Angkatan Muda Adonara Jakarta Ikut Sharing Jurnalistik

Event
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Untuk menumbuhkan semangat menuangkan ide atau gagasan secara lisan maupun tertulis Angakatan Muda Adonara (AMA) Jakarta, Sabtu (14 November 2020) mengikuti cerita pengalaman (sharing) di sekretariat AMA Jakarta, Jl. Teluk Betung, Jakarta Pusat.

Sharing ini menghadirkan dua wartawan sebagai nara sumber, Ferdinand Lamak (jusrnalis bidang properti), Konrad Mangu (Redpel Depoedu, media pendidikan) dihadiri 20-an anggota AMA Jakarta.

AMA Jakarta, adalah wadah yang menghimpun anak muda asal Adonara yang bekerja atau mahasiswa-mahasiswi di Jabodetabek. Kelompok ini telah berusia 10 tahun yang memiliki program pengembangan diri dan ketrampilan.

Baca Juga: Iklim Keluarga Dan Sekolah Kita Tidak Mendidik Anak Kita Mandiri

Turut hadir Hendrikus Hali Atagoran, SH, mantan ketua AMA Jakarta yang didaulat selalu mendampingi kelompok ini. Pelatihan ini merupakan kedua kalinya diberikan Ferdinand Lamak, wartawan senior kelahiran Lembata, Flores ini.

Setelah sharing dari Ferdinand Lamak dan Konrad Mangu, peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar dunia jusrnalistik. Pertanyaan kemudian dijawab kedua nara sumber Ferdi Lamak dan Konrad Mangu.

Baca Juga : Mengapa Harus Kuliah?

Ferdinand Lamak mengatakan menulis memerlukan latihan yang terus-menerus, termasuk perlunya latihan melakukan wawncara dengan nara sumber. “Orang menjadi lebih terampil melewati proses latihan maka jangan berhenti belajar,’’ katanya.

Konrad Mangu mengatakan hal senada, bahwa menulis adalah proses mengungkapkan gagasan atau ide secara teratur baik lisan maupun tulis. Jika sekali menulis lalu hasil tulisan ditolak media tertentu, sebaiknya tidak boleh putusasa. “Anda perlu mencari di mana letak kesalahan dalam menulis dan memperbaikinya,’’ kata Konrad Mangu.

Hendrikus Hali Atagoran SH, mantan ketua AMA Jakarta mengatakan meskipun pernah menjadi wartawan di bawah asuhan Ferdinand Lamak ia mengaku terus menerus untuk belajar dan memperbaiki tulisan sehingga lebih baik.

Baca Juga : Pengembangan Karakter Dalam Pembelajaran Jarak Jauh, Mungkinkah?

Berbagai pertanyaan mengemuka yang dijawab tuntas Ferdi Lamak dan Konrad Mangu. Ferdi Lamak kemudian menjelaskan tentang cara menghimpun materi selanjutnya ditulis dalam bentuk berita. Ia menyebut dalam berita yang sederhana memuat kualifikasi 5W dan 1 H. Untuk mendapatkan keterangan seorang wartawan memiliki kemampuan wawancara dengan nara sumber yang akan menghasilkan jenis tulisan berita, opini dan feature.

Ferdi Lamak dan Konrad Mangu menceritakan pengalaman masing-masing setelah menjadi wartawan di sejumlah media cetak dan online. Ditekankan selain memiliki keterampilan secera teknis melakukan wawancara juga merangkai kalimat dari data atau fakta yang sudah diperolehnya.

Baca Juga : Mahasiswa, Apa Prioritasmu?

Ferdinad Lamak memberikan enam tips menulis artikel mulai dari menentukan materi tulisan, tujuan penulisan, merencanakan penulisan, mulai menulis selanjutnya melakukan editing berita yang telah ditulis.

Ketua AMA Jakarta Rofinus Liba Ola mengatakan kegiatan ini sangat positif bertujuan membangun serta mengembangkan kemampuan dalam bidang jurnalistik. Ia berharap kegiatan seperti ini menurut rencana akan dilanjutkan masa masa mendatang.

AMA Jakarta memberikan perhatian terhadap minat orang muda khususnya dalam bidang jurnalistik. Kini, tercatat dua orang anggota AMA (mantan) saat ini telah bergabung di media di Jakarta. Semoga ini menjadi spirit yang baik untuk AMA Jakarta.

Foto : Ferdinand Lamak, Praktisi Media dan Juga Chairman Center for Urban Development Studies (CUDES) / Istimewa.

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of