Menjadi Guru Motivator yang Kreatif dan Berdaya Pikat

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Menjadi seorang guru memiliki banyak tantangan. Tantangan itu tidak hanya datang dari banyaknya administrasi yang harus disiapkan, melainkan juga dari relasi yang terjalin antara guru, para siswa dan para orang tua atau wali siswa.

Pembawaan atau karakter seorang guru secara tidak langsung turut memengaruhi siswanya dalam merespon sesuatu. Tak jarang, guru menjadi idola bagi para siswa.

Melihat pentingnya hubungan emosional antara guru dan siswa untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran, terlebih di tengah pasang surut pandemi Covid-19, Yayasan Keluarga Flobamora yang menaungi TK-SD-SMP Sinar Timur menyelenggarakan pelatihan bagi para guru.

Pelatihan yang bertema “Menjadi Motivator Kreatif dan Berdaya Pikat: Menggerakkan Sel-Sel Kepemimpinan dan Proaktivitas Diri” ini menggandeng Bapak Frans Lim selaku Owner dari Learning Centre Lentera Kasih Yogyakarta.

Pelatihan ini tidak hanya diikuti oleh guru-guru Sinar Timur saja, tetapi juga turut mengundang para guru dari Sekolah Charitas dan Sekolah Emanuel (Tg. Balai Karimun).

Pelatihan ini dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu, 19-20 Februari 2022, sejak pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB. Bersama Bapak Frans Lim, para guru diajarkan cara menggerakkan sel-sel kepemimpinan dan proaktivitas dalam diri.

Baca Juga : Mengenal Unsur Perubahan Pada Kurikulum Merdeka Di Semua Jenjang Pendidikan

Hal ini bertujuan agar para guru dapat mengeksplor kapasitas diri, melatih kreativitas, keberanian, dan tentu saja keluwesan dengan semangat MAGIS (menjadi lebih).

Pelatihan yang diikuti oleh sekitar 27 peserta ini dapat dikatakan sangat berbeda dari pelatihan-pelatihan lainnya karena didominasi oleh 90% praktik langsung proaktivitas dengan panduan dari bahan yang diberikan oleh Bapak Frans Lim.

Terkadang, sadar atau tidak sadar, dengan segala tekanan dan tantangan yang dihadapi seorang guru membuatnya menjadi pribadi yang agak kaku, keras, bahkan mudah marah. Nah, salah satu hal penting yang dipelajari selama pelatihan ialah bagaimana menjadi seorang guru yang berani dan ‘luwes’.

Dengan keluwesan, seorang guru bisa membangun bonding bersama para siswa dan membuat suasana sekolah menjadi suasana yang menyenangkan dan sangat dinantikan. Tentu harapannya, sekolah tidak lagi menjadi momok  bagi para siswa, tetapi dapat menjadi ‘rumah kedua’ untuk mereka belajar dan mengembangkan diri.

Guru bertugas tak hanya menjadi seorang pengajar, tetapi benar-benar dapat menjadi pendidik sekaligus motivator bagi para siswa. Dengan pembelajaran yang menyenangkan.

Sekolah yang dipandang sebagai ‘rumah kedua’ tentunya bisa membuat siswa menjadi lebih terbuka terhadap permasalahan yang sedang mereka hadapi, baik permasalahan di rumah ataupun antar temannya di sekolah.

Baca Juga : Sekolah Sinar Timur, Setia Menjadi Cahaya Bagi Generasi Masa Depan

Selain untuk membangun bonding dengan siswa, keluwesan seorang guru juga menjadi nilai tambah yang dipandang oleh orang tua atau wali siswa. Hal ini secara tidak langsung bisa menjadi poin promosi keunikan yang dimiliki oleh sekolah.

Tidak lagi melulu perihal gedung atau fasilitas, tetapi juga dari kehangatan yang tercipta antara guru dan guru, guru dan siswa, maupun guru dan orang tua. Hal ini juga disampaikan dalam testimoni oleh salah satu peserta yaitu Ibu Dian dari Sekolah Charitas.

Brigitta Aisin Uba Arakian, S.Pd., adalah Guru di Sekolah Sinar Timur

“Kegiatan kemarin adalah pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya. Saya dibukakan pikirannya untuk menjadi seorang guru yang luwes, kreatif, gembira/ceria, berani, berwibawa, tulus dan semangat. Selain itu, dibukakan pikiran dalam mempromosikan sekolah”, ujar Ibu Dian.

Tentu menjadi guru yang luwes, berani, ceria dan kreatif tidak serta merta terjadi begitu saja. Dibutuhkan latihan berkali-kali hingga bosan; hingga semua sudah menyatu menjadi karakter diri. Untuk itu, harapan dari Bapak Frans Lim juga agar para guru tetap dapat latihan minimal seminggu sekali secara bersama-sama.

Apa yang sudah dilatihkan, dapat pula diterapkan langsung kepada para siswa; hingga perlahan-lahan tercapailah tujuan menjadikan suasana sekolah yang menyenangkan dan amat dinantikan itu. Dengan begitu, secara tersirat pula, sekolah turut dipromosikan, calon siswapun berdatangan.

Penulis adalah Guru SMP Sinar Timur

0 0 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
Kamil
Kamil
11 months ago

Teruslah bersinar untuk menerangi generasi bangsa