Apa Kata Jack Ma tentang Presiden Joko Widodo?

Tokoh
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com: Dari kisah hidupnya, kita  boleh menggolongkan Jack Ma sebagai pekerja keras dan tekun. Biasanya, pribadi seperti Jack Ma adalah pribadi yang sabar pula. Mereka akan menempuh cara apapun untuk mencapai apa yang mereka tuju. Dan sebelum tujuan mereka tercapai, mereka belum mau berhenti.

Pribadi seperti ini memang pribadi yang luar biasa. Mereka adalah orang yang sedang berjuang untuk mengubah hidup mereka sendiri.

Namun menurut Jack Ma, ada pribadi lain yang lebih hebat lagi. Pribadi tersebut bekerja lebih keras, bekerja dengan jujur, bukan untuk dirinya, melainkan benar-benar untuk kepentingan orang lain.

Semakin ia bekerja keras, capaiannya semakin tidak dihargai. Ia bahkan dihujat, dihina. Apa yang ia capai pun bukan cuma  dianggap capaian yang penting, tetapi juga dianggap tidak berharga. Orang yang Jack Ma maksud adalah Presiden Joko Widodo.

Menurut Jack Ma, seperti dikutip oleh Blog Suwung, ia sering mengamati postingan lawan politik Joko Widodo di sosial media. Walaupun begitu buruknya hujatan, tetapi Joko Widodo tidak pernah menanggapi dengan serius. Joko Widodo terus bekerja.

Baca juga: Barrack Obama, Politisi Sukses Yang Sayang Keluarga 

Menurut founder Alibaba ini, dengan kekuasaan di tangannya, ia dapat memberangus para pengritik dan penghujatnya. Namun ia tidak melakukan itu, melainkan tetap fokus bekerja. Kata Jack Ma, jika ini terjadi di Tiongkok, para penghujat itu sudah mati di depan regu tembak.

Lanjut Jack Ma, ini bukan karena Presiden Tiongkok tidak suka dikritik, tetapi integritas dan reputasi seorang presiden harus dijaga. Mencintai presiden adalah bagian dari mencintai negara.

Katanya, di Tiongkok kita tidak bisa membiarkan orang seenaknya menghujat presiden, hanya karena ia tidak sependapat dengan pemerintah yang sedang berkuasa.

Menurutnya, kalau itu dibiarkan, maka kehormatan sebagai bangsa akan hancur, dan dampaknya kalau terus dibiarkan, akan lahir generasi pembenci.

Menurut Jack Ma, tampaknya ada ketidakberesan psikis pada jiwa orang-orang seperti ini. Jika orang suka meletupkan kebencian dengan kata-kata dan bersandiwara seolah-olah sedang dizolimi, maka itu menandakan mereka tidak bahagia.

Biasanya orang-orang tersebut pun menganggap dirinya sempurna, dan orang lain banyak cacatnya. Maka ketika orang lain lebih unggul, mereka menyikapi dengan kemarahan. Sebetulnya arah kemarahan tersebut adalah kepada diri sendiri, karena tidak mampu menjadi seperti orang lain.

Baca juga: Lee Kuan Yew, Pemimpin Yang Tegas Dan Ayah Yang Demokratis

Mereka kemudian menutupi kekurangan mereka dengan topeng agama, selalu bicara spiritual, mendengarkan khotbah, namun tidak mengurangi rasa tidak bahagia.

“Maka Bahasa Tionghoa menyebut bahagia dengan kata Kai Xin. Kai artinya buka, Xin artinya hati, kalau digabung menjadi buka hati. Artinya, orang yang terbuka hatinya, hidupnya akan lapang. Dihujat, difitnah, itu tetap tidak berpengaruh,” jelas Jack Ma.

“Hati yang terbuka, berdamai dengan kenyataan, dan semakin mendekat pada yang Kuasa. Itulah orang bahagia. Mungkin manusia yang paling bahagia itu Presiden Joko Widodo,” lanjutnya.

Analisa ini bisa benar, namun bisa juga salah. Yang mengetahui hati Presiden Jokjo Widodo sesungguhnya adalah Presiden Joko Widodo sendiri.Yang jelas, Presiden Joko Widodo adalah pribadi yang sabar, rendah hati, dan sejauh ini, masih berani dan jujur.

Kita doakan Presiden Joko Widodo tetap menjadi presiden yang sabar, rendah hati, berani, jujur dan adil, bukan cuma selama ia berkuasa, namun hingga ia mengakhiri hidupnya di dunia, sehingga ia menjadi pantas dikenang sebagai guru bangsa dalam hal kesabaran, kerendahan hati, keberanian, kejujuran, dan keadilan.

Sumber foto: entrepreneur.bisnis.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of