Depoedu.com-SD Tarakanita 3 Jakarta menggelar kegiatan pelatihan bersama Kementerian HAM yang bertajuk “Sekolah Ramah HAM: Mulai dari Kita, Mulai dari Sekarang”. Acara yang berlangsung pada Jumat, 5 Juni 2026 ini menghadirkan narasumber utama, Bapak Giyanto, yang menjabat sebagai Direktur Penguatan Kapasitas HAM Masyarakat, Komunitas, dan Pelaku Usaha.
Pelatihan ini diikuti oleh seluruh peserta didik dan didampingi para guru. Kehadiran Bapak Giyanto beserta tim, memberikan perspektif mendalam mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai hak asasi manusia sejak dini di lingkungan pendidikan. Sekolah diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan saling menghormati.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan formal, melainkan sebuah langkah nyata untuk menghidupkan kembali nilai-nilai karakter Cc5 Tarakanita. Bagi peserta didik, pelatihan ini membentuk mereka menjadi “Agen Perubahan” kecil yang tahu cara menghargai dirinya sendiri dan orang lain sebagai sesama ciptaan Tuhan yang mulia.
Adapun pengembangan nilai-nilai karakter bagi peserta didik melalui pelatihan tersebut adalah:
1) Murid belajar untuk empati dan peduli terhadap teman-temannya. Mereka dilatih untuk tidak melakukan perundungan (bullying), merangkul teman yang kesepian atau berbeda, serta berani membela teman yang haknya dilanggar atau diperlakukan tidak adil.
2) Murid belajar menghargai dan mensyukuri keberagaman yang ada di sekitar mereka. Mereka merayakan perbedaan sebagai sebuah keindahan, bukan perpecahan, serta bersyukur karena dapat belajar di sekolah yang aman dan menghargai martabat mereka sebagai anak.
Baca juga : Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Mutu Pendidikan di Indonesia
3) Murid menjadi cakap dan cerdas dalam berkomunikasi. Mereka tahu apa saja hak-hak yang mereka miliki (seperti hak berpendapat dan merasa aman) sekaligus paham akan kewajiban mereka untuk menghormati hak orang lain.
4) Murid memiliki keberanian dan keteguhan hati pada diri untuk berkata “tidak” pada kejahatan atau kekerasan. Sesuai jargon “Mulai dari Kita”, murid berkomitmen menjaga perilakunya sendiri agar selalu jujur, adil, dan menghargai orang lain kapan pun dan di mana pun.
5) Murid diajak untuk menyalurkan ekspresi dan pendapat mereka secara kreatif dan positif, misalnya melalui pembuatan poster sekolah ramah anak, puisi tentang perdamaian, atau menyelesaikan perselisihan dengan teman melalui musyawarah kreatif tanpa kekerasan fisik/verbal.
6) Murid sadar bahwa mereka adalah bagian dari satu keluarga besar di sekolah. Nilai ini melatih mereka untuk bekerja sama tanpa membeda-bedakan suku, agama, atau kemampuan, sehingga tercipta lingkungan kelas yang inklusif, rukun, dan saling mendukung.
Dalam sesinya, Bapak Giyanto memaparkan tentang makna HAM dan contoh-contoh sederhana yang dapat dipraktikkan oleh peserta didik. Makna HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Baca juga : Usulan Arah Kebijakan Pendidikan Berdasarkan Hasil TKA Tahun Ajaran 2025/2026
HAM merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Contoh HAM sederhana antara lain, hak bersekolah, hak bermain, dan hak merasa aman di sekolah.
Selanjutnya, dipaparkan pula ajakan untuk peserta didik terlibat dalam peran menjadi pelopor HAM, yaitu; (1) mengajak teman untuk peduli terhadap sesama dan tidak melakukan diskriminasi, (2) menggunakan media sosial dengan bijak untuk menyebarkan pesan positif tentang HAM, dan (3) menjadi generasi kritis dan berani menyuarakan HAM dengan cara yang santun.
Paparan yang menarik dengan beragam metode, dan adanya sesi menonton film Si Kecil Amara semakin menambah antusias peserta didik dalam mengikuti pelatihan. Setelah selesai pemaparan dan menonton film, para peserta melakukan sesi tanya jawab.
Dengan terlaksananya pelatihan ini, SD Tarakanita 3 Jakarta menegaskan komitmennya untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi muda yang humanis, cerdas, dan berkarakter sesuai semangat Tarakanita.
