Depoedu.com-Mengelola emosi dalam kehidupan sehari- hari sangatlah penting karena situasi ini dapat membantu setiap individu untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi sehari-hari.
Sesuai dengan pembelajaran Kurikulum Merdeka, yang juga memiliki aspek penilaian Kompetensi Sosial Emosional (KSE), diharapkan peserta didik mampu memahami langkah-langkah pengelolaan sosial dan emosional dengan tepat sesuai dengan prosedur yang ada.
Mata pelajaran Seni, khususnya seni musik, dapat membantu peserta didik mengembangkan kemampuan percaya diri, mengelola emosi, dan fokus dalam proses pembelajaran melalui dua KSE yakni Kesadaran Diri dan Pengelolaan Diri.
Setiap manusia pasti pernah mengalami ”galau”. Hal tersebut merupakan masalah psikologis yang dapat terjadi pada siapa saja. Galau diartikan sebagai pikiran yang kacau. Galau juga bisa diartikan sebagai perasaan tidak nyaman akan suatu kejadian.
Atau dapat didefinisikan sebagai keadaan di mana seseorang merasa bingung dengan masalah yang sedang dihadapi dan tidak dapat menentukan apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikannya. Selain itu disebutkan juga perasaan ketika seseorang merasa terkekang oleh situasi tertentu dan tidak mampu untuk mendapatkan kebebasan, disebut sebagai galau.
Dari berbagai pengertian tersebut dapat disimpulkan galau adalah perasaan bingung yang timbul akibat memikirkan suatu masalah secara berlebihan yang berdampak besar pada kondisi mental seseorang, sehingga menyebabkan ketidakstabilan, ketidaknyamanan, dan kecemasan.
Perasaan galau sering dialami seorang remaja secara mendadak. Yang menjadi penyebab utama remaja mengalami kegalauan adalah ketidaksiapan dalam menghadapi masalah yang harus diselesaikan.
Sehingga kegalauan seseorang dapat dilihat dari ekspresi emosionalnya. Hal ini juga berdampak pada karakter seseorang terutama peserta didik tingkat SMP yang masih menginjak usia labil.
Pendidikan seni merupakan salah satu aspek yang berperan penting dalam membentuk karakter dan keterampilan siswa. Salah satu peran seni dalam bidang musik adalah media ungkapan kesenian, musik mencerminkan kebudayaan masyarakat setempat.
Seni secara umum merupakan hasil dari cipta, rasa, dan karsa manusia yang diwujudkan dalam bermacam-macam sarana. Sedangkan musik berarti hasil pengolahan dari suara manusia membunyikan melodi yang beraturan sehingga membentuk harmonisasi nada yang indah dan enak untuk dinikmati.
Jadi secara harfiah seni musik merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia yang diwujudkan dalam olahan suara, melodi, harmoni, ritme, vokal, dan tempo.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:602), Musik adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara diutarakan, kombinasi dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai keseimbangan dan kesatuan, nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan (terutama yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu).
Alunan musik yang berisi rangkaian nada dan sekumpulan ilusi yang berjiwa serta mampu menggerakkan hati para pendengarnya, yang disebut dengan ekspresi.
Ekspresi adalah ungkapan yang timbul secara alami sesuai dengan keadaaan yang sedang terjadi melalui musik. Perlu diketahui jika musik memiliki bermacam-macam jenis genre yang telah tercipta sesuai dengan karakter musisi dan memiliki keindahan sendiri.
Jenis-jenis genre antara lain seperti Pop (populer), Dangdut, Reggae, Keroncong, Campursari, Rock, Blues, dan Jazz. Masing-masing genre mengungkapkan ekspresi dan maknanya dengan ciri khas yang sangat unik.
Baca juga : Kemeriahan Carolus Day 2024, Kolaborasi Seni dan Kreativitas Siswa
Contohnya dalam musik pop yang identik dengan musik yang mudah diingat, mudah dihafal dan disukai semua kalangan karena bentuk, ritme dan melodi yang sederhana. Musik pop juga dapat mengekspresikan diri seseorang terhadap sesuatu yang disenangi sehingga akan membuat perasaan hati seseorang menjadi lebih tenang, relax.
