Mengenal Ragam Hewan Sekaligus Ajarkan Cinta Kasih bersama TK Santo Yosef Lahat

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Dengan menggenggam buku dan alat tulis, para peserta didik TK Santo Yosef Lahat mengelilingi lingkungan sekolah untuk menikmati sensasi berada di Kebun Binatang Mini yang dibuat khusus oleh sekolah untuk mereka. 

Khusus untuk tanggal 14 April 2026, TK Santo Yosef Lahat menyulap halaman sekolah menjadi kebun binatang mini yang diisi dengan beragam hewan kecil yang dapat ditemui di sekitar. 

Hewan-hewan tersebut seperti ayam jantan dan betina, burung pleci, burung kutilang, ikan cupang, cacing tanah, ulat bulu, kupu-kupu, capung, kelumang dan kura-kura dan semut rangrang.

Baca juga : Generasi Alpha dan Krisis Fokus: Antara Layar, Algoritma, dan Masa Depan Atensi

Diikuti oleh seluruh peserta didik dimulai dari Kelompok Bermain (KB), TK A dan TK B TK Santo Yosef lahat. Terlihat peserta didik yang menggenggam alat tulis mereka dengan antusias, memperhatikan hewan yang ditampilkan di Saint Joseph’s Mini Zoo ini. Dengan bantuan dari tiap guru, mereka dapat melihat secara jelas hewan-hewan ada di sekitar mereka.

Terlihat pula binar mata penuh antusias dari para peserta didik ketika melihat hewan yang hanya mereka lihat melalui gambar. Beberapa di antaranya bahkan tak sadar ingin mencoba menyentuh hewan-hewan tersebut yang langsung dihalangi oleh para guru.

Pemilihan jenis hewan dalam kegiatan ini dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, baik bagi anak-anak maupun bagi hewan itu sendiri. Nindienny Elisye, S.Pd., selaku koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa tujuan utama mini zoo ini adalah memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik.

“Banyak peserta didik yang hanya tahu hewan-hewan kecil melalui gambar. Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat merasakan pengalaman melihat hewan-hewan ini secara nyata,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nindienny menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan memberikan pemahaman mengenai mana hewan yang berbahaya dan tidak serta bagaimana cara bereaksi saat menemuinya. Juga para peserta didik diajarkan untuk menyayangi hewan tanpa menyakiti atau mengganggu. 

“Terkadang anak-anak merasa semua hewan itu berbahaya sehingga mereka histeris. Di sini kami mengajarkan kasih terhadap hewan sebagai bentuk penanaman keutuhan ciptaan,” tambah Nindienny.

Tak hanya sekedar mengamati, para peserta didik juga diajak belajar literasi dengan cara yang menyenangkan. Mereka diminta membaca nama-nama hewan yang tertera pada plakat  sederhana, mengeja hurufnya, lalu menuliskan kembali nama hewan tersebut di buku masing-masing. 

Baca juga : Menciptakan Manusia yang Humanis dan Kritis, “Tantangan” dalam Dunia Pendidikan

Meski awalnya ada beberapa peserta didik yang merasa asing atau takut, kesabaran para guru dalam memberi penjelasan berhasil membangkitkan keberanian dan rasa ingin tahu mereka.

Sebagai penutup, pihak sekolah berharap nilai-nilai yang diajarkan dalam Saint Joseph’s Mini Zoo ini dapat diteruskan oleh orang tua di rumah. Sekolah mengimbau agar orang tua tidak menakut-nakuti anak terhadap hewan secara berlebihan. 

“Harapannya, orang tua bisa mengenalkan hewan di sekitar rumah secara langsung. Jangan mendoktrin bahwa semua hewan itu menakutkan dan berbahaya agar empati anak dapat tumbuh secara alami,” pungkas Nindienny.

5 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments