Lima Strategi Mengajari Pelajaran Matematika bagi Siswa

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Ensiklopedia Indonesia menyebutkan  istilah matematika berasal dari bahasa Yunani “Mathematikos” secara ilmu pasti atau “Mathesis” yang berarti ajaran, pengatahuan abstrak dan deduktif, dimana kesimpulan tidak ditarik berdasarkan pengalaman keinderaan, tetapi atas kesimpulan yang ditarik dari kaidah-kaidah tertentu melalui deduksi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan siswa menganggap matematika adalah mata pelajaran yang sukar dipahami, akan tetapi mereka tidak dapat menghindarinya karena matematika diperlukan dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari.

Matematika sebagai bahan objek yang kajiannya berupa fakta, konsep, operasi, relasi, dan prinsip yang abstrak tetapi harus dipelajari sejak anak-anak. Belajar matematika merupakan suatu bentuk pembelajaran menggunakan bahasa simbol dan membutuhkan penalaran serta pemikiran yang logik dalam pembuktiannya.

Dalam belajar matematika pengalaman belajar yang lalu memegang peranan untuk memahami konsep-konsep baru. Banyak orang bilang bahwa pelajaran matematika itu sangat susah.

Baca Juga: Kegagalan Mengerjakan Satu Soal Matematika Yang Mengubah Hidup Jeff Bezos, Founder Dan CEO Amazon

Dari mulai anak SD, SMP, SMA, bahkan para mahasiswa sering menghindari pelajaran berhitung yang satu ini. Stereotip itu lahir turun-temurun akibat rumus-rumus yang begitu rumit dan membuat orang-orang kesulitan.

Dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya penjumlahan, perkalian, pembagian, dan pengurangan saja matematika digunakan. Banyak juga materi dalam pelajaran matematika yang digunakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Seperti misalnya: aljabar.

Dengan belajar aljabar, anak bisa menghitung laba rugi dengan efektif bahkan tanpa menggunakan kalkulator. Di dalam matematika, anak juga akan belajar cara menghitung peluang. Dengan materi peluang, anak bisa memperkirakan keputusan mana yang seharusnya diambil berdasarkan peluang yang ada.

Terkadang bagian paling sulit dalam matematika adalah tidak adanya pemahaman akan dasar-dasar sebelum berpindah ke soal yang lebih rumit. Hal ini dapat membuat siswa tersesat dan bingung, maka matematika akan terasa seperti tugas berat. Karena itu untuk mempelajari Matematika menjadi satu ilmu yang menarik membutuhkan strategi yang tepat. Lalu, bagaimanakah cara mengajar matematika yang asik sehingga siswa lebih tertarik dan bersemangat? Berikut cara-cara menyenangkan mengajar matematika yang bisa guru praktekan sendiri di kelas maupun di rumah.

Baca Juga: Indonesia Juara Olimpiade Matematika, Tetapi Disebut Darurat Mutu Pengajaran Matematika, Mengapa?

  1. Gunakan Konsep Matematika yang Benar

Cara pertama yang bisa guru lakukan untuk dapat mengajarkan matematika secara efektif kepada anak adalah dengan menggunakan konsep matematika yang benar. Hal ini sangat penting dilakukan karena matematika adalah pelajaran abstrak.

Selain itu, guru juga perlu tahu bahwa menurut tahapan perkembangan psikologi, anak-anak dibawah usia 12 tahun memang pada umumnya belum mampu memahami sesuatu yang bersifat abstrak dengan baik.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menggunakan konsep matematika yang benar saat mengajarkan mata pelajaran ini kepada anak. Hal ini akan memudahkan siswa dalam memahami rumus-rumus ataupun cara berhitung dengan lebih baik.

  1. Menerapkan Metode, Teknik, Model, dan Pendekatan yang Tepat

Selain konsep, guru juga perlu menerapkan metode, model, teknik, dan pendekatan yang benar sebagai salah satu cara mengajarkan matematika yang efektif dan mudah. Tujuan pembelajaran matematika akan mengalami disorientasi jika model, teknik, metode, dan pendekatan yang diterapkan tersebut tidak sejalan dengan materi pelajaran itu sendiri.

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menyelaraskan metode pembelajaran dengan tujuan pemberian materi pelajaran matematika tersebut. Penggunaan model pembelajaran yang melibatkan permainan/ games tertentu bisa menjadi salah satu alternatif yang bisa anda pilih.

Selain itu, penggunaan games dalam pembelajaran matematika akan membuat proses belajar mengajar jadi lebih menyenangkan.

Baca Juga: Cara Mudah Belajar Mencintai Matematika

  1. Buat struktur belajar yang baik

Agar anak dapat termotivasi untuk belajar matematika dengan rajin, maka guru dapat menerapkan pola disiplin, misalnya saja membuat jadwal belajar. Untuk memulai kebiasaan baru yang baik kuncinya hanya satu, yaitu disiplin.

Ketika berada dalam waktu belajar anak harus membuat tidak ada kegiatan lain selain belajar. Sebagai contoh, anak tidak boleh bermain game atau berinternet ria saat belajar.

  1. Beri pujian

Agar anak semangat untuk belajar matematika, maka guru bisa memberikan sesuatu, seperti hadiah atau pujian ketika dia berprestasi. Jangan sering memberikan anak hadiah tanpa ada usaha untuk rajin belajar.

Hal tersebut akan menyebabkan anak Anda manja dan gampang merengek. Anak yang mendapat reward ketika berprestasi pasti akan termotivasi dan akan lebih giat ke depannya. Ketika belajar sudah menjadi kebiasaan tanpa disuruh, lambat laun dia akan menemukan apa arti dan manfaat belajar itu sendiri.

Baca Juga: Kabar Dari Sekolah, Catatan Pendidikan Pada Hari Pendidikan Nasional, Tahun 2021

  1. Beri dukungan

Dukungan mungkin adalah hal sederhana. Meski demikian, dukungan mempunyai pengaruh besar terhadap pola pikir anak. Oleh karena itu, dukunglah apa pun yang anak Anda lakukan dalam meraih cita-citanya.

Jika guru memberikan dukungan penuh pada anak, maka secara alamiah anak akan termotivasi untuk belajar atau mendalami matematika dengan rajin. Selain itu, akan timbul rasa tanggung jawab dalam diri anak sehingga tanpa perlu Anda suruh pun dia akan belajar dengan sendirinya.

Foto: ruangguru.com

0 0 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments