Hindari Tujuh Kebiasaan ini Jika Tidak Ingin Mengalami Kerusakan Otak

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Depoedu.com sering sekali menulis tentang otak. Edisi terakhir tentang otak, diposting tanggal 26 Agustus 2021. Pada edisi tersebut saya menulis, otak adalah pusat kehidupan. Sebagai pusat kehidupan, semua organ tubuh penting seperti jantung dan paru-paru, dapat berfungsi karena digerakkan oleh otak.

Jika ada gangguan pada otak, fungsi organ yang terhubng dengan otak dengan sendirinya terganggu. Oleh karena itu, otak perlu dirawaat, misalnya pada edisi 20 Agustus, tersebut menggambarkan otak dirawat melalui rutinitas menjalani kegiatan seperti jogging,bersepeda, berenang dan meditasi.

Baca Juga: Otak, Organ Penting Yang Perlu Dirawat. Apa Yang Sudah Dilakukan Untuk Merawat Otakmu?

Beda dengan artikel yang sedang Eduers baca ini. Jika artikel sebelumnya menggambarkan kegiatan yang harus dilakukan untuk merawat otak, maka artikel ini menggambarkan hal yang justru harus dihindari karena berdampak buruk pada perkembangan otak.

Berikut ini tujuh hal yang harus dihindari agar Eders, tidak mengalami kerusakan otak seperti dilansir pada laman Portal Jember;

  1. Googling untuk mencari jawaban tentang segala hal

Orang-orang sekarang tidak menggunakan otaknya untuk menyimpan informasi tertentu karena jika sekarang orang memerlukan informasi, tinggal mencarinya di mesin pencarian google.

Kemampuan otak untuk menyimpan informasi dan memproduksi informasi kembali ketika dibutuhkan, kemudian tidak terlatih lebih baik. Sebuah penelitian tentang google effect on memory membuktikan hal tersebut.

Penelitian tersebut membuktikan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kemampuan mengingat lebih sedikit informasi karena mereka tahu bahwa semua jawabanyang mereka perlukan, dapat dicari di Google.

  1. Terlalu banyak nonton reality show

Ilmuan saraf Jepang Dr. Marcia Sirota menyebut acara reality show di televisi adalah asupan sampah bagi otak kita. Sebagai asupan sampah, reality show membuat otak menjadi busuk.

Sirota bahkan mengutip kesimpulan beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kebiasaan menonton TV dalam waktu yang lama, dapat mengubah struktur otak anak. Anak dengan kebiasaan menonton TV memiliki kemampuan verbal yang lebih rendah dan lebih agresif.

  1. Jarang berkomunikasi dengan orang lain

Seperti otot yang membesar, dan menguat karena dirangsang dengan latihan beban, otak pun sama. Perkembangan otak pun dapat terjadi jika otak dirangsang.

Salah satu caranya adalah dengan berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Karena melalui peristiwa komunikasi, kita mengatur pikiran dan perasaan serta mengubahnya dengan kata-kata, lambang dan pada saat yang sama memahami makna serta perasaan lawan komunikasi.

Proses tersbut adalah latihan otak yang baik, yang membuat otak dapat berkembang. Melewatkan komunikasi dengan orang lain adalah melewatkan latihan yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan otak.

  1. Kebiasaan Multitasking

Saat ini banyak orang pada saat yang sama melakukan beberapa pekerjaan secara multitasking sekaligus. Terkait kebiasaan ini, para peneliti di Universitas Stanford menyimpulkan bahwa orang yang dalam bekerja secara multitasking memiliki berbagai masalah yang lebih parah dalam mengingat.

Baca Juga: Apa Saja, Tiga Agenda Penting Untuk Pengembangan Otak?

Penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa orang dengan kebiasaan menyelesaikan tugas satu persatu, pada suatu waktu memiliki kemampuan mengingat lebih baik.

  1. Terlalu banyak asupan kalori

Sebuah studi tahun 2012 menyimpulkan bahwa asupan kalori yang berlebihan secara konsisten dapat meningkatkan kemungkinan gangguan kongnitif atau penurunan memori ringan.

Oleh karena itu, ketika memasuki usia lanjut dianjurkan untuk mengurangi asupan makanan dengan kalori tinggi. Sebaliknya, memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Ini untuk mencegah kemunduran memori otak.

  1. Tidak minum air putih

Secara struktur, otak berisi sel dan jaringan halus yang saling terkoneksi karena cairan. Penelitian mengungkapkan bahwa jika terjadi dehidrasi karena tidak ada asupan air dapat menyebabkan jaringan otak menyusut.

Kondisi dehidrasi tersebut dapat menyebabkan gagalnya fungsi eksekutif pada otak seperti fungsi perencanaan dan pemerosesan visualspasial. Karena fungsi ini merupakan fungsi yang penting maka akan sangat berpengaruh jika terjadi dehidrasi karena kurangnya asupan air.

  1. Tidak cukup tidur

Tidur yang cukup selain dikaitkan dengan siklus berulangnya proses detoks dalam tubuh, tidur juga berkaitan dengan fungsi kognitif dan pertumbuhan sel otak.

Semakin tua peradaban manusia, jam tidur manusia semakin berkurang. Tahun 1900, rata-rata jam tidur mansuia sebanyak 9 jam sehari. Pada tahun 1970, jumlah jam tidur manusia berkurang menjadi 7,5 jam perhari.

Saat ini berdasarkan penelitian terhadap 440.000 disimpulkan bahwa saat ini, jam tidur manusia sekarang tinggal 7 jam perhari.

Baca Juga: Penelitian Harvard Menyimpulkan 7 Cara Parenting Membentuk Otak Anak Menjadi Cerdas

Padahal sebuah studi terbaru menyimpulkan bahwa kurang tidur tidak hanya dapat menurunkan fungsi kognitif manusia, tetapi dapat membunuh sel-sel otak.

Inilah tujuh hal yang harus dihindari untuk mencegah kerusakan otak, karena sebagai organ yang sangat vital, kerusakan otak dapat sangat mengganggu kelangsungan hidup kita.

Foto: liputan6.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of