Menggambar Salah Satu Cara Mengatasi Kecemasan Siswa Menghadapi Ujian

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Setiap orang pasti pernah mengalami kecemasan. Penyebabnya bermacam-macam, ada yang disebabkan karena kekuatiran yang berlebihan terhadap situasi tertentu.

Kecemasan dapat dikatakan normal jika seseorang berada pada situasi yang menengangkan misalnya saat harus berpidato, atau saat mengerjakan soal ujian dalam keadaan tidak siap.

Menurut kamus Bahasa Indonesia, cemas berarti tidak tenteram hati karena kuatir. Dalam kamus Psikologi, kecemasan (anxiety) adalah perasaan campuran berisi ketakutan dan keprihatinan mengenai masa-masa mendatang tanpa sebab khusus.

Dampak kecemasan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. Jika kecemasan yang dialami adalah rasa cemas yang normal, maka akan mereda dan hilang dengan sendirinya. Misalnya cemas saat akan ujian akhir semester, maka setelah selesai ujian, kecemasan hilang dengan sendirinya.

Lain lagi jika seseorang mengalami kecemasan yang berlebihan, maka biasanya akan terus menerus cemas tanpa sebab yang jelas. Maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut mengalami gangguan kecemasan.

Baca Juga: Corona Dan Ujian Bagi Pendidikan Kita

Bagi seorang siswa, kecemasan dapat mengganggu aktivitasnya sehari-hari terutama dalam belajar sehingga sulit konsentrasi, kurang percaya diri, tidak dapat mengambil keputusan, sering mengabaikan tugas, gugup ketika menjawab pertanyaan guru saat sedang belajar, tidak berani bergaul dengan teman di luar kelompoknya, suka menyendiri, bahkan menjadi tertutup.

Gejala-gejala tersebut sangat mengganggu perkembangan siswa dalam berinteraksi dengan orang lain, dan pencapaian prestasi akademiknya.

Penyebabnya dapat dikarenakan tuntutan orang tua yang tertalu tinggi dalam pencapaian prestasi sekolah, merasa minder akibat melihat teman-temannya memiliki kelebihan dan tidak mampu bersaing, merasa tidak siap ujian, takut dimarahi (karena biasanya kena marah orang tua jika nilai ujian belum maksimal).

Banyak orang bertanya, mengapa saya bisa mengalami kecemasan? Mengapa cemas saat menghadapi ujian?  Secara pasti belum diketahui penyebabnya, namun ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebabnya.

Seorang ibu yang menjalani kehamilan sering merasa cemas, akan berpengaruh terhadap anak yang dilahirkan. Orang tua yang mudah cemas akan menciptakan lingkungan kecemasan terhadap anaknya.

Baca Juga: Pengembangan Karakter Dalam Pembelajaran Jarak Jauh, Mungkinkah?

Stress berat di keluarga yang berkepanjangan, misalnya orang tua di rumah sering bertengkar bahkan terjadi kekerasan dalam rumah tangga dan perceraian.

Siswa mengalami trauma psikologis di masa kecil, misalnya kebakaran rumah, atau menjadi korban bencana alam.

Tidak siap menghadapi ujian dengan berbagai situasi dan kondisi yang beberapa hal muncul sebagai alasan menghindar. Lupa jadwal ujian, tidak belajar karena beberapa hari lalu mengerjakan tugas lain, sibuk dengan hobby atau aktivitas lain.

Baca Juga: Cahaya Menyeruak Di Tengah Kelam Corona

Penanganan kecemasan normal dapat dilakukan diri sendiri, tetapi pada kecemasan yang berlebihan membutuhkan bantuan ahli therapis atau psikolog. Salah satu cara mengatasi kecemasan yang dialami seorang siswa saat menghadapi  ujian adalah dengan menggambar.

Beberapa riset yang pernah dilakukan oleh para ahli, menggambar dapat mengurangi ketegangan bahkan menciptakan keyakinan pada diri seorang siswa agar tidak  mengkuatirkan sesuatu.

Bagaimana cara menggambar untuk mengatasi kecemasan? Pada selembar kertas putih, minta siswa menggambar dengan menggunakan pensil warna maupun crayon, cat gambar. Gambarkan apa saja sesuai suasana hati.

Baca Juga: Apa Isi Rekomendasi KPAI Terkait Aduan Home Learning Yang Diterima Oleh KPAI?

Jika sudah selesai gambarlah sebuah situasi, pemandangan yang diinginkan. Jika gambar telah selesai, bandingkanlah kedua gambar tersebut dan katakan pada diri sendiri situasi seperti apa yang diinginkan. Kehidupan seperti apa yang ingin dicapai.

Jika siswa membutuhkan pendampingan dapat meminta guru bimbingan dan konseling di sekolah agar membantu, mendengarkan curhat dan mengarahkan untuk menuliskan hal-hal yang dapat dilakukan agar berani menghadapi ujian.

Misalnya setiap pulang sekolah selalu membuat ringkasan materi yang telah dipelajari di sekolah, banyak membaca dan menghafal istilah-sitilah, rumus maupun kata-kata sulit. Jika siswa selalu berpikiran positif maka kecemasan dapat dengan mudah diatasi.

Foto: kesekolah.com 

Sebarkan Artikel Ini:

1
Leave a Reply

avatar
1 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Dika Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Dika
Guest
Dika

Sangat bermanfaat