Festival Mahasiswa Baru & Pelajar Indonesia 2021: Mencapai Aktualisasi Diri dan Menggapai Potensi

Event
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Sejutacita Indonesia merupakan sebuah startup pendidikan berbasis aplikasi yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan pelajar di seluruh Indonesia dalam mencari kegiatan produktif serta kesempatan yang dapat mengasah kemampuan, terutama dalam kemampuan soft skills.

Sejutacita merevolusi pengalaman cara belajar para pelajar di Indonesia melalui berbagai kegiatan seperti; Lomba, Beasiswa, dan Webinar.

Kali ini, Sejutacita Indonesia menyelenggarakan Festival Mahasiswa Baru dan Pelajar Indonesia (FMBPI), acara anak muda terbesar Indonesia tahun ini. Menghadirkan  pembicara yang keren seperti Nadiem Makarim, Najwa Shihab, Jovial da Lopez, Sandiaga Uno dan pembicara lainnya.

Baca Juga: Belajar Bersosial Media Dari Tiga Tokoh Muda

Webinar akan terbagi dalam 3 hari, yakni dari Jumat-Minggu pada tanggal 27,28, dan 29 Agusuts 2021. Setiap harinya akan terbagi 4 sesi, dari pukul 13.00-20.15.

Sesi pertama, menghadirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makariem. Sesi ini bertajuk “Masa Depan Tanpa Batas: Mencapai Aktualisasi Diri dan Menggapai Potensi melalui Strategi Perkuliahan yang Tepat”, dengan  moderator Andika Sudarman, CEO dan Founder Sejutacita Indonesia.

Pandangan Nadiem Makarim terhadap potensi anak muda

Dalam opening speech, Nadiem menjelaskan bahwa anak muda memiliki potensi yang “limitless”, semua hidupnya ada di depan dia. Anak muda bisa mengambil resiko yang jauh lebih besar, dan mempunyai “resilience” yang jauh lebih besar, karena ketika mereka gagal mereka akan terus berusaha.

Ia mengakui bahwa potensi anak muda di Indonesia terutama usia-usia pelajar dan mahasiswa itu besar, dan ini menjadi salah satu alasan mengapa ia menerima tawaran dari Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Pendidikan, dan Kebudayaan. Ia merasa mau dan mampu untuk mendukung anak muda di Indonesia untuk meraih kesuksesannya masing-masing.

“Posisi ini saya terima karena saya cinta dengan negara ini (mencintai Indonesia), tapi yang lebih penting lagi adalah saya percaya dengan kapabilitas anak muda kita,” ungkap Nadiem dalam pembukaan FMBPI.

Baca Juga: Achieve Your Best Self Through Education

“Setiap kali saya berinteraksi dengan anak muda, ada potensi yang luar biasa. Tidak hanya sebatas dari CV dan Resume, atau bahkan secara akademis, dari IPK yang bagus, tetapi  anak muda menciptakan berbagai macam gerakan, start-up, suatu hasil karya yang menunjukkan Indonesia memiliki anak-anak muda dengan kreativitas yang tak terbendung” tambah Nadiem.

Walau kreativitas pemuda itu penting, namun baginya peran institusi pendidikan juga menjadi perhatian baik itu dalam mendidik, dan menjadi tempat para pelajar Indonesia untuk mengenyam pendidikan. Institusi inilah yang mendidik para pelajar Indonesia, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

“Kreativitas ini bisa diredupkan kalau institusi pendidikan dan masyarakat, tidak mendukung kreativitas itu. Ini merupakan suatu resiko yang perlu ditanggung bagi kedua belah pihak,” jelas Nadiem.

Tips dalam mengasah kreativitas

Kreativitas adalah hal yang sangat natural di dalam benak anak-anak, tapi ada perbedaan yang signifikan yang membedakan anak muda ini. Ada yang hanya mengutarakan ide saja, dan ada anak-anak muda yang berani berusaha melakukan dan mewujudkan hal yang mereka upayakan.

“Semua orang pasti punya ide. Ide itu murah. Yang mahal itu ketika melaksanakan, mewujudkan atau mengimplementasikan ide tersebut,” ucap Nadiem mengenai orang muda.

