Hormon Endorfin dan Kebahagiaan Manusia

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Hormon merupakan zat kimia yang diproduksi oleh sistem endoktrin dalam tubuh, dan berfungsi untuk membantu mengendalikan hampir semua fungsi tubuh, seperti fungsi pertumbuhan, metabolisme, hingga kerja berbagai sistem organ, termasuk organ reproduksi.

Salah satu hormon penting yang diproduksi oleh sistem endoktrin adalah hormon endorfin. Para ahli menemukan bahwa hormon endorfin adalah zat kimia seperti morfin yang diproduksi secara alamiah oleh kelenjar pituari dan sistem syaraf pusat manusia.

Seperti morfin, produksi hormon ini pada tubuh dapat menimbulkan perasaan nyaman, bersemangat, bahkan bahagia. Oleh karena itu, para ahli menyebut hormon endorfin sebagai hormon kebahagiaan.

Temuan ini memberi harapan untuk mengenali faktor yang dapat memicu produksi hormon endorfin. Pertanyaan pentingnya adalah bagaimana hormon endorfin dapat terus diproduksi oleh tubuh? Selanjutnya tulisan ini berusaha membahas jawaban pertanyaan tersebut.

  1. Biasakan cara berpikir positif

Segala sesuatu memiliki dua sisi, sisi positif dan sisi negatif. Biasakan diri untuk berpikir positif saja, sehingga muncul perasaan positif pula.

Baca Juga : 7 Cara Membuat Diri Lebih Bermotivasi Positif Setiap Hari

Jika pikiran dan perasaan kita positif, maka tubuh kita akan menghasilkan lebih banyak hormon endorfin, atau dengan demikian lebih banyak kebahagiaan.

Sebaliknya jika pikiran kita negatif, akan muncul pula perasaaan negatif seperti marah, kesal, atau menyesal, dan akan menghasilkan berbagai emosi negatif yang menggerogoti kesehatan baik fisik maupun mental. Ini membuat seseorang cenderng menjadi loyo dan sakit-sakitan.

  1. Biasakan pelihara emosi positif

Biasakan pelihara emosi positif seperti optimis, gembira, antusias, cinta dalam mengerjakan segala sesuatu. Emosi positif menyebabkan lebih banyak hormon endorfin, yang berarti lebih banyak kebahagiaan.

Buang semua emosi negatif seperti marah, dendam, takut, sedih, iri hati, merasa dijadikan korban yang membuat hidup jadi tidak bahagia.

  1. Biasakan melakukan kebaikan

Melakukan kebaikan akan memicu munculnya hormon endorfin semakin sering dan berarti akan semakin banyak kebahagiaan yang dialami.

Baca Juga : Penelitian Membuktikan Bahwa Anak Yang Sukses, Mempunyai Ibu Yang Bahagia

Akibat dari melakukan kebikan adalah semakin positif karena merasa diri berharga dan bernilai. Karena pada dasarnya manusia hidup adalah untuk menebarkan kebaikan dan membuat hidup jadi lebih bermakna.

Itulah tiga kebiasaan untuk memicu munculnya hormon kebahagiaan. Namun lebih dari itu, membiasakan cara berpikir positif, memelihara emosi positif dan melakukan kebaikan pun sekaligus menjadi hormon kesehatan.

Kenapa? Karena hormon endorfin dapat pula memperkuat daya tahan tubuh. Maka teruslah berpikir, positif, teruslah memelihara emosi positif dan melakukan tindakan baik sesering mungkin.

Uraian inipun sekaligus hendak menggambarkan bahwa kebahagiaan kita tidak terletak di luar. Ia tidak dapat dicari di diskotik, di tempat-tempat hiburan, kebahagiaan juga tidak melekat pada barang-barang mewah tapi pada cara berpikir kita, pada hati dan pilihan untuk melakukan kebaikan terus-menerus.

Maka berhentilah mencari kebahagiaan di luar dirimu. Mulailah berpikir positif, mulailah memelihara emosi positif, dan mulailah perbanyak melakukan kebaikan, maka kebahagiaan akan selalu terpancar dari wajahmu.

Foto:womantalk.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of