Depoedu.com-Seorang anak yang hadir ke dunia ini memiliki potensi masing-masing yang akan tumbuh dan berkembang jika dipahami dan dibantu orang tuanya untuk memunculkan potensi itu.
Umumnya potensi itu diketahui oran tua setelah usia tiga atau empat tahun tetapi ada juga yang hingga usia dua belas tahun belum diketahui.
Ada banyak orang ayng ahli dibidangnya menujukkan gejala sejak usia balita. Ada juga di usia anak-anak. Ada yang sejak kecil sudah menujukkan kecerdasan yang luar biasa dengan hafalan yang tidak dimiliki oleh semua anak.
Orang tua yang kesehariannya bersama anak turut mempengaruhi terbentunya konsep diri anak, menurut Brian Tracy, konsep diri memiliki tiga bagian utama yaitu:
Self ideal (Diri Ideal)
Komponen dari self cencept yang terdiri dari harapan, mpian, visi, dan idaman. Semua itu sangat berpengaruh pada pembentukan diri yang ideal. Self ideal terbentuk dari kebaikan, nilai-nilai dan sifat-sifat yang paling anda kagumi dari diri maupun dari orang lain yang anda inginkan.
Self idela adalah sososk seperti apa yang paling anda inginkan untuk menjadi diri sendiri dalam bidang kegidupan. Bentuk idela ini akan menuntun anda dalam membentuk perilaku anda.
Self image (Citra Diri)
Bagian ini menunjukkan bagaimana anda membayangkan diri sendiri dan menentukan apa yang ingin dilakukan. Cara pandang seseorang terhadap dirnya sangat mempengaruhi cara bertindak dan berkeinginan.
Baca juga : Teaching Factory Membantu Meningkatkan Minat Berwirausaha Siswa
Semakin baik semakin positif memnadnag diri sendiri maka akan smekain percaay diri semakin ingin meningkatkan diri.
Self Estem
Self estem adalah seberapa besar anda menyukai diri sendiri. Seseorang yang menyukai dirinya ingin membuat dirinya lebih berarti dan diterima oleh orang lain.
Kemampuan menerima diri dipengaruhi oleh bagaimana orang lain memperlakukan dirinya, bagaimana seseorang berpikir, bagaimana seseorang merasa dan bagaimana dia bertingkah.
Konsep diri mulai terbentuk dimulai sejak kecil saat anak belajar dari lingkungannya. Lingkungan yang mendukung pembentukan konsep diri akan sangat menguntungkan perkembangan anak. Empat tahap pembentukan konsep diri anak sebagai berikut:
- Prestasi akademis
- Keberhasilan prestasi
- Konsep diri dan prestasi akademik saling mendukung
- Terdapat variabel yag dapat mempengeruhi konsep diri dan prestasi akademis.
Ciri-ciri anak dengan konsep diri positif:
- Mampu menghargai diri sendiri dengan selalu bergembira bersama teman-temannya.
- Merasa nyaman dengan diri sendiri.
- Mampu menerima tantangan dan mencari solusinya.
- Mampu menerima kekurangan dan kelebihan diri sendiri.
- Memiliki toleransi yang baik terhadap kegagalan.
Tips membangun konsep diri positif pada anak:
Baca juga : Pengurangan Jam Mengajar Pada Kurikulum Merdeka, Bagaimana Nasib Sertifikasi Guru?
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua dalam membentuk konsep diri positif pada anak-anaknya, diantaranya:
- Berikan rasa aman dan nyaman pada anak
- Berikan dukungan dan suasana harmonis di rumah pada anak
- Biasakan berbicara, bersikap santun dan positif.
- Berikan kesempatan anak mengembangkan potensi
- Ajak anak berdoa bersama
Selain sikap positif, ada pula sikap orang tua yang dapat membentuk konsep diri negatif diantaranya:
- Sering meberikan perlakuan dan kalimat negatif pada anak
- Terlalu membatasi aktivitas anak sehingga anak merasa terkurung dan tertindas.
- Sering membentak, memukul, mengancam, membandingkan dengan anak lain
Sebagai konselor sekolah, saya banyak menjumpai konsep diri siswa yang negatif. Setelah ditelusuri, faktor dari luar diri anak yaitu orang tua sering berperilaku negatif.
Bahkan memukul dilengkapi dengan caci maki negatif dengan kata-kata “anak goblok, percuma punya anak seperti kau”, dan lain sebagainya.
Tetapi banyak anak yang selalu tersenym, rajin, memotivasi teman, dan prestasi akademiknya baik. Anak-anak seperti itu sebagain besar berada di lingkungan keluarga yang penuh perhatian dan memahami keadaan anaknya.
Jika kita dapat membentuk konsep diri positif bagi seorang anak, mengapa tidak kita lakukan? Katakan “ya” untuk menjadikan anak-anak kita sebagai anak unggul dengan tidak melakukan sikap-sikap yang dapat membentuk konsep diri negatif.
Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang berpikir dan bersikap positif.
Foto:tribun jabar
