Pastor Niko Strawen, SVD Berkati Gedung Baru SMARD Lembata

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com: Di usia 87 tahun, tidak banyak perjalanan dilakukan. Berada di RS Bukit sudah merupakan hal yang terbaik. Tetapi pada Selasa, 3 November 2020, ‘tuan niko’ demikian panggilan atas pastor berumur 87 tahun dijemput selanjutnya diantar ke Sekolah Keberbakatan Olahraga San Bernardino.

Di sana, di hadapan 100 peserta yang hadir, pastor asal Chicago memberkati pendirian SKO San Bernardino atau yang disingkat ‘SMARD’.

“Agar pembangunan selanjutnya lancar, maka semangat persatuan di bawah Kristus harus terus dihidupkan”, demikian pastor yang berkarya di Paroki Lerek 23 tahun, 17 tahun di Paroki Boto, dan kini sudah 15 tahun di RS Bukit.

Berkat secara Katolik itu sebelumnya diawali dengan seremoni adat. Maksi Hadung Boleng memimpin upacara dengan mengorbankan seekor babi untuk ritus. Darah dari binatang itu dioleskan di sudut dari bakal bangunan.

Baca juga: Kita Harus Belajar Untuk Menghormati, Ajakan Romo Willy Malim Batuah, CDD.

Sipri Ata Wator dan Yohanes Rukep Keraf dalam Bahasa daerah mengungkapkan doa dan syukur kepada Ina Tana Ekan, Ama Lera Wulan agar melindungi semua proses pembangunan sekolah ini.

Terus Berprestasi

Yos Meran Lagaur, anggota Koker Cabang Lembaga mengungkapkan proses pencarian hingga mendapatkan lokasi kini. Semuanya itu tidak terlepas dari wacana yang sudah dipastikan dalam RPJM Lembata bahwa Gelanggang Olahraga (GOR) bakal didirikan di Lamahora.

Meski demikian, kata mantan Wakil Ketua DPRD Lembata, peralihan GOR mestinya tidak menghentikan usaha yang sudah dimulai. Yos yakin daerah di sekitar SMARD agar cepat ramai.

Koordinator Pengawas SMA Lembata, Benyamin Beda Ruing, S.Pd mengingatkan agar langkah awal SMARD perlu selalu berpijak pada 3 I (iman, imun, dan impas). Memulai sesuatu yang besar butuh iman yang kuat. Apalagi nama yang disandang adalah dua misionaris besar: Pastor Beeker dan Pastor Niko yang masih ada saat itu.

Dengan memulai maka sangat dibutuhkan imun yang berarti daya tahan. Memulai adalah hal yang mudah tetapi meneruskan itu butuh sebuah perjuangan. Dengan bertahan, maka pengaruh (impas) itu akan dengan mudah disebarkan ke orang lain.

Menjawabi kearguan, Marlyn Baok, M.Pd bernarasi tentang prestasi yang bahkan sudah diraih SMARD di usia yang sangat dini. Di tahun pertama dan kedua, guru dan siswa SMARD memperoleh medali emas dan perak di pertandingan Kempo tingkat propinsi.

Meski dari pertandingan itu, ada atlit yang sampai patah tangan, tetapi hal itu tidak menggoyahkan perjuangan. Di tahun pertama, SMARD juga bisa menyelenggarakan Lomba Futsal antar SMP se Lembata. 40 kontingen ikut meramaikan kompetisi tersebut.

Di tahun kedua dan ketiga, SMARD seakan hunjuk gigi. Di tahun kedua, berhasil keluar sebagai ‘runner up’ dalam SMATER CUP yang melibatkan semua SMA se-lembata.

Di tahun ketiga, diraih prestasi juara. “Di tahun kedua saya bilang ke pak Apron, guru olahraga, saya mau juara satu bukan runner up, dan tercapai”, demikian ucap Marlyn disertai gelak tertawa.

Prestasi lain seperti sepak bola Suratin Cup tidak lepas dari campur tangan banyak pihak. Marlyn menyebutkan peran Wilhelmus Senegal Waleng dan Aloysius Nedabang dalam turut memajukan sepak bola siswa dari SMARD.

