Tujuh Ciri Orang Cerdas yang Dapat Dikenali Tanpa Melalui Tes Psikologi

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Hingga sekarang kita menempatkan seseorang dalam kelompok orang cerdas jika orang tersebut, berdasarkan hasil tes IQ, memperoleh skor di atas 111 hingga 120. Ini adalah tes untuk mengukur intelegensi, atau kecerdasan akademik seseorang.

Di atas capaian skor ini, masih ada yang lebih cerdas, yaitu jika mencapai skor 120 hingga 130. Orang yang mencapai skor tes ini digolongkan sebagai orang dengan kecerdasan superior.

Di atas orang dengan kecerdasan superior ini, masih ada lagi orang yang disebut jenius, jika hasil tes IQ-nya di atas 131.

Baca Juga: Delapan Tanda Orang Tua Menghargai Anak Dan Dampaknya Pada Pertumbuhan Anak

Biasanya cara lain untuk mengenali mereka adalah melalui raihan prestasi akademik di sekolah. Atau kemampuan mereka dalam mempelajari bahasa. Orang cerdas biasanya punya kemampuan luar biasa dalam hal belajar bahasa. Oleh karena itu, mereka dapat menguasai lebih dari tiga bahasa.

Belakangan, penelitian para ahli Psikologi mengenali kecerdasan lain pada manusia, yakni kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual. Bahkan terkait kecerdasan akademik atau intelegensi pun kemudian  dikenali bahwa ternyata semua anak cerdas. Namun, cerdas dalam hal yang berbeda-beda, yang dikenal dengan multiple intelligences.

Dan orang-orang cerdas ini dapat dikenali melalui ciri-ciri tertentu, yang dapat kita amati,  ketika mereka berinteraksi dengan orang lain, tanpa harus melalui tes psikologi, sebagaimana dilansir pada laman insider seperti berikut ini.

Mudah beradaptasi

Orang cerdas biasanya sangat fleksibel dalam beradaptasi dengan kerumitan. Penelitian Psikologi menemukan bahwa orang cerdas memiliki kemampuan mengubah perilakunya sendiri, agar dapat beradaptasi secara sangat efektif.

Menyadari keterbatasan pribadi

Ciri lain dari orang cerdas adalah mereka cepat menyadari bahwa mereka memiliki keterbatasan, ketika memasuki situasi baru.  Ini membuat mereka dengan cepat belajar, oleh karena itu cepat beradaptasi.

Studi klasik tentang ciri ini misalnya dilakukan oleh Justin Kruger dan David Dunning, yang menemukan bahwa orang yang kurang cerdas biasanya melebihkan kemampuannya. Ini menyebabkan mereka lebih lambat beradaptasi

Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi

Orang cerdas lebih mudah terpesona oleh hal yang dianggap remeh oleh orang kebanyakan. Rasa ingin tahu inilah yang menuntun mereka lebih antusias untuk mencari tahu segala sesuatu di sekitar mereka, sehingga akumulasi pengetahuan mereka lebih cepat dan lebih banyak, dibandingkan dengan orang pada umumnya.

Berpikir terbuka

Ciri lain yang sangat menonjol adalah selalu terbuka pada ide dan peluang baru. Mereka menerima dan mempertimbangkan ide, pandangan yang lain, dan terbuka untuk solusi alternatif.

Para psikolog mengatakan bahwa dengan memiliki nilai yang lebih inklusif, orang cerdas akan berpikiran lebih terbuka, dan selalu berupaya untuk mencari sudut pandang alternatif.

Memiliki pengendalian diri yang lebih baik

Orang cerdas biasanya memiliki kemampuan mengendalikan impuls dengan merencanakan, mengelola goal, mengeksplorasi strategi alternatif.

Mereka pun mempertimbangkan dengan cermat sebelum memulai sesuatu yang baru. Para psikolog telah menemukan kaitan antara pengendalian diri dan kecerdasan.

Memiliki selera humor yang tinggi

Ciri lain dari orang cerdas adalah memiliki selera humor yang tinggi. Oleh karena itu mereka lebih mampu menerima situasi yang sulit dalam hidup. Mereka bahkan dapat menertawai diri mereka sendiri.  Inilah yang membuat mereka cepat mencapai keseimbangan ketika ada kesulitan atau tekanan dalam hidup.

Memiliki empati yang tinggi

Kecerdasan membuat seseorang mampu merasakan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh orang lain. Itulah empati.  Mereka peka menangkap kebutuhan dan apa yang orang lain rasakan, kemudian melakukan tindakan yang diperlukan.

Oleh karena itu para psikolog mengatakan, empati merupakan komponen inti dari kecerdasan emosional.

Inilah tujuh ciri orang cerdas yang dapat kita amati dalam interaksi kita, tanpa harus menjalani tes psikologi tertentu.

Baca Juga:

Baca Juga: Penelitian Harvard Menyimpulkan 7 Cara Parenting Membentuk Otak Anak Menjadi Cerdas

Pada awalnya kecerdasan adalah potensi. Sebagai potensi mungkin baru ada satu atau dua ciri muncul ketika berinteraksi. Namun ketika potensi itu bertemu dengan lingkungan pendidikan yang menumbuhkan, ciri-ciri lain bisa terus bertambah, bahkan hingga menjadi tujuh ciri.

Ketika hal ini terjadi, orang seperti itu, dapat menjadi sumber saluran rahmat bagi hidup bersama di lingkungan tersebut.

Foto: netralnews.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of