran wajib.

Sebagai mata pelajaran wajib, PKL dilaksanakan dalam durasi waktu yang lebih panjang, yakni 6 bulan. Sebelumnya, PKL dilaksanakan hanya dalam waktu 1 bulan.

Perubahan-perubahan ini dimaksud agar lulusan SMK lebih kompeten dan memiliki skill yang membuat mereka lebih dapat memasuki dunia kerja.

Demikian unsur-unsur perubahan yang membedakan Kurikulum Merdeka dengan kurikulum sebelumnya. Diharapkan pengenalan pada unsur-unsur tersebut membuat guru, Kepala Sekolah dan stakeholder terkait lainnya lebih dapat memehami Kurikulum Merdeka dan lebih siap mengimplemenatasikan Kurikulum Merdeka di lapangan.

Foto: pekalongan.suaramerdeka.com

0 0 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
6 Comments
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca Juga : Mengenal Unsur Perubahan Pada Kurikulum Merdeka Di Semua Jenjang Pendidikan […]

trackback

[…] Baca Juga : Mengenal Unsur Perubahan Pada Kurikulum Merdeka Di Semua Jenjang Pendidikan […]

trackback

[…] Baca Juga : Mengenal Unsur Perubahan Pada Kurikulum Merdeka Di Semua Jenjang Pendidikan […]

trackback

[…] Baca juga : Mengenal Unsur Perubahan Pada Kurikulum Merdeka Di Semua Jenjang Pendidikan […]

trackback

[…] Baca Juga: Mengenal Unsur Perubahan Pada Kurikulum Merdeka Di Semua Jenjang Pendidikan […]