Son Heung-Min: Tetap Merendah Walau di Puncak

Tokoh
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Di usia yang ke-27, pesepakbola Son Heung-Min tengah menikmati puncak karirnya bersama klub Tottenham Hotspurs. Selain menjadi tulang punggung Spurs pada musim 2019/2020 dengan torehan 9 gol dan 7 assist di semua kompetisi, ia adalah satu-satunya pemain Asia dalam daftar 100 pesepakbola terbaik dunia versi majalah Four Four Two yang dirilis awal tahun ini.

Penghargaan sebagai pesepakbola Asia terbaik tahun 2019 pun seolah meresmikan dirinya sebagai icon baru persepakbolaan Asia, menggantikan para pendahulunya seperti Shinji Kagawa, Keisuke Honda, atau Park Ji-Sung.

Dengan capaian 51 gol dalam 151 laga dan satu kali runner-up Liga Champions Eropa bersama Spurs, satu medali emas Asian Games bersama Korea Selatan, serta sejumlah prestasi individu termasuk nominasi Ballon d’Or tahun 2019, sulit menyangkal kebintangan pemain yang berposisi sebagai penyerang sayap tersebut.

Baca Juga: Satu Lagi Pemain Sepak Bola Jebolan Sekolah Khusus Olahragawan Ragunan Berkarier di Eropa

Dengan segudang prestasi yang dimilikinya, tidak sulit untuk membayangkan Son sebagai sosok yang diidolakan oleh banyak orang. Meski demikian, kesuksesan di atas lapangan ternyata bukan satu-satunya hal yang menjadikan Son layak menyandang predikat tersebut. Oleh publik, Son juga dikenal sebagai sosok yang kharismatik di luar lapangan.

Baru-baru ini misalnya, nama Son kembali menjadi buah bibir setelah dirinya dikabarkan mengikuti wajib militer di negaranya, Korea Selatan. Meski hanya melakukan kewajibannya sebagai warga negara, Son tetap dibanjiri oleh pujian dari publik.

Secara khusus, banyak yang bersimpati karena Son masih mau mengabdi untuk negara, walau telah menikmati kehidupan mewah sebagai pesepakbola. Sebelumnya, ia juga pernah mengikuti wajib militer pada tahun 2018.

Kesaksian terkait sifat langka yang dimiliki oleh Son juga datang dari dua rekan setimnya, yaitu pelatih Mauricio Pochettino dan bek tengah Jan Vertongen. Keduanya sama-sama memuji kualitas Son baik di dalam maupun luar lapangan, sambil menyatakan kekaguman atas kerendahan hati yang dimilikinya.

Dalam sebuah wawancara pada Oktober 2019, Jan juga mengaku bahwa Son membawa aura positif ke dalam ruang ganti Spurs, karena dirinya tidak pernah berhenti tersenyum. “Dia berbaur dengan semua orang dan Anda tahu mengapa, (karena) dia pemain hebat,” tutur Jan.

Selain itu, Son juga beberapa kali menarik simpati publik karena kebaikan-kebaikan yang ia tunjukkan kepada orang-orang di sekitarnya. Pada November 2019 misalnya, ia menangis ketika tidak sengaja mencederai pemain Everton, Andre Gomes, lalu meminta maaf dan mendedikasikan gol yang ia cetak pada pertandingan selanjutnya untuk sang lawan.

Baca Juga: Pelatih Sepak Bola Di Pecat Karena Timnya Menang Terlalu Banyak

Tak lama setelahnya, ia pun tersorot kamera sedang menggunakan dua tangan untuk memayungi kepala seorang maskot laki-laki dari air hujan saat upacara jelang pertandingan melawan Sheffield United.

Meski berhasil meraih kesuksesan sebagai pesepakbola, Son menunjukan sikap yang tak banyak dijumpai pada pemain-pemain lain di level yang sama. Hasilnya, ia dihormati oleh lawan dan dicintai oleh kawan, termasuk oleh jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Semoga kisahnya menjadi pengingat bagi kita semua untuk tetap merendah walaupun telah mencapai puncak. (Foto: gramho.com)

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of