Baca juga: Mulai Dari Profesi Guru, Mereka Merintis Bisnis Dan Sukses

Tak lupa dia akhir sambutan, dikisahkan tentang 3 siswa SMARD yang telah ikut Latihan paralayang dan telah menjadi atlit paralayang Lembata.

Gelombang Sumbangan Pasir dan Semen

Acara peletakan batu di lokasi sekolah yang tepatnya berada di belakang pasar Lamahora menjadi sangat ramai oleh partisipasi peserta yang ingin menyumbang. Diawali Yohanes Rukep Keraf.

Kepala Bandara Tambolaka (2009 – 2016) dan Kepala Bandara Maumere (2016-2018) memulai ‘lelang’ dengan menyebutkan bakal menyumbang 50 sak semen. Ungkapan Yohanes diikuti sambutan peserta.

Seakan tidak kalah dari abangnya, Laurens Keraf, anggota DPRD dari PAN menyebutkan bakal berkontribusi 10 truk pasir dan 20 sak semen. Lorens mengatakan bahwa saat datang ke lokasi ia rasa prihatin karena tidak ada material apapun yang ada di lapangan.

Karena itu pria asal Waiwejak yang sudah bermukim di Lamahora mengatakan bahwa pemerintah daerah perlu ikut mendukung inisiatif yang telah dilakukan oleh putera dan puteri yang ada di lewopana.

Suara ikut menyumbang terasa kian kuat. Benyamin Beda Ruing ikut menyumbang 30 sak semen. Ia merasa bahwa dengan mendukung SMARD, maka daya tahan dan imas akan terus melangit.

Maksi Hadung Boleng, sebagai orang tua menyatakan bakal menyumbang 5 sak semen. Sipri Ata Wator di akhir, langsung mengungkapkan kesediaan menyumbang 100 sak semen. Sipri yang mengalami suka dan duka hidup susah untuk bersekolah ingin melakukan sesuatu agar bisa mempercepat pembangunan SMARD.

Jalan Bersama

Dalam sambutan online, Robert Bala, Ketua Yayasan Koker Niko Beeker mengungkapkan bahwa ‘umur’ KOKER sangat muda, baru 4 tahun yang jatuh tepat pada 3 November. Namun dalam waktu yang sangat muda ini, Koker ingin berbuat sesuatu secara nyata untuk lewotana.

Menurut Robert, kesepakatan untuk berjalan bersama adalah hal yang baik. Memang kadang jalan itu belum terbentuk, hal mana bisa disaksiakn di lokasi pendirian Gedung SMARD. Belum ada jalan permanen yang menghubungkan sekolah dengan jalan raya.

Tetapi hal itu bukan tantangan. Dengan mengutip penyair Spanyol, Antonio Machado, Robert mengungkapkan bahwa ‘bila tidak ada jalan, teruslah berjalan. Karena dengan berjalan, akan terbentuklah jalan’.

Robert juga menambahkan dengan berjalan bersama, maka kita bisa mendidik putera dan puteri kita agar bisa menjadi Atlit, Berprestasi, Cerdasi, dijiwai, Enterprenurship (ABCDE) hal mana menjadi misi dari SMARD.

Cita-cia seperti itu yang terus digaungkan. Kepada para siswa, pengurus KOKER selalu menginspirasi mereka dengan perjuagan seperti dilakukan pelari asal Etiopia dan Jamaica yang sukses meraih prestasi dunia. Kalau mereka bisa, kita pun bisa.

Baca juga: Forum Podor 1989 Untuk Kemajuan Pendidikan

Acara yang dimulai pkl 09.30 ini diakhiri dengan ramah tama bersama. Para siswa dan guru bersama-sama menyiapkan makan dan minuman untuk dinikmati bersama setelah acara seremonial. Acara pun diakhiri dengan menari bersama.

Pada sore hari, setelah semua acara selesai, Ketua Pengurus Cabang Koker Lembata, Markus Labi Waleng dan Pembina Koker Pusat Polce Ruing, didampingi para guru dan siswa memasang lilin dan berdoa mengucap syukur atas acara yang telah berlangsung.

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of