Guru Tetap Optimis, Kreatif dan Inovatif di tengah Pandemi Covid-19

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com: Pandemi covid-19 masih belum menunjukkan tanda-tanda menghilangnya dari bumi pertiwi. Jumlah orang yang terkonfirmasi positif terus meningkat setiap hari. Hal ini berdampak pada pola hidup dan aktivitas kita terutama yang banyak dialami oleh para guru dan siswa.

Pembelajaran online menjadi sebuah opsi yang wajib dilaksanakan dalam kondisi seperti ini. Pembelajaran online menjadi sebuah sistem baru yang kemudian dijadikan semacam habitus dalam kondisi seperti ini.

Baca Juga: Tiga Cara Menjadi Guru Kreatif

Sebagai sebuah sistem baru, para pelaku pendidikan baik guru, siswa maupun orang tua harus siap untuk menyesuaikan diri agar tercapainya tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien.

Guru sebagai garda terdepan dalam mendesain dan memformat model pembelajaran online tentu saja harus bisa memainkan perannya secara optimal.

Dalam sebuah kesempatan wawancara dengan guru Pendidikan Agama Katolik di SMA Bunda Hati Kudus (BHK), Christian M. Ruoh atau yang sering disapa Pak Chris, beliau banyak menyampaikan perasaan dan juga berbagai macam kendala dalam proses pebelajaran online.

“Ketika pemerintah memutuskan harus mengajar online, perasaan saya adalah cemas, bingung dan agak pesimis. Semuanya terjadi secara tiba-tiba dan saya diharuskan untuk berpikir cepat, kreatif dan inovatif dalam melakukan pembelajaran online.

Hal ini agak sulit bagi saya, apalagi diperhadapkan dengan para murid juga yang tentu tidak siap. Artinya kita semua tidak siap menghadapi peristiwa ini. Tetapi dengan berjalannya waktu, situasi ini kemudian bisa saya tangani dengan baik.

Baca Juga: Ada Apa Dengan Gaya Belajar Anak, Apa Yang Dilakukan Oleh Orang Tua Dan Guru Agar Anak Efektif Dalam Belajarnya?

Artinya segala hal yang baru membutuhkan proses agar bisa terbiasa. Saat ini perasaan saya lebih tenang, nyaman, lebih sabar dan lebih optimis. Ini adalah kunci menghadapi situasi saat ini.

Jika ada problem berusaha untuk menemukan jalan keluar. Menjaga pola hidup supaya dijauhkan dari perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan atau cemas,” ungkapnya.

Sementara itu, berkaitan dengan strategi pembelajaran supaya para siswa tidak merasa jenuh dan bosan, guru yang berasal dari Manado ini memiliki strategi khusus. Apalagi matapelajaran yang diajarinya adalah pendidikan agama dan seni. Tentu sangat membutuhkan kreativitas dan inovasi yang tinggi.

“Saya menggunakan setengah waktu dari jumlah waktu mengajar saya untuk tatap muka secara daring artinya, dari 90 menit waktu yang diberikan saya hanya menggunakan 30-45 menit untuk tatap muka menjelaskan materi atau tanya jawab, quiz dan lain-lain”, jelasnya.

“Sisa digunakan siswa untuk tugas mandiri (bisa dikerjakan sore atau malam). Hal ini juga bertujuan untuk menghemat quota internet mereka. Penting untuk juga memberikan mereka permainan atau quiz (kahoot, quizizz, dll) agar mereka merasa belajar itu seperti sedang bermain dan itu sangat seru untuk mereka”, urainya.

“Penting juga untuk memberikan lelucon segar atau mengajak mereka ngobrol, atau sekedar menyapa mereka supaya mereka juga tahu bahwa kita guru-guru care terhadap mereka”, lanjutnya.

“Penting untuk memberikan respon yang mengajak mereka ingin bertanya dan diskusi, karena suasana diskusi akan membuat kelas jadi aktif. Pengalaman saya ketika kita mengajak mereka berdialog, mereka sangat antusias mengikutinya”, jelas guru agama dan seni ini.

Selalu memberikan apresiasi tentang tugas yang telah mereka buat atau jawaban yang telah mereka berikan. Itu akan membuat mereka merasa diperhatikan dan mereka akan aktif,” tegasnya.

Meski dalam kondisi pandemi seperti ini, beliau tetap optimis dalam menjalankan misi kemuliaannya terutama dalam hal pelayanan di dunia pendidikan. Guru yang dikenal sangat aktif di dunia musik ini juga mempunyai komitmen dan harapan yang tinggi bagi pendidikan di Indonesia kedepannya.

Baca Juga: Tak Hanya Butuh Optimis, Kita Harus Bergerak

“Pentingnya membangun karakter positif dalam menghadapi situasi ini dengan berpikir bersama jalan keluar apa yang bisa kita semua buat. Hal ini akan membantu kita untuk menghadapi situasi ini dengan baik, maju dan berhasil”, jelasnya.

“Para guru jangan suka mengeluh, tetapi berani untuk membuat trobosan baru dalam menghadapi situasi sekarang ini. Penting untuk mendukung pemerintah dalam hal ini bidang Pendidikan agar bisa menemukan metode-metode baru dalam pendidikan online”, harapnya.

“Jangan hanya berani mengkritik, tetapi juga berani untuk memberikan solusi dan dukungan. Kita tidak mau semua ini terjadi dan saya percaya kementerian Pendidikan pasti sudah berusaha untuk membangun terobosan baru untuk menghadapi masa pandemi ini. Walaupun setiap daerah berbeda dalam menanganinya,” tutupnya.

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of