Pesan Abdul Mu’ti dalam Rakornas Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Forum rakornas harusnya menjadi forum yang sangat penting yang menjadi ruang untuk saling mengisi dan menginspirasi. Rapat koordinasi nasional harus menjadi forum konsolidasi yang menghasilkan kerja nyata, bukan sekedar seremoni. Agenda seremonial memang penting, namun tidak boleh terlalu dominan sehingga mengaburkan substansi. 

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti dalam rapat koordinasi nasional Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah, PP Muhammadiyah, yang digelar di Makassar (15/2). Ia mengingatkan, jangan hanya semangat foto-foto dan dibagikan setelah acara tetapi tidak diikuti kerja nyata setelah rakornas.   

Dalam sambutannya, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini mengingatkan bahwa dalam jumlah sekolah dan madrasah Muhammadiyah memang terbesar namun belum mempunyai kualitas terbaik. Oleh karena itu, ia mendorong penguatan kualitas, agar Muhammadiyah tidak hanya unggul dalam jumlah tetapi juga kualitas. 

Oleh karena itu menurutnya pendidikan Muhammadiyah tidak boleh hanya berhenti pada capaian akademik semata, tetapi juga mengembangkan beragam potensi. Pendidikan Muhammadiyah harus melahirkan kader persyarikatan di berbagai bidang, sebagaimana dicita-citakan oleh KH Ahmad Dahlan. 

Baca juga : SD Tarakanita 4 Dapat Medali Perak dalam Santa Angela International Choir 2026

Ia juga menegaskan bahwa dalam hal pengembangan bidang keunggulan, sekolah Muhammadiyah tidak harus seragam. Setiap satuan pendidikan boleh mengembangkan bidang keunggulan yang berbeda-beda, sehingga setiap sekolah memiliki kekhasan masing-masing namun tetap berpijak pada nilai dasar Islam berkemajuan.

Selain itu, dalam paparannya, Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya pendekatan integratif dalam pendidikan Muhammadiyah. Ia menyebutkan, bagaimana matematika memiliki kaitan erat dengan ajaran Islam. Ia mencontohkan perhitungan amal di yaumul hisab hingga ilmu falak dalam penentuan kiblat itu matematika. 

Dengan begitu menurutnya pengajaran di sekolah Muhammadiyah harus mengintegrasikan antara ilmu agama dengan ilmu lainnya dan mengkontekstualkannya. Oleh karena itu, pembelajarannya harus merupakan praktik pembelajaran yang mendalam dan tidak hanya hafalan semata. 

Selain menegaskan pentingnya pendekatan integratif, ia juga menegaskan lembaga pendidikan Muhammadiyah harus menjadi pusat reformasi Islam sebagaimana dicita-citakan oleh Ahmad Dahlan yang bertumpu pada tiga ajaran yakni pemahaman agama yang kontekstual, solusi sosial melalui sekolah yang integratif, serta persatuan umat dan bangsa.  

Baca juga : Kembangkan Bakat Non-Akademik di The Josephian Fest 2026

Oleh karena itu ia mengingatkan agar para pengurus menghindari tiga hal. Pertama, jangan korupsi. Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang tertib administrasi dan akuntabel. Kedua, hindari konflik berkepanjangan, karena akan menguras energi organisasi. Ketiga, jangan kolot. Terus belajar dan melakukan pembaharuan diri. 

Selain itu ia juga mendorong penguatan jejaring nasional dan internasional agar sekolah Muhammadiyah dapat maju bersama. Ia juga mengajak para pengurus untuk mempertahankan dan meningkatkan sekolah yang sudah unggul, sementara sekolah yang masih tertinggal harus diangkat bersama-sama. 

Di akhir arahannya, Abdul Mu’ti mengajak para peserta rakornas untuk memanfaatkan forum rakornas sebagai ajang saling mengasah, memperkuat jejaring dalam melakukan tajdid pendidikan untuk memperkuat peran nyata Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. 

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga : Pesan Abdul Mu’ti dalam Rakornas Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah […]

trackback

[…] Baca juga : Pesan Abdul Mu’ti dalam Rakornas Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah […]