Hari Pertama : Aksi Nyata P5 Spensa One Heart Kurikulum Merdeka

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Setelah melewati beberapa kali pertemuan P5 di kelas, hari ini SMP Negeri 1 Larantuka, melakukan aksi nyata yaitu siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil, menghasilkan karya berupa poster kampanye sampah.

Hari ini kelompok-kelompok kecil yang sudah dipersiapkan untuk presentasi kampanye sampah ini diterjunkan ke lapangan. Mereka menemui bapak/ibu guru, melakukan presentasi singkat dan ternyata mereka mampu menjawab feedback/pertanyaan dari bapak/ibu guru.

Banyak hal baik yang kita bisa petik dari aksi nyata ini. Pembentukan mental siswa semakin lebih dipersiapkan secara dini. aktivitas literasi mereka mulai dikembangkan, publik speaking, berani dan Bertanggung jawab atas tugas kelompok yang telah dipercayakan.

Setelah mereka melakukan presentasi di beberapa titik (ruangan kepala sekolah, ruangan guru, ruangan kesiswaan, ruangan kurikulum, ruangan tata usaha), mereka melanjutkan dengan melakukan operasi semut.

Baca juga : Stroke Mulai Mengintai Orang Muda, Bagaimana Mencegahnya?

Memungut sampah yang ada disekitar lingkungan sekolah. Memisahkan jenis sampah organik dan anorganik.

Sampah organik berupa kayu, ranting pohon, daun kering, akan ditempatkan pada satu tempat. Memang jenis sampah ini  kadang sulit diolah sehingga hanya bisa dibakar. Ada rencana kedepan untuk dijadikan pupuk kompos (P5 tahun berikutnya).

Sementara sampah anorganik seperti tas plastik, styrofoam, kaleng kemasan, botol plastik, dan lainnya disimpan dalam karung plastik yang sudah disediakan. Selanjutnya akan diolah menjadi tempat sampah dari botol plastik yang menjadi produk dari P5 Spensa One Heart semester ini.

Selaku koordinator P5 kelompok 1 tentang pengolahan sampah, merasa lebih bersemangat melihat antusias anak-anak Spensa One Heart dalam dua aksi nyata yang dilakukan hari ini, kampanye sampah dan aksi memungut sampah dan memisahkan sampah organik dan anorganik.

Ini hal baik dan berharap kedepannya akan menjadi budaya sekolah dan bersifat wajib diterapkan setiap minggu. Ternyata Kurikulum Merdeka banyak menyimpan  praktek baik. Sederhana namun manfaatnya langsung dirasakan oleh banyak orang. Lebih memacu lembaga untuk terus giat karena terprogram secara formal dan bersifat wajib untuk dilaksanakan. Lebih teratur dan terarah.

Terima kasih banyak nara sumber hebat, Bapak Fransiskus Xaverius Berek, M.Pd Frans Berek untuk materi IKM di sekolah kami.

Terima kasih banyak bapak Kepala sekolah, bapak/ibu wakil kepala sekolah untuk semua dukungannya.

Terima kasih banyak untuk bapak/ibu guru komunitas P5 kelompok 1 tentang Pengolahan Sampah yang hari ini telah berperan aktif.

Apa kelanjutan aksi nyata P5 hari kedua?

Baca juga : Mengupayakan Kesejahteraan Guru Swasta Tanpa Intervensi Pemerintah, Bisakah?

Apakah ke pasar baru, melakukan kampanye sampah dan aksi bersih-bersih sampah di pasar baru?

Jangan kepo dulu…

Tunggu tanggal mainnya…

Tunggul aksi kami yang lebih seru lagi…

Penulis adalah Koordinator Kelompok 1 P5 (Pengolahan Sampah)

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments