Depoedu.com-Di era teknologi saat ini, cara kita mengkonsumsi informasi telah berubah. Dulu, membaca buku adalah cara utama bagi kita untuk mendapatkan pengetahuan, namun kini menonton video menjadi kebiasaan sehari-hari banyak orang, untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan.
Dengan kedua cara ini kita sama-sama mendapatkan pesan, pengetahuan, namun cara kerja membaca dan menonton video berdampak secara berbeda pada struktur serta fungsi otak manusia. Kini banyak orang lebih memilih menonton video untuk memperoleh informasi dan pengetahuan karena lebih menarik daripada membaca.
Peluang ini dilihat oleh inovator yang kemudian menciptakan aplikasi seperti youtube yang diikuti inovasi ekonomi seperti adsense. Temuan tersebut selanjutnya menciptakan ekosistem ekonomi baru, yang kemudian melahirkan profesi seperti youtuber dan podcaster, yang bekerja memproduksi informasi, pengetahuan dan mengambil manfaat dari peluang ekonomi baru ini.
Ekosistem ekonomi baru ini tidak hanya menarik tetapi sangat menjanjikan secara ekonomi sehingga penulis-penulis beken dan berpengaruh seperti Rhenald Kasali yang sebelumnya aktif menulis, beralih menjadi podcaster. Portal-portal online yang tadinya menyajikan tulisan-tulisan serius seperti Kumparan dan Seword beralih juga menjadi podcaster.
Perubahan ini menjadi tantangan yang sangat serius bagi perkembangan peradaban manusia. Oleh karena itu, tulisan ini mencoba mengajak pembaca untuk melihat bagaimana otak bekerja pada saat membaca dan menonton video, serta cara bijak mengembangkan keduanya agar tetap berdampak baik bagi perkembangan peradaban. Berikut uraiannya.
Cara kerja yang berbeda
Ketika kita membaca buku, yang dilihat adalah deretan huruf dan kata-kata. Otak harus bekerja secara aktif; menerjemahkan simbol tersebut menjadi makna, menyusun gambaran di dalam pikiran, membayangkan suasana serta menghubungkan gagasan yang sudah ada menjadi gagasan dan pemahaman baru.
Kecepatan membaca dapat diatur oleh diri sendiri. Kita bisa berhenti sejenak untuk merenung, atau mengulang kalimat yang belum kita mengerti. Proses ini menjadikan membaca sebagai kegiatan yang melatih daya berpikir dan membentuk pemahaman baru terkait bacaan yang kita baca.
Sebaliknya saat menonton video, informasi sudah disajikan lengkap dalam bentuk gambar bergerak, suara, musik dan teks. Otak menerima gambaran yang sudah jadi sehingga tidak perlu berusaha keras membayangkan sesuatu. Penyerapan informasi terasa lebih mudah dan cepat namun lebih pasif.
Kecepatan penyerapan informasi dan pengetahuan pun ditentukan oleh pembuat konten video. Dengan demikian, untuk memahaminya kita harus mengikuti alur tersebut, sesuai dengan keinginan konten kreatornya. Maka keduanya berdampak secara berbeda bagi otak manusia.
Baca juga : Peran Bimbingan Konseling untuk Optimalisasi Kemampuan Akademik dan Metakognitif
Dampak membaca buku bagi otak
Kebiasaan membaca memicu banyak proses penting di otak yang menjadi cikal bakal proses berpikir, proses belajar dan proses khas manusia lainnya sebagai berikut;
- Mengasah imajinasi dan kreativitas
Karena tidak ada gambar yang disajikan, otak dipaksa menciptakan gambarannya sendiri. Otak melakukan ini dengan menggabungkan gambaran yang pernah ada, dengan gambaran baru yang dilukiskan oleh penulis dalam tulisan yang dibaca.
Oleh karena itu, setiap pembaca dapat memiliki gambarannya sendiri, tokoh sendiri, atau tempat yang berbeda-beda, sesuai dengan kekayaan gambaran yang telah tersimpan dalam memori otaknya.
- Meningkatkan kemampuan berbahasa
Membaca memperluas perbendaharaan kata dan pemahaman, serta melatih kita untuk menyusun kalimat dengan baik dan runtut. Semakin banyak membaca, perbendaharaan atau kosa kata maupun pemahaman kita akan semakin kaya.
- Melatih konsentrasi dan fokus pada sesuatu hal
Membaca buku membutuhkan daya tahan, konsentrasi, ketenangan, dan fokus dalam waktu yang lama terhadap sebuah topik. Hal ini memperkuat kemampuan otak untuk fokus, tanpa mudah teralihkan pada topik yang lain.
- Membangun pengertian dan empati
Penelitian menyimpulkan bahwa membaca kisah fiksi membuat bagian otak yang terhubung dengan empati pada perasaan orang lain menjadi lebih aktif. Maka kita akan terlatih menjadi lebih peka terhadap apa yang dirasakan oleh orang lain.
