Sri Sultan Hamengkubuwono X Akan Luncurkan Model Pendidikan Karakter Khas Kejogjaan

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan meluncurkan Program Pendidikan Baru yakni Program Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) yang akan berlaku di seluruh jenjang pendidikan mulai dari Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga jenjang Perguruan Tinggi.

Hal ini disampaikan oleh Sutrisna Wibawa, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di Yogyakarta kepada wartawan. Ini menjadi langkah strategis bagi Pemda untuk merevitalisasi pendidikan karakter di sekolah sehingga menjadi berbasis kearifan lokal, sehingga perilaku generasi muda berpedoman pada tata nilai budaya Jawa.   

Rencananya program ini akan diluncurkan pertama kali pada 4 Mei 2026 di Yogyakarta oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. Ini adalah upaya Pemerintah Daerah memperkuat pembentukan karakter generasi muda berbasis nilai budaya lokal, sebagai fondasi utama menghadapi pengaruh global. 

Inisiasi program PKJ ini bermula dari pidato pengukuhan Doktor Honoris Causa Sri Sultan Hamengkubuwono ke X di Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2019. Pada kesempatan tersebut Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan perlunya pendidikan berbasis budaya dan pendidikan diberi ‘roh kejogjaan’. 

Baca juga : Bagaimana Siswa Menggunakan Artificial Intelligence Dengan Benar Dalam Proses Belajar Untuk Menunjang Perkembangan Diri?

“Pada saat itu, beliau menguraikan tiga filosofi utama yang menjadi ‘roh kejogjaan’ yakni Hamemayu Hayuning Bawana (harmoni dengan alam), Sangkan Paraning Dumadi (tujuan hidup) dan Manunggaling Kawula Gusti (kesatuan hamba dan pencipta),” kata Ketua Dewan Pendidikan Provinsi DIY ini. 

Kata Sutrisna Wibawa, pidato tersebut kemudian menjadi inspirasi utama bagi tim kolaborasi antara Dewan Pendidikan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, yang baru mulai menyusun konsep PKJ pada tahun 2020. Hasil kerja tim ini, dilanjutkan implementasi uji coba di 100 lembaga pendidikan, dan evaluasi secara bertahap, sejak tahun 2022.

Evaluasi hasil uji coba yang dilakukan sejumlah sekolah menunjukkan capaian yang positif. Pengukuran perubahan karakter setelah implementasi tersebut, dengan menggunakan skala 1 hingga 5 menghasilkan rata-rata nilai 4,1. Hasil uji coba ini termasuk dalam kategori sangat baik. 

Konsep Utama PKJ

Konsep utama PKJ dilandasi oleh tiga filosofi yakni hamemayu hayuning bawana yang menekankan harmoni antar manusia, alam dan Tuhan. Sangkan paraning dumadi mengajak manusia memahami tujuan hidupnya dan manunggaling kawula-Gusti mengajak manusia menghayati persatuan dengan penciptanya. 

Baca juga : Bagaimana Mengupayakan Rapat Guru yang Kondusif untuk Pengembangan Sekolah?

Tiga filosofi ini kemudian dijabarkan menjadi lima nilai utama yakni hamengku, hamangku, hamengkoni; mangasah-mingising budi; memasuh-bumi; sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh, pamenthagin gandhewa, pamenthenging cipta; dan golong gilig. 

Dalam implementasi, PKJ tidak berdiri sebagai mata pelajaran tersendiri, melainkan akan terintegrasi dengan mata pelajaran terkait yang sudah ada seperti Seni Budaya, Sejarah, Bahasa Jawa dan ekstra kurikuler. Fokusnya pada karakter seperti 5S, adab bicara, adab busana, dan pengenalan Sejarah Budaya Yogyakarta. 

Tujuan utama PKJ adalah pembentukan ekosistem sekolah yang mendukung pembentukan manusia dengan karakter khas Yogyakarta. Melalui PKJ diharapkan terbentuknya manusia berbudi pekerti luhur, berkarakter, dan bertanggung jawab. 

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments