Mengapa Lulusan Sarjana Kita Banyak yang Menganggur Pasca Lulus Kuliah ?

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Seorang HR Recruiter menulis pada account instagramnya untuk menjawab pertanyaan yang muncul pada situs Quora tentang mengapa banyak sarjana menganggur pasca lulus  kuliah.

Pertanyaan dari situs Quora tersebut memicu sang HR Recruiter yang belakangan prihatin, untuk menjawab. Ia memang sering menghadapi gejala munculnya sarjana fresh graduate yang tidak matang, pada saat menjalani proses recruitment.

Menurutnya, yang terjadi bukan berkurangnya lapangan pekerjaan. Karena permintaan klien terkait recruitment cenderung meningkat, namun mencari sarjana yang memenuhi kriteria klien, yang sulit.

Dalam account instagramnya ia menulis, saat ini sarjana fresh graduate lulus dengan indeks prestasi tinggi-tinggi. Namun, perusahaan tidak mau memperkerjakan mereka karena tampak tidak matang dan tidak siap bekerja.

Dalam proses recruitment, ketidakmatangan itu telihat misalnya ketika ditanya tentang isi skripsi yang mereka buat. Banyak dari mereka tidak dapat menjawab. Ia menduga, mereka membayar orang untuk menulis skripsi mereka.

Saat ditanyai tentang materi yang menarik saat kuliah, tentang mata kuliah dengan capaian nilai A, mereka tidak mampu menjelaskan. Apalagi, saat ditanya judul buku menarik yang pernah dibaca. Fenomena ini sangat banyak terjadi pada sarjana fresh graduate masa kini.

Baca Juga: Mutu Tenaga Kerja Indonesia, Revolusi Industri 4.0, dan Antisipasi Lembaga Pendidikan

Tidak hanya itu, alasan lainnya, ketika menjalani proses recruitment, mereka jauh dari menampakkan etika dan sopan santun. Ia sering mengalami calon merasa paling pintar, bahkan menggurui.

Di samping itu, tak ada senyum dan antusiasme saat proses, juga saat diminta menjawab pertanyaan tentang mengapa melamar pekerjaan pada perusahaan tersebut. Mereka juga tampak tidak mempelajari perusahaan maupun job description untuk pekerjaan atau posisi yang hendak mereka masuki.

Jawaban ini langsung ramai ditanggapi oleh netizen, baik di instagram maupun di twitter. Di twitter bahkan unggahan ini menjadi viral karena di-retweet tujuh ribu kali dan di-like sebanyak 21 ribu kali.

Dari respon netizen yang saya pantau, banyak netizen; calon sarjana dan sarjana fresh graduate merasa tertohok. Harusnya, tidak hanya mereka, kementrian pendidikan dan jajarannya menjadi pihak yang paling tertohok, karena merekalah yang menjadi penyebab salah urus dunia pendidikan kita.

Disain ulang sistem pendidkan kita

HR Recruitment adalah salah satu simpul penting keterhubungan antara sekolah dengan dunia kerja. Mereka ikut memproses dan mengantar seorang fresh graduate memasuki dunia kerja.

Di satu pihak mereka bertanggung jawab untuk memastikan seorang fresh graduate mampu berkontribusi untuk pengembangan perusahaan. Di pihak lain, kualitas calon yang direkrut bermacam-macam, tergantung mutu pendidikan mereka.

Baca Juga: Skill Mana yang Paling Dicari Pemberi Kerja Saat Merekrut Karyawan?

Menggunakan kriteria yang dikehendaki klien, mereka bekerja melakukan seleksi terhadap pelamar yang kualitasnya beragam tadi, untuk memilih yang terbaik. Dengan demikian, bisa dikatakan, mereka tahu persis mutu lulusan lembaga pendidikan kita.

Oleh karena itu, apa yang mereka katakan penting untuk diperhatikan, bahkan dapat menjadi titik tolak untuk membenahi lembaga pendidikan kita. Bertolak dari temuan yang diungkap para HR recruiter, sekolah perlu mendisain ulang orientasinya.

Harus diakui bahwa hingga saat ini, orientasi sekolah masih seputar menyiapkan murid untuk ujian. Maka tekanannya masih seputar upaya penguasaan konten. Itu pun terbatas pada domain kognitif tingkat rendah.

Sementara yang dibutuhkan oleh dunia kerja adalah lulusan yang memiliki soft skills seperti kreativitas, kemampuan komunikasi, kemampuan untuk membaca dan merumuskan masalah serta memecahkan masalah. Dunia usaha pun membutuhkan lulusan yang memiliki daya tahan dan kemampuan untuk keluar dari tekanan.

Di samping itu, diperlukan pula lulusan yang memiliki skill bekerja dalam team. Karena dalam pertumbuhannya, perusahaan selalu dihadapkan pada masalah yang penyelesaiannya memerlukan banyak keahlian spesifik.

Mudah-mudahan cetak biru sistem pendidikan Indonesia, yang sedang disiapkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim menyentuh problem pendidikan yang maha penting ini. (Foto: kumparan.com)

0 0 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
4 Comments
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca Juga: Mengapa Lulusan Sarjana Kita Banyak yang Menganggur Pasca Lulus Kuliah ? […]

trackback

[…] Baca Juga: Mengapa Lulusan Sarjana Kita Banyak yang Menganggur Pasca Lulus Kuliah ? […]

trackback

[…] Baca Juga: Mengapa Lulusan Sarjana Kita Banyak yang Menganggur Pasca Lulus Kuliah ? […]

trackback

[…] Baca Juga: Mengapa Lulusan Sarjana Kita Banyak yang Menganggur Pasca Lulus Kuliah ? […]