Dampak menonton video bagi otak
Seperti membaca, menonton video juga memiliki kelebihan tersendiri namun ada hal yang perlu menjadi perhatian kita.
- Mempermudah pemahaman hal yang rumit
Sesuatu yang sulit dijelaskan lewat tulisan seperti cara kerja mesin, cara kerja organ tubuh seperti jantung, atau paru-paru, bisa menjadi sangat mudah dimengerti jika dapat ditampilkan lewat gambar bergerak.
- Memperoleh informasi dengan cepat
Video dapat membantu kita untuk dalam waktu singkat bisa memahami pokok bahasan, tertentu karena informasi tersebut diterima melalui dua indera sekaligus, yaitu mata dan telinga.
- Resiko menurunkan ketahanan kemampuan konsentrasi dan fokus
Konten video yang cepat berubah-ubah, diiringi dengan suara membuat otak terbiasa menerima rangsangan yang datang secara terus-menerus. Lama kelamaan kegiatan yang tenang, tidak dinamis seperti membaca bisa terasa membosankan, tidak menarik dan menjadi lebih sulit dilakukan.
- Ingatan yang mudah hilang
Karena ketika menonton video otak lebih pasif mengolah informasi, informasi dan pengetahuan yang didapat tidak tersimpan di memori jangka panjang otak. Maka informasi tersebut seringkali hanya tersimpan sebentar, jika tidak diulang atau dipelajari kembali.
Cara menggunakan keduanya dengan seimbang
Dari uraian tadi, nampak bahwa baik membaca buku maupun menonton video, keduanya sama-sama dibutuhkan. Tidak ada cara yang lebih baik atau lebih buruk. Membaca atau menonton video diperlukan untuk tujuan masing-masing. Membaca tetap diperlukan karena banyak fungsi otak berkembang melalui membaca tetapi menonton video juga diperlukan. Tinggal dijaga keseimbanganya, antara lain dengan cara sebagai berikut :
- Mengetahui tujuan terlebih dahulu
Jika ingin memahami cara kerja sesuatu, melihat proses kejadian, atau sekedar mendapatkan gambaran umum, mulailah dengan menonton video. Namun jika ingin memperoleh pemahaman sesuatu secara mendalam, mencari makna yang lebih mendalam, atau melatih daya pikir, maka utamakan membaca buku.
- Atur proporsi penggunaan waktu yang sesuai
Buat jadwal sederhana agar tidak berlebihan dalam salah satu kegiatan. Misalnya berikan waktu 60 menit setiap hari untuk untuk membaca buku dengan tenang. Selain itu, batasi waktu menonton video misalnya 30 setiap hari sesuai dengan kebutuhan. Hindari menonton video berjam-jam tanpa jeda.
- Gabung kedua aktivitas untuk hasil terbaik
Pada saat membaca sebuah topik, bisa disertai dengan menonton video sebagai pengantar atau sebagai cara memperoleh penjelasan tambahan. Atau sebaliknya, tonton video singkat mengenai sebuah topik untuk mendapatkan gambaran dasar, lalu lanjutkan dengan membaca buku terkait untuk mendapatkan pemahaman rinci dan pemikiran yang lebih luas.
Sebaliknya, setelah membaca topik yang lebih rumit, kita bisa mencari video penjelasan mengenai topik yang sama agar lebih memperdalam pemahaman kita tentang topik tersebut.
- Pilih tontonan dan bacaan yang bermutu
Hindari menonton atau membaca topik-topik yang tidak bermutu. Sebaliknya, pilih video dan bacaan yang menambah wawasan. Kualitas tontonan dan bacaan kita akan sangat menentukan perkembangan cara berpikir dan kreativitas kita.
- Berikan waktu istirahat bagi otak
Baik saat membaca ataupun menonton, buatlah jeda sejenak setelah 30-45 menit untuk mengistirahatkan mata dan otak kita. Ini membantu otak untuk menyimpan apa yang dipelajari dan menyegarkan kembali otak untuk memulai kembali dalam kondisi otak yang lebih segar.
Itulah uraian tentang perbedaan serta dampak dari kegiatan menonton video maupun membaca buku terhadap perkembangan otak. Hingga kini, membaca buku adalah sarana terbaik untuk memperdalam pemahaman, memperluas wawasan dan melatih kecerdasan batin serta kreativitas kita.
Sementara menonton video juga berguna untuk mempelajari hal praktis, melihat kenyataan secara langsung atau mendapatkan gambaran umum secara cepat. Apabila keduanya dipadukan dengan tepat dan seimbang, kedua kegiatan ini akan menjadi alat yang sangat ampuh untuk terus menambah pengetahuan sekaligus menjaga kemampuan otak agar tetap tajam dan sehat.
Yang dikhawatirkan adalah, kenyamanan menonton video membuat kita meninggalkan aktivitas membaca, padahal perkembangan peradaban dan ilmu pengetahuan kita sangat ditentukan oleh kebiasaan membaca kita. Hidup menuntut kita untuk belajar sepanjang hayat dan membaca adalah salah satu modalitas terpenting.
Foto: IDN Media
