Seorang Murid Mengalami Kontraksi Nyaris Melahirkan, Pada Jam Pelajaran Olah raga

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Seorang murid mengeluh sakit perut pada saat jam pelajaran olah raga berlangsung. Oleh gurunya, murid ini dibawa ke ruang UKS. Namun karena mengalami sakit perut hebat, maka para guru memutuskan membawa murid tersebut ke puskesmas.

Sesampai di puskesmas, ternyata sakit yang dialami murid tersebut adalah ontraksi hendak melahirkan. Bahkan murid tersebut sudah mengalami pecah ketuban.

Petugas medis yang menangani di puskesmas menyarankan agar murid tersebut dibawa ke RSUD setempat, karena puskesmas itu mengalami kesulitan membantu persalinan dengan kondisi penyulit.

Murid ini kemudian dibawa ke RSUD Karanganyar, dibantu oleh dokter, dan melahirkan pada Rabu, 7 September 2022. Ini terjadi di Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Pasca melahirkan, murid ini dan bayinya berada dalam kondisi baik dan sang murid, telah mengakui bahwa ayah dari bayi ini adalah pacarnya, seorang murid SMA, namun murid dari sekolah yang berbeda.

 Baca juga : Stroke Mulai Mengintai Orang Muda, Bagaimana Mencegahnya?

Berkat bantuan Polsek Jumapolo, keluarga pasangan ini telah dipertemukan, dan mereka sepakat untuk dinikahkan, meskipun usia keduanya belum genap 19 tahun.

Kejadian ini menjadi sorotan tajam bagi stakeholder pendidikan di daerah ini. Anggota Komisi D DPRD Karanganyar, Endang Muryani, seperti dilansir pada laman Tribunnews.com, mengaku prihatin atas peristiwa tersebut.

Menurut Endang, kejadian ini merupakan kecolongan bagi semua pihak. Oleh karena itu harus menjadi tanggung jawab dan koreksi bagi semua pihak tersebut.

Ia menegaskan, sekolah dan orang tua harus ikut bertanggung jawab. Mereka punya andil dalam proses pendidikan anak ini. Oleh karena itu mereka harus mengambil pelajaran dan melakukan koreksi pasca kejadian ini.

Lebih dari itu, kasus ini membuat kita semua bertanya, hubungan seperti apa yang terjalin antara anak perempuan ini dengan orang tuanya, sampai orang tuanya tidak mengetahui bahwa anaknya sedang hamil?

Baca juga : Mengupayakan Kesejahteraan Guru Swasta Tanpa Intervensi Pemerintah, Bisakah?

Pertanyaan yang kurang lebih sama juga kita ajukan untuk sekolah. Mutu interaksi antara guru dengan murid ini seperti apa, sehingga guru sampai tidak mengetahui jika murid ini sedang dalam keadaan hamil?

Inikah tanda-tanda bahwa keluarga dan sekolah kita sedang dilanda oleh krisis kelembagaan yang parah? Atau, apa yang sedang terjadi pada dua lembaga yang penting, bagi perkembangan peradaban kita ini?

Lalu, jika krisis ini benar ada, siapa yang paling bertanggung jawab mengurainya? Apakah ini menjadi tugas pemerintah? Ataukah tugas para pemuka agama?

Atau apakah pemerintah dan pemuka agama perlu duduk bersama untuk mengupayakan pemahaman bersama, untuk kemudian mengambil langkah bersama?

Tampaknya pertanyaan terakhir lebih masuk akal, lantaran kita berhadapan dengan masifnya globalisasi pengaru media informasi, dengan berbagai dampaknya, baik, maupun buruk. Sehingga tidak akan efektif jika dihadapi sendiri-sendiri betapapun hebatnya keduanya.

Foto:solopos.com

 

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga : Seorang Murid Mengalami Kontraksi Nyaris Melahirkan, Pada Jam Pelajaran Olah Raga […]