Begitu juga dalam bermusik, sesuai dengan nilai KSE Pengelola Emosi secara tidak langsung, pemain musik atau penyanyi sangat memerlukan sebuah ekspresi untuk membuat para penonton ikut merasakan dan terhanyut dengan suasana musik yang sedang dialunkan.
Ketika pemain musik atau penyanyi tidak menggunakan ekspresi dalam pertunjukannya, akan menimbulkan sikap ketidaktertarikan dan membuat penonton merasa jenuh dengan musik yang dialunkan.
Sikap ini selalu ada di dalam kehidupan seseorang dengan bermacam- macam masalah yang terjadi. Terkait dengan psikologi, musik memiliki banyak fungsi dan peran dalam kehidupan seseorang, seperti fungsi musik untuk hiburan. Namun suasana hati seseorang baik bahagia maupun sedih bergantung pada pendengar.
Yang pasti, musik dapat memberi semangat pada jiwa yang galau, lelah, resah dan lesu. Apalagi bagi seseorang yang sedang jatuh cinta, musik seakan-akan dapat menjadi kekuatan untuk menyemangati perjalanan cintanya.
Sebagai hiburan, musik dapat memberikan rasa santai dan nyaman atau penyegaran pada pendengarnya. Terkadang ada saat pikiran kita sedang risau, serba buntu, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dengan mendengarkan musik, segala pikiran yang tadinya tidak ada semangat menjadi kembali segar.
Di samping sebagai hiburan, musik juga dapat menyembuhkan depresi pada setiap orang, terbukti musik dapat menurunkan denyut jantung. Ini membantu menenangkan dan merangsang bagian otak yang terkait ke aktivitas emosi dan tidur.
Musik juga dapat mengatasi sumber penyakit, meskipun tidak dengan segera. Sebagai contoh, bila kita memperdengarkan sebuah rekaman musik kepada penderita gangguan depresi, mereka dapat menikmati musiknya atau dapat merasakan perubahan suasana hati, namun sifatnya hanya sementara.
Hasilnya mungkin akan berbeda jika mereka dilibatkan secara aktif dalam serangkaian aktivitas musik yang dirancang secara khusus. Musik juga memiliki kekuatan mempengaruhi denyut jantung dan tekanan darah sesuai dengan frekuensi, tempo, dan volumenya.
Makin lambat tempo musik, denyut jantung semakin lambat dan tekanan darah menurun. Akhirnya, pendengar pun terbawa dalam suasana santai, baik itu pada pikiran maupun fisik.
Musik adalah sebuah karya seni, sebuah karya seni dapat dikatakan bahwa ia memiliki unsur keindahan atau estetika di dalamnya. Melalui musik kita dapat merasakan keindahan nilai-nilai baik melalui melodi ataupun dinamika.
Sedangkan musik untuk hiburan berfungsi untuk membantu kita dalam menghilangkan stres yang sedang dihadapi sesuai dengan KSE Kesadaran Diri. Karena musik merupakan salah satu sarana atau media untuk mengurangi emosi yang sedang dirasakan.
Musik tentunya adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan kita, karena setiap orang pasti senang mendengarkan musik. Musik ternyata bersifat terapeutik dan bersifat menyembuhkan.
Musik menghasilkan rangsangan ritmis yang ditangkap oleh organ pendengaran dan diolah di dalam sistem syaraf tubuh dan kelenjar pada otak yang mereorganisasi interpretasi bunyi ke dalam ritme intreal pendengar. Ritme intral ini mempengaruhi metabolisme tubuh manusia sehingga prosesnya berlangsung dengan lebih baik.
Metabolisme yang lebih baik akan mengakibatkan tubuh mampu membangun sistem kekebalan yang lebih baik dan dengan sistem kekebalan yang lebih baik tubuh menjadi lebih tangguh terhadap kemungkinan serangan penyakit.
Baca juga : Tuntutan Dunia Kerja dan Antisipasi Gen Z
Setiap manusia diberi kesempatan untuk menghirup udara segar di dunia. Sebagian besar manusia memiliki tujuan hidup masing-masing, dalam tujuan hidupnya manusia pasti akan mengalami sebuah masalah dalam kehidupannya.
Salah satu kehidupan itu adalah kehidupan emosi remaja. Hal ini sering merepotkan orang tua. Luapan dalam bentuk emosi atau perbuatan jelas merupakan luapan karena kesal, jengkel, marah, iri hati, merasa tidak disayang, tidak dihargai, dan tertekan.
Suatu keinginan yang menimbulkan gejolak emosi tidak dapat terpenuhi, akan mengecewakan, memunculkan rasa sedih, dan menimbulkan dorongan untuk memaksakan keinginan.
Musik sangat berperan bagi kehidupan manusia terutama pada kehidupan remaja. Hal ini telah terbukti bahwa musik akan memberi pengaruh terhadap ekspresi emosional remaja pada saat memiliki masalah seperti yang dikatakan Paul Ekman (2013:56)
Rasa marah, sedih, takut, benci, dan senang itu ditandai oleh perubahan-perubahan berbeda dalam detak jantung, keringat, temperatur kulit, dan aliran darah. Dengan mendengarkan musik, remaja akan terbantu dalam menghadapi masalah.
Semakin sering mendengarkan atau memainkan alat musik dalam waktu yang lama, seseorang semakin dapat merasakan kenyamanan. Maka tidak heran jika setiap saat remaja tidak akan terlepas dari yang dinamakan musik. Musik memiliki begitu banyak genre yang mendukung sesuai dengan suasana hati seseorang dalam setiap masalah yang dihadapi.
Remaja mengakui bahwa musik adalah hiburannya maka jika di dunia tidak ada musik dunia akan terasa hampa. Dengan musik baik secara langsung maupun tidak langsung akan sangat membantu remaja dalam menyelesaikan masalah.
Mengacu pada semangat/spirit Bunda Elisabeth Gruyters, Tarakanita ikut terlibat dalam pembentukan manusia utuh yang berkarakter atau berkeutamaan dengan nilai–nilai Cc5+ (COMPASSION, Celebration, Competence, Conviction, Creativity, Community, KPKC, Kedisiplinan, Kejujuran).
Dan salah satu nilai yang diambil dari pendidikan karakter yaitu nilai Conviction yang artinya memiliki daya juang dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan hidup. Secara tidak langsung pengaruh musik dalam kehidupan sehari-hari sangatlah melekat. Hal ini membuat peserta didik belajar secara perlahan untuk mengelola emosinya.
Salah satu contoh dari salah satu peserta didik di SMP Sint Carolus. Seorang anak usia 13 tahun, mengalami permasalahan keluarga yang lumayan berat untuk anak seusianya.
Ia mengalami depresi dan meluapkan emosinya dengan menyakiti diri sendiri. Suatu ketika ia mencoba menceritakan dampak negatif akibat masalah yang terjadi. Salah satu solusi, yang saya tawarkan adalah dengan mendengarkan musik sesuai dengan kondisi suasana hati yang sedang ia alami.
Walaupun solusi ini tidak langsung berpengaruh, namun secara perlahan membuat peserta didik tersebut dapat mengatasi masalah dengan lebih tenang, berfikir dengan positif.
Dengan mendengarkan musik, hal-hal yang negatif akan berubah menjadi hal yang positif. Dengan musik, seseorang mampu mengekspresikan diri dengan bebas. Musik dapat menghibur, musik adalah teman “curhat” atau ungkapan perasaan mereka.
Selain itu untuk mendengarkan musik tidak membutuhkan tempat yang mewah, biaya yang banyak, maupun waktu yang banyak. Hanya membutuhkan suasana tenang untuk mendengarkan dan menikmatinya, dengan begitu musik dapat mengembalikan suasana hati bagi pendengarnya.
Penulis adalah Guru SMP Sint Carolus Tarakanita Bengkulu
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Mohammad. (2014) .Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Bumi Angkasa. Bassano, Mary. (2015).Terapi Musik & Warna.Yogyakarta : Araska
Djohan. (2006). Terapi Musik, Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Galangpress.
Ekman, Paul. (2013). Membaca Emosi Orang. Jogyakarta : Think Jogyakarta
Jamalus. (1988). Pengajaran Musik Melalui Pengalaman Musik. Jakarta: Proyek Pengadaan Buku Sekolah Bagi Guru.
Ratnasari, Beata. (2016) Peran Musik Dalam Ekspresi Emosional Remaja Ketika Menghadapi Masalah Pada Kehidupan Remaja Kampung Panjangsari Baru Parakan Temanggung. Sendratasik, UNNES.
