Forum Podor 1989 Untuk Kemajuan Pendidikan

Event
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.comLarantuka – Pegiat literasi di Kabupaten Flores Timur, Bernadus Tukan mengharapkan Forum Podor 1989 diminta untuk memberikan kontribusi , penilaian, berdasarkan pengalaman profesional, untuk kemajuan pendidikan di tanah air dan Flores Timur pada khususnya.

Hal itu dikemukakan Bernadus Tukan di sela – sela acara puncak Reuni SPG Katolik Podor Larantuka angkatan 1989 bertempat di Emaus, Weri – Larantuka, NTT  ( 5 – 7 Juli 2019). Forum Podor 1989 ini terdiri dari 64 orang guru dan profesi lainnya dari jumlah angkatan 116 peserta didik waktu itu.

Ke-46 guru termasuk yang berprofesi lain itu  sedang bertugas di daratan Flores, Adonara, Lembata, Alor, Timor, Papua, Jakata, Sumatera,  Pangkal Pinang dan sejumlah tempat lain di Indonesia.

Acara dihadri Kepala SMAK Fretaran Podor Larantuka, F. M. Sebastian BHK, staf guru, para guru yang purna tugas, keluarga alumni yang hadir.

Kontribusi menurut Bernad Tukan, menuliskan pengalaman-pengalaman sebagai guru dalam  menjalankan tugas  sebagai guru, diramu, diberi perspektif, dibuat secara sistematis lalu dijadikan naskah-naskah cerdas kemudian disumbangkan kepada sejumlah pihak sebagai sumbangsih terhadap dunia pendidikan.

‘’Refleksi pengalaman itu dinarasikan  sebagai kontribusi bagi gereja  dalam pengalaman berkarya di bidang pendidikan,’’ katanya.

Sebelumya dalam acara sharing pengalaman seorang guru alumni Podor 1989, Agustina Tini Tobing menceritakan pengalamannya bahwa di tempat ia bertugas tidak hanya bertugas sebagai guru yang mengajar di depan kelas saja tapi juga aktif dalam pelayanan di gereja serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Menyinggung tentang politisasi pendidikan, mantan guru SPG Katolik Podor Larantuka ini menegaskan bahwa politisasi bukan hanya di bidang pendidikan tapi juga dibidang lain. Setiap kali ia ceramah di bernagai forum, ia selalu mengatakan, komersialisasi pendidikan, politisasi pendidikan maka mengharapkan pendidikan bermutu di negeri ini hanya sebuah mimpi di siang bolong.

Ketua Lembaga Arsip dan Kajian Budaya ini mengatakan, sebagai pegiat literasi di Flores Timur, ia berusaha mengumpulkan sebanyak-banyaknya semua hal yang tercecer kemudian bisa mewariskan kepada generasi muda.

Reuni SPGK Frateran Podor diawali diskusi di Emaus, tempat pembinaan kaum muda di Weri (5 Juli 2019) kemudian pemberian cendera mata buat lembaga SPGK Frateran Podor yang kini menjadi SMAK Frateran Podor kemudian misa pucak perayaan Ekaristi Kudus dipimpin Pastor R.D Samuel Dosinaen diikuti para angkatan  SPGK Podor serta keluarga juga para pendidik termasuk Kepala SMAK Frateran Podor saat ini, Frater M. Sebastian BHK. @@@

0 0 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments