Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pemantauan PTM Terbatas

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Pandemi COVID-19 telah melahirkan era hidup dalam kenormalan baru, sebuah kehidupan bermasyarakat dengan berbagai adaptasi teknologi dan dinamika pembatasan geraknya.

Berbagai fluktuasi kasus dan kebijakan Pemerintah terkait PPKM seakan menjadi berita harian, sehingga wajar kiranya jika kita merasa telah hidup berdampingan dengan COVID-19.

Salah satu konsekuensi dari kesiapan kita hidup berdampingan dengan pandemi COVID-19 ini adalah penggunaan teknologi digital.

Suatu keniscayaan penggunaan perangkat digital sebagai alat pantau pergerakan dan pembatasan yang ditetapkan sesuai dengan kebijakan pemerintah. Hampir diterapkan oleh berbagai negara di dunia ini dengan beragam jenis aplikasinya.

Per Januari 2022 semua jenjang pendidikan wajib melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Hal ini diatur dalam penyesuaian SKB 4 Menteri mengenai penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Risek, dan Teknologi (Sekjen Kemendikbudristek), Suharti mengatakan, pemerintah mendorong untuk menggunakan teknologi digital agar bisa memantau perkembangan pandemi di masing-masing satuan pendidikan.

Baca Juga : Kemendikbudristek Perlu Membantu PGRI Sebagai Organisasi Profesi Melakukan Transformasi

“Salah satu contohnya adalah diadakannya QR code di masing-masing sekolah untuk memantau adanya penyebaran virus di sekolah,” urai Suharti seperti dikutip dari laman Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Ristek, Sabtu (8/1/2022).

Menurutnya, dengan menggunakan teknologi digital, akan mempercepat menindaklanjuti jika ditemukan kasus Covid-19.  Yang jelas, keberadaan teknologi digital sangat membantu masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas di tengah keterbatasan mobilitas saat pandemi.

Di masa pandemi, mobilitas bisa menjadi momok bagi masyarakat karena bisa menjadi sumber penyebaran virus. Tapi di sisi lain, aktivitas tetap harus terselenggara sehingga kebutuhan teknologi digital makin meningkat.

Pandemi pun dinilai malah mempercepat penerapan teknologi digital dalam berbagai aktivitas yang selama ini belum memanfaatkan produk tersebut. Misalnya, aplikasi seperti Zoom Meeting, Google Meet, dan sebagainya kian banyak dipakai oleh masyarakat yang beraktivitas dari rumah.

Besar kemungkinan aplikasi seperti itu akan tetap menjadi favorit di masyarakat tatkala pandemi berakhir. Sebab, budaya beraktivitas dari rumah diperkirakan akan tetap marak di masa-masa mendatang.

Baca Juga : Cluster Baru Covid-19 Bermunculan Dari Sekolah Penyelenggara Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Mekanisme pemantuan sekolah dengan cara daftarkan email satuan pendidikan yang terintegrasi data pokok pendidikan (Dapodik) dan EMIS (sistem data informasi pendidikan) dari Kementerian Agama dengan aplikasi Peduli Lindungi.

Pemantauan tingkat kepatuhan protokol kesehatan Covid-19 di satuan pendidikan juga harus terintegrasi dengan aplikasi Bersatu Lawan Covid.

Selain itu, satuan pendidikan juga harus melakukan verifikasi nomor WhatsApp penanggung jawab satuan pendidikan pada laman https://sekolahaman.kemkes.go.id. atau https://madrasahaman.kemkes.go.id.

Selain itu juga memasang QR Code aplikasi PeduliLindungi di area masuk dan keluar satuan pendidikan. Lebih jauh adanya pandemi ini tentu saja membawa dampak yang sangat luar biasa pada berbagai aspek kehidupan, terutama dalam aktivitas sekolah.

Dengan mengimplementasikan transformasi digital ini, sekolah akan mudah untuk memberi data yang cepat bagi yang sakit ujungnya mampu maju bersaing dengan lingkungan sekitarnya, yang semuanya dilakukan secara online dan terdigitalisasi dengan sistem. Sehingga aktivitas dan proses yang ada tetap bisa berjalan sesuai tujuan sekolah.

Foto:mediaindonesia.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of