Gerindra: Penutupan Sekolah di Masa Pandemi Tak Perlu Dihebohkan

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Ketua Fraksi Gerindra, Rani Mauliani, merespon pemberitaan media tentang 11 sekolah yang menutup Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dikarenakan adanya guru dan siswa yang terpapar covid-19. Menurut Gerindra, penutupan sekolah tersebut adalah hal yang wajar, tak perlu dihebohkan.

“Sebenarnya sih tutupnya sekolah tersebut bukan sesuati yang perlu dihebohkan berlebihan ya menurut saya, karena memang prosedurnya seperti itu, apalagi ini bagian dari resiko di masa pandemi, bila ada laporan kasus memang seharusnya ditutup sementara untuk proses tracing, testing, dan treatment,” tegasnya.

Rani mengatakan keputusan melaksanakan PTM memang masih dilematis. Hal ini dikarenakan oleh banyaknya orang tua dan juga siswa itu sendiri yang merasa kawatir dengan situasi pandemi ini.

Meski demikian, Rani juga menyampaikan rasa optimisnya dikarenakan oleh berkurang dan rendahnya kasus covid-19 di sekolah. Agar itu terus berlanjut, maka diperlukan prokes dan evaluasi secara berkala.

Baca Juga: Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Belajar Tak Terbatas

“Memang dilema persoalan PTM ini karena anak-anak bahagia ketika dapat bersekolah secara langsung tetapi, memang resiko akan paparan Covid ini masih membuat para orang tua gelisah.” Jelas Rani.

“So far PTM tetap 100 % karena kan memang dari sekolah yang sudah melaksanakan PTM, yang sudah terjadi kasusnya hanya masih kecil prosentasenya. Insyallah sekolah masih bisa aman dilaksanakan. Mau 25%, 50% maupun 100% kan tidak menjamin tidak terpapar. Selama prokes diperketat dan terus evaluasi berkala jadi hal yang utama,” tuturnya.

Sebelumnya, sejumlah siswa dan guru di sekolah Jakarta terpapar Corona. Imbasnya, 11 sekolah menyetop sementara pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Sejauh ini sekolah yang ditutup sementara tersebar di kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Total ada 13 siswa dan guru yang kena Corona, satu di antaranya suspek Omicron.

Baca Juga: Pendidikan Di Masa Pandemi: Kerja Kolaboratif, Inovatif, Dan Kreatif

Berikut daftar sekolah di Jaktim dan Jaksel yang ditutup sementara:

Jakarta Timur:

  1. SMAN 71 (1 siswa)
  2. SMK Malaka (1 siswa)
  3. SMPN 252 (1 siswa)
  4. SMPN 62 (1 guru)
  5. SDN 01 Jati (1 siswa)
  6. SMA Pelita 3 (1 siswa).

Jakarta Selatan

  1. SMP Labschool (1 siswa) Sekolah ditutup sementara pada 7 Januari 2022-12 Januari 2022. Pembelajaran sementara secara daring (PJJ)
  2. SMP Islam Andalus (1 siswa OTG) Sekolah ditutup 11 Januari-17 Januari 2022. Pembelajaran diganti dengan Belajar dari Rumah (BDR)
  3. SMA Labschool (guru 1 orang dan 2 siswa) Sekolah ditutup 11 Januari-17 Januari 2022
  4. SMK Asisi (1 siswa) Sekolah ditutup 10 Januari-14 Januari 2022. Pembelajaran diubah menjadi daring
  5. SMP Azhari Islamic School Rasuna (1 siswa) Sekolah ditutup 11 Januari-17 Januari 2022. Pembelajaran dilakukan secara daring.

Foto: news.detik.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of