Kasus Pertama dalam Sejarah Pendidikan di Indonesia, Guru Tewas Dianiaya Murid

DEPO Peduli
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Baru terjadi dalam sejarah pendidikan di Indonesia, seorang guru tewas dianiaya murid SMA. Kejadian ini terjadi di SMAN I Torjun, Kabupaten Sampang, Kamis, 1 Februari 2018. Seperti dilansir Detik News, kasus ini berawal dari proses belajar mengajar, di kelas mata pelajaran Seni Rupa.

Seperti dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangera, “Pada saat proses belajar mengajar di ruangan, HI tidak fokus mengikuti pengajaran dan justru mengganggu teman-teman dengan mencoret lukisan teman-temannya. Kemudian korban menegur murid tersebut, namun tak dihiraukan. Murid tersebut malah menjadi-jadi mengganggu teman-temannya. Akhirnya korban menindak murid itu dengan mencoret bagian pipi pelaku dengan cat lukis. Murid tidak terima dan memukuli korban”, ujar Frans Barung menjelaskan.

Kantor berita Antara melansir versi yang berbeda dari kejadian tersebut. Saat itu HI tertidur di dalam kelas. Ahmad Budi Cahyono pun menghampiri yang bersangkutan dan mencoret wajah HI dengan tinta. HI tidak terima dan langsung memukul Budi, mengenai bagian pelipis wajahnya. Budi tidak membalas. Ia mengalah atas perlakuan muridnya. Namun aksi tidak hanya sampai di situ. Seusai pulang sekolah, HI menghadang Budi di jalan raya Jregik dan kembali menganiaya sang guru tersebut. Sesampai di rumah, Budi tiba-tiba pingsan dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Sutomo Surabaya. Hasil diagnose dokter menyebutkan bahwa yang bersangkutan mengalami mati batang otak, yang menyebabkan semua organ dalam tidak berfungsi.

Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) menyesalkan penganiayaan guru tersebut dan mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut. “FAGI menyesalkan penganiayaan terhadap guru SMAN I Torjun, Sampang, Madura, Ahmad Budi Cahyono oleh oknum murid yang menyebabkan korban meninggal dunia”, tulis ketua FAGI Iwan Hermawan, melalui akun facebooknya.

Data tentang kasus kekerasan di sekolah semakin sering terjadi. Riset yang dilakukan oleh Plan Internasional tentang kekerasan di sekolah di lima negara termasuk Indonesia, melaporkan bahwa kasus kekerasan di sekolah di Indonesia lebih tinggi, yakni 84%, dibandingkan di Vietnam dan Nepal, sebesar 79%. Kasus-kasus itu terdiri dari kasus kekerasan seksual, kasus bullying, dan kasus kekerasan dari guru terhadap murid. Ini menunjukkan ekskalasi yang terus meningkat. Dari kasus bullying antar murid menjadi kasus kekerasan seksual antar murid, menjadi kasus kekerasan guru terhadap murid, dan kasus kekerasan guru terhadap murid. Dua bulan yang lalu, beredar video seorang murid dipukul bertubi-tubi oleh guru. Guru yang harusnya mengajarkan tindakan non-kekerasan pada murid justru menjadi pelaku tindak kekerasan terhadap muridnya.

Kasus SMAN I Torjun, Sampang menunjukkan ekskalasi yang mengkhawatirkan. Guru dianiaya murid hingga tewas. Ini gejala apa? Oleh karena itu kasus ini harus dicermati oleh pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan pendidikan; Kepala Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan dan Menteri Pendidikan. Penanganan kasus ini harus dijadikan momentum untuk menelusuri hingga ke akar masalahnya. Biasanya penanganan kasus kekerasan di sekolah berhenti pada penanganan gejala. Selain itu, Menteri Pendidikan dan jajarannya harus bekerja segera guna mendorong perubahan pendidikan, agar tidak terjadi kasus serupa di daerah lain di Indonesia. (Sipri Peren / Foto: Surya.co.id)

Sebarkan Artikel Ini:

2
Leave a Reply

avatar
2 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Kasus Pertama dalam Sejarah Pendidikan di Indonesia, Guru Tewas Dianiaya Murid […]

trackback

[…] Baca Juga: Kasus Pertama dalam Sejarah Pendidikan di Indonesia, Guru Tewas Dianiaya Murid […]