Depoedu.com-Peta Jalan Pendidikan Indonesia (PJPI) 2025-2045 adalah dokumen strategis nasional yang disusun oleh pemerintah untuk menjadi arah pembangunan pendidikan Indonesia selama dua dekade menuju Indonesia Emas 2045. Dokumen ini diluncurkan oleh kementerian PPN/Bappenas pada tahun 2024 sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia nasional.
PJPI ini merupakan hasil kolaborasi tiga Kementerian yakni Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dan Kementerian Agama. Ketiga Kementerian ini masih berkolaborasi dengan dua mitra, satu mitra Internasional yakni Foreign Affairs and Trade Australia dan satu mitra lokal yaitu Tanoto Foundation.
Harusnya dokumen ini merupakan dokumen penting yang menjadi pedoman dalam perencanaan dan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia. Saya membaca dokumen tersebut dan tertarik ikut mensosialisasikan dokumen tersebut melalui tulisan ini, agar dokumen tersebut dibaca oleh semua stakeholder penting pendidikan.
Lebih dari itu saya berharap dokumen yang disusun dengan menghabiskan anggaran yang tidak sedikit tersebut, dijadikan pedoman dalam pengembangan sumber daya manusia pada umumnya dan pengembangan pendidikan pada khususnya, paling tidak untuk dua dekade ke depan, untuk mengakhiri praktik bongkar pasang kebijakan yang merusak pendidikan.
Uraian berikut tentang visi utama, empat pilar, tahap implementasi, dan arah transformasi pendidikan PJPI 2024-2045. Masih ada dua bagian lain dari dokumen tersebut yang tidak saya sertakan dalam tulisan ini. Saya berharap tulisan ini mendorong Eduers untuk menemukan dokumen tersebut sendiri dan membacanya secara lengkap. Berikut uraiannya.
Visi utama PJPI
Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2025-2045 disusun untuk menjadi pedoman untuk membangun sistem pendidikan yang inklusif, bermutu, relevan dengan kebutuhan zaman, merata di seluruh Indonesia dan menghasilkan manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, kreatif dan kompetitif secara global.
Peta jalan ini diharapkan digunakan sebagai panduan oleh seluruh stakeholder pendidikan untuk mencapai terwujudnya “Generasi Emas 2045” , yaitu generasi yang menjadi penggerak Indonesia sebagai negara maju saat Indonesia mencapai 100 tahun kemerdekaannya.
Baca juga : Jaga Kesehatan Ginjal Dengan Menghindari Konsumsi Jenis Makanan Ini
Empat pilar utama PJPI
Ada empat pilar PJPI 2025-2045 yakni:
- Akses pendidikan yang berkeadilan
Pilar pertama ini berfokus pada pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh warga negara di antaranya adalah wajib belajar 13 tahun, penguatan PAUD, pengembangan mutu pendidikan di daerah 3T dan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
- Mencapai mutu pendidikan holistik dan kontekstual
Kebijakan terkait pengembangan mutu pendidikan holistik dan kontekstual menekankan pada upaya penguatan karakter, upaya pengembangan literasi dan numerasi, pengembangan pembelajaran berbasis proyek, pengembangan kompetensi abad 21 dan profil pelajar Pancasila.
- Relevansi pendidikan dengan dunia kerja dan pembangunan
Kebijakan terkait pilar ini adalah bagaimana agar pendidikan diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan; industri, teknologi, transformasi digital, ekonomi hijau, dan pengembangan STEM. Bidang STEM menjadi menjadi salah satu prioritas karena Indonesia dinilai masih kekurangan lulusan STEM dibandingkan dengan kebutuhan industri masa depan.
- Tata kelola pendidikan yang partisipatif dan akuntabel
Kebijakan yang didorong terkait pilar keempat ini meliputi; penguatan kepemimpinan sekolah, penghormatan pada otonomi pendidik, mendorong proses pengambilan keputusan di lembaga pendidikan berbasis data dan mendorong transparansi dan kolaborasi lintas sektor.
Empat penekanan kebijakan terkait pilar keempat ini, jika sungguh didorong dalam kebijakan pengembangan pendidikan, sangat menjawab kebutuhan hampir semua lembaga pendidikan karena hingga kini banyak masalah yang dialami oleh sekolah berakar pada empat masalah ini.
Tahap Implementasi
Implementasi dari PJPI 2025-2045 dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dari tahun 2025-2035. Ini adalah tahap penguatan fondasi. Sedangkan tahap kedua dari tahun 2036-2045. Ini adalah tahap akselerasi dan daya saing global.
- Tahap I.
Pada tahap implementasi ini fokus utama kebijakan adalah pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas guru, digitalisasi pendidikan, penguatan kurikulum, dan revitalisasi sekolah.
Beberapa agenda penting yang harus dijalankan pada tahap ini adalah wajib belajar 13 tahun, reformasi pendidikan guru, pelatihan guru berbasis teknologi, penguatan literasi dan numerasi, peningkatan kualitas kepemimpinan kepala sekolah.
Baca juga : Kasih yang Sederhana Mampu Menghadirkan Kebahagiaan yang Luar Biasa
- Tahap II
Pada tahap II PJPI akan berfokus pada pendidikan tinggi dan riset, integrasi AI dan teknologi digital, internasionalisasi universitas, pembelajaran sepanjang hayat, serta membagun ekosistem pendidikan yang fleksibel.
Arah transformasi pendidikan
Selain visi, empat pilar dan tahap implementasi, dokumen PJPI juga memuat arah transformasi yang hendak didorong dalam proses pengembangan sumber daya manusia nasional adalah arah transformasi pendidikan yang mencakup penguatan guru, digitalisasi pendidikan, penguatan bahasa Inggris dan STEM serta pendidikan sepanjang hayat.
- Penguatan guru
Dalam proses transformasi pendidikan, dokumen ini memposisikan guru sebagai faktor utama peningkatan mutu pendidikan melalui pelatihan guru berkelanjutan, komunitas belajar digital, peningkatan profesionalisme guru, dan transformasi LPTK.
- Digitalisasi pendidikan
Dalam arah transformasi pendidikan, PJPI menargetkan digitalisasi pendidikan mencakup integrasi AI, Big Data, AR/VR, pembelajaran daring nasional dan asesmen adaptif berbasis teknologi.
- Penguatan bahasa Inggris dan STEM
Dalam implementasi lanjutan PJPI, Bahasa Inggris sangat didorong menjadi mata pelajaran wajib sejak dari sekolah dasar untuk meningkatkan daya saing global peserta didik. Selain pelajaran Bahasa Inggris, penguatan STEM sangat diperlukan untuk memenuhi tuntutan perkembangan teknologi di masa depan.
- Pendidikan sepanjang hayat
Saat ini pendidikan sudah tidak lagi dipandang hanya untuk usia sekolah, melainkan sebagai proses belajar sepanjang hayat. Oleh karena itu, kebijakan yang ikut didorong dalam dokumen PJPI adalah pelatihan modular, sertifikasi kompetensi, dan pusat belajar masyarakat.
Itulah kandungan Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2025-2045. Mudah-mudahan dokumen ini sungguh digunakan untuk memandu pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia pada umumnya dan pengembangan lembaga pendidikan pada khususnya.
Kita berharap kehadiran dokumen PJPI ini, menghentikan praktik bongkar pasang kebijakan pendidikan karena pergantian kekuasaan, yang selama ini merusak sistem pendidikan. Mari bertolak dari Peta Jalan Pendidikan Indonesia ini, kita mulai membangun sistem pendidikan yang berkesinambungan.
Foto: Infobanyumas
