Teaching Factory Membantu Meningkatkan Minat Berwirausaha Siswa

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Menjadi pengusaha muda, sukses, siapa yang tidak menginginkannya? Peluang usaha terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin memulai dan mengembangkannya.

Apalagi saat ini bisnis dapat dilakukan secara online, cukup dengan modal handphone dan internet sudah bisa membuka usaha sendiri dan dapat dilakukan dari dalam rumah.

Banyak yang beranggapan untuk menjadi pengusaha membutuhkan modal uang yang banyak dan berbagai urusan administrasi yang merepotkan, banyak lagi yang harus disiapkan untuk menjadi pengusaha.

Memang benar tetapi yang penting adalah bagaimana cara seseorang meraih sesuatu dengan strategi yang dapat dilakukannya.

Menjadi wirausaha menjadi impian banyak orang. Namun, keputusan untuk menjadi wirasuaha membutuhkan keberanian. Hal tersebut tidak mudah untuk melakukannya. Tidak mudah seorang siswa tamat SMK berani memutuskan menjadi wirausaha.

Bagaimana SMK mengembangkan minat wirausaha pada siswa? Seyogyanya SMK mampu mencetak lulusan yang siap kerja, siap berwirausaha. Namun tidak semua siswa SMK siap memasuki dunia kerja dan berwirausaha.

Baca juga : Pengurangan Jam Mengajar Pada Kurikulum Merdeka, Bagaimana Nasib Sertifikasi Guru?

Padahal, mereka telah dipersiapkan dengan berbagai kegiatan seperti program magang, ada mata pelajaran kewirausahaan, ada kegatan pemasaran produk di setiap program keahlian masing-masing.

Upaya yang dilakukan sekolah dalam menumbuhkembangkan minat berwirausaha yaitu dengan adanya kegiatan intrakurikuler yang terdapat dalam kurikulum sekolah.

Di dalam kegiatan intrakurikuler upaya sekolah dalam mengembangkan jiwa wirausaha dapat dilaksanakan dengan adanya program sekolah seperti unit produksi yang dapat mengembangkan minat wirausaha siswa.

Teaching factory merupakan salah satu program pemerintah bagi Sekolah Kejuruan untuk meningkatkan hasil produksi sekolah. Di seluruh Indonesia, program Teaching Factory baru dilaksanakan pada tahun 2016.

Seluruh sekolah SMKN menyambut baik program ini karena sangat memberi pengaruh positif bagi siswa dan guru.

Teaching factory sebagai salah satu strategi pembelajaran memiliki beberapa tujuan. Dalam makalah yang dipublikasikan American Society for Engineering Education Annual Conference and Exposition, Alptekin, et al (2001:1) menyatakan bahwa tujuan teaching factory ialah: menghasilkan lulusan yang profesional di bidangnya, mengembangkan kurikulum yang fokus pada konsep modern.

Baca juga : Nasehat Untuk Anak Masihkah Diperlukan?

Dalam roadmap pengembangan SMK 2010-2014 (Direktorat PSMK: 2009), teaching factory digunakan sebagai salah satu model untuk memberdayakan SMK dalam menciptakan lulusan yang berjiwa wirausaha dan memiliki kompetensi keahlian melalui pengembangan kerjasama dengan industri dan entitas bisnis yang relevan.

Selain itu teaching factory bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui wahana belajar sambil berbuat (learning by doing). Pembelajaran dengan pendekatan seperti ini, akan menumbuhkan jiwa entrepreneurship.

Siswa SMK harus memiliki kesiapan mental sebagai modal memulai wirausaha. Kesiapan mental merupakan unsur yang sangat penting karena menentukan langkah keberhasilan selanjutnya. Jika mental sudah siap, maka dapat dipastikan jika masalah datang, dia akan siap menghadapi dan menyelesaikannya.

Latihan kesiapan mental telah dimulai siswa SMK melalui kegiatan magang, praktek kewirausahaan dan kegiatan teaching factory. Melalui teaching factory siswa belajar mengatur keuangan.

Melalui teaching factory siswa memperoleh pengetahuan tentang cara bekerja sama dan membentuk jejaring dengan instansi maupun lembaga lain yang relevan.

Siswa juga melatih kemampuan berkomunikasi, santun, kemampuan membangun hubungan dengan orang lain dan memiliki wawasan mengenai wirausaha melalui teaching factory.

Baca juga : Peran Tutor Sebaya Dalam Pembelajaran Pasca Pandemi

Sebagai pemula, seorang wirausaha perlu belajar dari orang lain. Jangan takut dan malu bertanya dari orang lain yang telah lebih dulu memulai berwirausaha.

Para pakar mengatakan, belajar yang terbaik adalah kepada lingkungan atau kondisi terdekat dengan kita. Jadi kita dapat belajar pada orang yang sudah mengalami problematika berwirausaha.

Salah satu cara mengatasi kesulitan modal dapat dilakukan dengan sering berdiskusi, menggali ide-ide briliant dan inovatif. Seorang pemula dapat memanfaatkan tempat untuk berwirausaha dengan memanfaatkan ruangan di rumah.

Pemula dapat juga mendekati kerabat atau teman yang seide untuk bermodal bersama dalam memulai usaha, gunakan media sosial untuk promosi dan mendapatkan pelanggan, pekerjakan staf dengan sistem bagi hasil bukan gaji bulanan.

Selain itu kita perlu mencari pekerjaan sampingan untuk membantu biaya operasional dan dana talangan.

Kalau orang lain bisa, anda juga tentu bisa. Mulailah dengan tekad menggapai mimpi, diiringi semangat dan keyakinan bisa. Anda pasti bisa, yakin bisa.

Penulis adalah Kepala SMKN 3 Kota Bengkulu

0 0 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga : Teaching Factory Membantu Meningkatkan Minat Berwirausaha Siswa […]