Urgensi Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis bagi Anak

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Berpikir kritis merupakan salah satu soft skill yang wajib dimiliki oleh anak sejak kecil. Maka dari itu, penting bagi anak untuk mengetahui cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

Berpikir kritis merupakan sebuah proses di mana anak harus membuat penilaian yang masuk akal, logis, dan dipikirkan secara matang. Ketika berpikir kritis, anak  tidak hanya menerima semua argumen dan kesimpulan begitu saja, tapi juga mempertanyakan validitas dari argumen dan kesimpulan tersebut.

Secara singkat, berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpikir secara jernih dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau apa yang harus dipercaya. Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi strategis yang mulai dituntut sekarang ini seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dunia kerjapun menuntut seseorang untuk berpikir kritis karena disinilah seorang individu dihadapkan pada berbagai macam masalah dengan proses penyelesaian masalah yang harus cepat. Hal ini menjadi penting karena kemampuan berpikir kritis.

Baca Juga: Apa Antisipasi Mentri Pendidikan Agar Asesmen Nasional Dapat Mendorong Peningkatan Mutu Pendidikan?

Agar seorang anak mampu berpikir kritis tidaklah mudah. Selainmemerlukan proses yang berkesinambungan juga harus didukung oleh lingkungan yang membentuk seorang anak untuk mampu berpikir kritis. Dan proses yang berkesinambungan itu harus dimulai sejak anak usia dini.

Usia dini merupakan masa menanamkan karakter pada anak sehingga tumbuh kebiasaan yang baik dan optimal. Perkembangan anak usia dini yang meliputi moral agama, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni perlu dikembangkan secara maksimal.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengatakan, salah satu kebutuhan anak-anak Indonesia adalah kemampuan berpikir kritis. Nadiem ingin anak- anak Indonesia dapat memahami dan mempertanyakan, tidak hanya menghafal dan menerima informasi.

“Salah satu kebutuhan utama anak Indonesia di tengah perubahan global saat ini adalah kemampuan berpikir kritis,” kata Nadiem dalam acara virtual bertajuk “Hari Anak Nasional (HAN) 2021”, Jumat (23/7/2021).

Baca Juga: Delapan Indikator Persiapan Pembembelajaran Tatap Muka

“Anak-anak kita harus bisa memahami bukan hanya menghafal, harus bisa mempertanyakan bukan hanya menerima,” imbuh dia. Eks CEO Go-jek ini mengatakan, membaca buku merupakan salah satu cara menumbuhkan kemampuan berpikir kritis.

Selain itu, menurut dia, membaca buku juga dapat menghindarkan anak Indonesia dari risiko learning loss selama pandemi. Nadiem mengajak seluruh anak Indonesia terus membaca buku yang mereka sukai. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email “Salah satu cara terbaik untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis adalah dengan membaca,” ucap dia. 

Salah Satu Cara Tingkatkan Kualitas Pendidikan Selain itu, Nadiem mengajak anak-anak yang masih harus melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) tetap sabar di tengah pandemi ini. Tak lupa, ia mengimbau peserta didik yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) agar tetap taat protokol kesehatan Covid-19.

“Tetaplah disiplin menjalankan protokol kesehatan. dan tidak kalah penting jangan lupa untuk terus membaca,” kata dia. Lebih dalam untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada anak perlu dilakukan inovasi pembelajaran.

Baca Juga: Kabar Dari Sekolah, Catatan Pendidikan Pada Hari Pendidikan Nasional, Tahun 2021

Dengan pembelajaran yang inovatif diharapkan  anak menjadi pribadi pemikir kritis yang dapat dilihat dari ketrampilannya menginterpretasi, menganalisis, mengevaluasi.

Mereka juga diharapkan memiliki kemampuan menyimpulkan, menjelaskan apa yang  dipikirkannya dan membuat keputusan,  menerapkan kekuatan berpikir kritis pada dirinya sendiri, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis terhadap  pendapat-pendapat yang dibuatnya.

Latihan berpikir kritis dimulai dengan mengajak anak untuk mengeksplorasi, memecahkan masalah, mengekspresikan idenya merupakan kegiatan-kegiatan yang mengasah kemampuan berpikir kritis anak.

Pemerintah pada prinsipnya telah memfasilitasi kemampuan berpiir kritis anak melalui kegiatan pembelajaran saintifik, tematik integratif dan autentik asesmen.

Pemerintah peduli bahwasannya berhubungan dengan anak usia dini tidak saja menumbuhkan kecerdasan kognitif saja tetapi bagaimana menumbuhkan pribadi yang cerdas, dan berkarakter.

Foto: educenter.id

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of