Empat Tips Optimalisasi Kerja Otak Kanan dan Kiri pada Anak

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Otak merupakan organ vital dan kompleks yang mengontrol semua sistem tubuh manusia, mulai dari pikiran, ingatan, ucapan, perasaan, penglihatan, pendengaran, gerakan lengan dan kaki, hingga fungsi organ lainnya di dalam tubuh.

Bagian dari sistem saraf ini terdiri dari 100 miliar neuron atau sel otak dengan berat mencapai 3 pon atau setara dengan 1,3 kg pada orang dewasa.

Jika kita  melihat anatomi otak lebih jauh, organ ini terbagi menjadi dua bagian, atau yang disebut dengan hemisfer otak. Secara umum, otak sisi kanan atau hemisfer kanan mengendalikan sisi kiri tubuh Anda dan otak sisi kiri atau hemisfer kiri mengendalikan sisi kanan tubuh Anda.

Otak anak tumbuh cepat selama 3 tahun pertama usianya. Selama periode kritis pertumbuhan otak ini, jalur saraf tumbuh di dalam otak. Nantinya akan terbentuk dasar kemampuan neurologikal yang akan anak gunakan seumur hidupnya. Orang tua bisa membantu meningkatkan perkembangan otak kanan dan kiri anak dengan  berbagai cara.

Meskipun kedua bagian otak manusia tampak mirip, tetapi fungsinya berbeda. Perbedaan fungsi otak kanan dan otak kiri ini pertama kali diungkapkan oleh pemenang Nobel Prize, Roger W. Sperry, lewat penelitiannya pada tahun 1960-an. Lebih lanjut, berikut adalah perbedaan fungsi kedua bagian otak tersebut.

Pada kebanyakan orang, belahan otak kiri memiliki fungsi untuk mengatur bahasa, penalaran, dan kemampuan berbicara. Bagian otak ini kerap dikatikan dengan hal-hal logis, fakta, angka-angka (matematika), hingga analisis.

Oleh karena itu, anak-anak yang berotak kiri disebut cenderung lebih kuantitatif dan analitis. Golongan anak ini diyakini lebih memperhatikan hal detail dan berpikir menggunakan logika.

Baca Juga : Manfaat Dongeng Bagi Perkembangan Kepribadian Anak

Sementara itu, otak sisi kanan memainkan peran besar dalam menafsirkan informasi visual dan spasial. Sebagai contoh, sisi otak kanan anak terlibat saat anak mampu memberikan petunjuk.

Bagian otak kanan ini pun umumnya terkait dengan imajinasi, seni, kreativitas, mengekspresikan emosi, pengenalan wajah, dan musik. Oleh karena itu, seseorang anak yang dominan menggunakan otak kanan cenderung menjadi pemikir yang bebas dan kreatif.

Penting untuk diketahui bahwa meskipun otak terbagi menjadi beberapa bagian, selalu terdapat komunikasi yang konstan di antara seluruh bagian otak. Semua bagian otak yang bekerja selaras satu sama lain inilah yang memungkinkan anak bertumbuh dengan baik.

Kedua sisi otak terhubung oleh sekelompok serat saraf yang disebut corpus callosum, yang memungkinkan anak  untuk memproses dan membagi data secara efisien antara berbagai bagian otak.

Apabila kedua sisi otak tidak saling terhubung, maka akan terjadi gangguan dalam proses perpindahan informasi di otak yang akan berdampak pada gangguan kehidupan sehari-hari.

Berikut ini beberapa tips untuk membantu para orang tua dalam optimalisasi kerja otak kanan dan kiri anak antara lain.

Meningkatkan daya ingat dan logika berpikir

Membiasakan anak untuk selalu mengulang membaca pelajaran paling tidak tiga  kali agar kuat tertanam di benaknya. Coba juga mengajak anak bermain tebak-tebakan, maka anak akan terdorong untuk mengingat kembali apa yang barusan dibacanya.

Baca Juga : Waspadai Stress Pada Anak Kecil, Ini Gejala Dan Cara Mengatasinya

Atau sesekali orangtua yang membaca dan anak mendengarnya, kemudian tanya anak kembali beberapa hal yang diingatnya. Bahkan main tebak-tebakan ini bisa dilakukan tiap waktu, sambil makan malam, sambil menonton TV, dalam perjalanan mengantarnya sekolah misalnya.

Meningkatkkan kemampuan bahasa dan komunikasi

Agar perkembangan otak kanan dan kiri anak optimal, anak perlu lingkungan bahasa yang kaya dan responsif. Anak bisa dengan mudah belajar bahasa. Semakin banyak kata yang didengar anak, semakin terjadi koneksi di otaknya.

Anak belajar bahasa dengan mendengarkan kata berulang kali. Itu sebabnya semakin banyak Anda bicara ke anak, semakin baik. Bicara ke anak meningkatkan jumlah kosa-kata dan ia akan mengenali dan perlahan memahaminya.

Meningkatkan Kemampuan konsentrasi

Belajar memperhatikan dan memfokuskan perhatian untuk menyelesaikan tugas adalah kemampuan yang penting. Kemampuan konsentrasi juga perlu dalam memecahkan masalah. Fokus atau konsentrasi merupakan bagian dari kemampuan berpikir yang memungkinkan anak melakukan tugas tanpa menundanya.

Fokus juga berkaitan dengan bagaimana anak  menjaga perhatiannya pada sesuatu sampai hal tersebut selesai. Dengan memiliki fokus kemampuan otan anak akan berkembang.

Alat peraga dan optimisasi panca indera.

Alat peraga merupakan alat bantu yang sangat bagus untuk membuat ingatan anak-anak yang kuat serta mudah mencerna daya analogi-logikanya berjalan. Misalnya menerangkan pembagian, gunakan kerikil atau biji-bijian sehingga anak mudah memecahkan pembagian tersebut.

Contohnya 20 biji jika dibagi 2 maka sama rata setiap bagian. Dengan semakin banyak alat bantu yang bisa disentuh, dilihat, dibaui dan didengarnya maka akan semakin kuat memori anak. Jadi optimalkanlah panca inderanya untuk menciptakan kesan yang kuat pada memorinya.

Foto:m.tribunnews.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of