Berikut ada beberapa tips dalam mengasah kreativitas ala Nadiem;

  1. Berani untuk mengambil langkah pertama, dan menerima resiko kegagalan.

Nadim menjelaskan bahwa dalam setiap peristiwa gagal, pasti ada pembelajaran bermakna yang dapat diraih. Selama kita berani dalam mengambil langkah pertama, ini menjadi suatu pencapaian yang berarti bagi diri kita. Ini menjadi suatu kemajuan yang membawa kita menjadi diri yang lebih baik.

“Dari kegagalan dan proses kita mencoba sesuatu lalu gagal, itulah proses pembelajaran yang bermakna,” ucap Nadiem

  1. Persepsi tentang resiko dan kegagalan harus berubah.

Ia menjelaskan bahwa resiko dan kegagalan itu merupakan suatu karunia, bukan menjadi suatu kutukan, bukan menjadi suatu aib yang harus kita sesali.

“Lebih banyak kita mengalami kegagalan, kita mendapat karunia dengan resiko yang kecil, karena kita lebih banyak waktu untuk memperbaiki dan mencoba hal baru,” tegas Nadiem.

Kita juga perlu menambah pengetahuan dari orang yang kita anggap lebih sukses daripada kita. Membuat kita lebih paham ternyata mereka juga pernah mengalami kegagalan yang sama seperti yang kita alami saat ini.

Baca Juga: Bagaimana Kabar Keberhasilan Gerakan Literasi Di Sekolah Kita?

Dengan membagi pengetahuan, kita menjalin interaksi. Ketika relasi bertemu dengan potensi akan menjadi pengalaman kolaborasi, pengalaman kerja sama, dan kita menjadi lebih memahami bagaimana berkomunikasi yang efektif, hal ini akan mengarah kepada hasil kerjasama yang memuaskan.

Terakhir, jangan pernah menyalahkan situasi ataupun kondisi yang terjadi di luar kita, karena keputusan atau peristiwa yang terjadi itu ada di luar kendali dan kontrol kita, yang bisa kita kontrol adalah diri kita sendiri.

“Apapun yang kita lakukan, kesulitan yang kita lalui, perlu mengambil tanggung jawab sepenuhnya terhadap diri sendiri,” himbau Nadiem.

  1. Membaca 

“Dunia yang possible akan menjadi besar dengan membaca, dan dari situ kita akan mendalami konsep secara mendalam dan mendapat inspirasi,” tegas Nadiem mengenai pentingnya membaca.

Nadiem menjelaskan bahwa, sebagai anak muda, aktivitas membaca jangan hanya dilakukan karena buku itu kelihatan keren, sehingga dilihat sebagai orang yang berbobot, hanya ingin sekedar pamer, namun tidak memiliki ketertarikan terhadap bacaan itu.

Dengan begitu kita mengarah kepada pemaksaan diri. Mestinya, kita memilih untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, pembaca seumur hidup.

Mulailah baca buku yang kita sukai. Dengan membaca apapun yang kita sukai, kita perlahan menjadi pembaca seumur hidup, dan juga pembelajar sepanjang hayat.

“Apabila ingin menjadi pembelajar sepanjang hayat, fokuslah kepada bacaan yang disukai, walaupun komik sekalipun, karena dari pilihan yang kita ambil, akan muncul kesempatan lain yang akan mengembangkan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik,” tutup Nadiem.

Baca Juga: Kejengahan Literasi Sekolah

Sebagai closing statement, Nadiem Makarim menjelaskan bahwa sudah banyak kesempatan yang terbuka bagi para anak muda Indonesia, baik itu secara internal, maupun eksternal. anak muda didorong untuk memanfaatkan kesempatan-kesempatan itu dengan baik.

Para pelajar juga mempunyai peluang untuk memanfaatkan program-program yang tersedia di Program Merdeka Belajar, yang digagas oleh Kemendikbud.

Terakhir, ia juga meminta tolong kepada seluruh anak muda Indonesia untuk tidak merasa takut dalam mengambil resiko dan mendengarkan kata hati.

“Di dalam dunia kita sekarang, kebisingan ada di mana-mana. Apalagi di media sosial, pertemanan secara digital yang sudah berubah format menjadi koneksi sosial kita. Ada berbagai macam bisikan yang akan menuntun kita ke berbagai macam arah.

Namun  tetap ujungnya kalau kita tidak mendengarkan hati kita sendiri, kita tidak menemukan jati diri kita, dan akan sangat sulit untuk sukses dan bahagia di waktu yang bersamaan,” tutup Nadiem.

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments