Delapan Indikator Persiapan Pembembelajaran Tatap Muka

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Sekolah-sekolah kembali diperbolehkan melakukan kegiatan belajar tatap muka mulai bualan April 2021 dengan sejumlah persyaratan. Di antaranya adalah menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

Pada masa penularan virus corona belum sepenuhnya terkendali seperti sekarang, pelaksanaan pembelajaran tatap muka harus dipersiapkan secara matang oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dinas pendidikan, sekolah, dan instansi terkait lain, agar tidak justru memunculkan klaster penularan baru.

Sejumlah pemerhati sosial menilai kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) mendesak untuk segera dilakukan. Hal ini guna menghindari anak Indonesia dari kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar (learning loss).

Baca Juga: Ini Jadwal Imsakiyah Dan Buka Puasa Selama Bulan Ramadhan 1442 H. Di Jabodetabek

Dia menjelaskan, PJJ mendorong anak untuk bisa dengan mudah dan kreatif mengeksplorasi pengetahuan. Sementara, PTM akan membantu manifestasinya

Melihat hal ini Menteri Pendidikan Nadiem Makarim menegaskan, satuan pendidikan wajib memberikan pilihan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas setelah guru dan tenaga kependidikan menerima vaksin lengkap.

Menurut Nadiem, pelaksanaan PTM tidak perlu menunggu hingga tahun ajaran baru mendatang. Namun jika semua guru dan tenaga kependidikan di suatu sekolah sudah menerima vaksin lengkap, bisa mencoba melaksanakan PTM.

Baca Juga: Menyempurnakan Kebahagiaan Di Hari Yang Fitri Dengan Memaafkan Orang Yang Kita Benci

SKB 4 Menteri menurut Nadiem, pembelajaran tatap muka terbatas tetap mewajibkan seluruh warga satuan pendidikan untuk menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Ada 8 poin penting yang perlu dilaksanakan saat pembelajaran tatap muka dilaksanakan, antara lain:

  1. Kondisi kelas di jenjang SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, MI dan program kesetaraan: jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik perkelas. SDLB, MILB, SMPLB, MTsLB. SMLB, MALB jaga jarak 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas. PAUD maksimal 5 peserta didik per kelas. Satuan pendidikan juga bisa memanfaatkan ruang terbuka sebagai tempat PTM terbatas.
  1. Jumlah hari dan pembagian rombel. Jumlah hari dan jam pembelajaran tatap muka terbatas dengan pembagian rombongan belajar (rombel) ditentukan satuan pendidikan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan.
  2. Perilaku wajib di seluruh lingkungan satuan pendidikan. Menggunakan masker kain 3 lapis atau masker sekali pakai/bedah yang menutupi hidung, mulut sampai dagu. Masker kain digunakan setiap 4 jam atau sebelum basah atau lembab. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan. Menjaga jarak minimal 1,5 meter tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman dan cium tangan.
  1. Kondisi medis warga satuan pendidikan. Semua warga satuan pendidikan yang mengikuti PTM harus dalam kondisi sehat. Jika mengidap penyakit penyerta harus dalam kondisi terkontrol.
  2. Kantin. Pada masa transisi atau dua bulan pertama, kegiatan di area kantin tidak diperbolehkan. Warga satuan pendidikan disarankan membawa makanan atau minuman dengan menu gizi seimbang. Sedangkan pada masa kebiasaan baru, kantin boleh beroperasi dengan tetap menjaga protokol kesehatan.
  3. Kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler Pada dua bulan pertama, olahraga dan ekstrakurikuler di sekolah tidak diperbolehkan. Namun disarankan tetap melakukan aktivitas fisik di rumah.
  4. Kegiatan selain pembelajaran di lingkungan sekolah. Selama masa transisi tidak diperbolehkan ada kegiatan selain pembelajaran. Seperti orangtua menunggu peserta didik di satuan pendidikan, istirahat di luar kelas. Pertemuan orangtua dengan peserta didik, pengenalan lingkungan satuan pendidikan dan sebagainya. Pada masa kebiasaan baru, dua kegiatan ini diperbolehkan dengan tetap menjaga protokol kesehatan.
  1. Pembelajaran di luar lingkungan satuan pendidikan Kegiatan guru kunjung diperbolehkan dengan tetap menjaga protokol. Berita pembelajaran tatap muka ini tentu menjadi informasi yang membahagiakan bagi siswa, guru, dan orangtua. Karena meski proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) sudah berjalan cukup lama, PJJ seperti kehilangan daya tarik bagi siswa.

Baca Juga: Sembilan Tips Berpuasa Sehat Di Bulan Suci Ramadan

Sudah banyak guru yang mencoba lebih kreatif dalam menerapkan PJJ melalui berbagai aplikasi daring, tapi daya tarik siswa tetap belum begitu terlihat ada perkembangan signifikan.

Semoga di bulan April 2021, semua guru, siswa, dan orangtua bisa tersenyum bahagia ketika menikmati kembali pembelajaran tatap muka. Sungguh penantian yang berharap pada kenyataan.

Foto: baliexpress.jawapos.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of