Cluster Baru Covid-19 Bermunculan dari Sekolah Penyelenggara Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Sejak 6 September 2021, banyak daerah dengan berbagai pertimbangan memutuskan untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Hal ini terutama terjadi pada daerah yang masyarakatnya tidak bisa menjangkau signal internet, atau tidak mampu membeli gawai apalagi computer untuk menyelenggarakan pembelajaran daring.

Keputusan ini kemudian juga diikuti oleh daerah-daerah yang sebetulnya memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan pembelajaran daring, namun mengkhawatirkan menurunnya mutu pembelajaran murid, bahkan semakin parahnya learning loss di kalangan murid.

Namun setelah sepekan proses belajar tatap muka terbatas diselenggarakan, ada 1.296 sekolah melaporkan cluster baru covid-19. Cluster tersebut berasal dari sekolah-sekolah penyelenggara PTMT tersebut.

Data tersebut diungkap oleh Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbudristek, Jumeri. Ia memaparkan, ada 11.615 murid positif covid-19.

Baca Juga : Sebelas Bulan Berlangsung Pembelajaran Daring, Dapat Menyebabkan Learning Loss?

Jumeri merinci, jumlah cluster covid-19 paling banyak ada di sekolah dasar, yakni sebanyak 581 sekolah, Pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) sebanyak 525 sekolah. Sedangkan di SMP, SMA, dan SMK berturut-turut sebanyak 241 sekolah, 170 sekolah, dan 70 sekolah.

Jumeri juga memaparkan, jumlah murid yang terpapar covid-19. Murid SD yang terpapar paling banyak, yakni sejumlah 6.908 orang. Selain murid, ada 3.174 guru SD positif covid-19.

Di tingkat SMP terdapat 2.200 murid dan 1.502 guru yang positif covid-19. Sedangkan di SMA ada 794 murid dan 1.915 guru yang terpapar covid-19. Di samping itu, di SMK ada 609 murid dan 1.594 guru SMK positif covid-19.

Data tadi menunjukkan bahwa anak-anak usia SD dan PAUD merupakan kelompok yang paling rentan tertular virus covid-19, dengan angka tertular paling tinggi. Dan mereka memang kelompok usia yang belum dapat disuntik vaksin covid-19.

Baca Juga : Untuk Belajar Tatap Muka, Selain Vaksin Guru, Hal Apalagi Yang Sangat Perlu Disiapkan?

Oleh karena itu, beberapa daerah kemudian memutuskan untuk menghentikan PTMT untuk sementara. Misalnya terjadi di Purbalingga dan Jepara. Pada dua daerah ini bahkan diusulkan agar PTMT SD tidak dilaksanakan sama sekali, sebelum pandemi  ini berakhir.

Hal yang sama diberlakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di daerah ini, uji coba PTMT untuk SD tidak dilakukan, mengingat hingga kini vaksinasi hanya diperuntukkan bagi masyarakat berusia di atas 12 tahun.

Data-data ini hendaknya menjadi pertimbangan  serius bagi sekolah-sekolah yang saat ini sedang bersiap menyelenggarakan PTMT. Pembelajaran tatap muka terbatas di tengah pandemi adalah dilema yang serius.

Meskipun kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi aktif mendorong agar sekolah menyelengarakan PTMT terbatas namun idealnya, tatap muka dilakukan setelah pandemi usai. Meskipun demikian hingga kini, tidak ada satupun negara yang tahu, kapan pandemi ini akan berakhir.

Foto:liputan68.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of