Ini Cara Pengobatan Covid-19 Menurut Dr. Siti Fadilah, Dokter Ahli Jantung dan Mantan Menteri Kesehatan RI

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Beberapa hari yang lalu saya dikirimi materi oleh teman, yang kemudian saya tulis menjadi tulisan ini. Kata teman tersebut, publik sudah terlanjur memiliki persepsi yang seram tentang covid-19. Persepsi ini sangat berpengaruh, sehingga ketika terpapar covid-19, orang dilanda kecemasan, bahkan ketakutan.

Rasa cemas dan takut, dalam banyak kasus, sering membuat gamang dan memperparah sakit yang diderita. Ditambah lagi, sebagai wabah yang baru, kata teman tersebut jika terpapar, dunia kedokteran belum sepenuhnya memahami wabah ini, juga tentang bagaimana cara pengobatannya.

Apalagi sejak Februari 2019, terus bermunculan kasus baru dan hari-hari ini, jumlah kasus baru cenderung terus bertambah. Bahkan hari ini (9/1/2021) ada tambahan 10.846 kasus baru, sehingga total kasus secara nasional menjadi 818.386 kasus positif Corona. Dari jumlah tersebut, jumlah orang yang meninggal hingga hari ini menjadi 23.947 orang.

Data seperti ini menurut teman saya tersebut, membuat banyak orang panik ketika hasil tes-nya menyatakan telah positif terpapar covid-19. Padahal menurut Doktor Siti Fadilah Supari, covid-19 hanyalah sejenis flu.

Baca Juga: Tiga Kriteria Bagi Pembukaan Pembelajaran Tatap Muka Semester Dua 2021

Oleh karena itu, ia meminta saya menulis ulang materi tersebut, untuk pembaca Depoedu.com. Mudah-mudahan membantu pembaca menghadapi pandemi covid-19.

Menurut Dr. Siti Fadilah, pertama kita harus tahu bahwa batuk, radang tenggorokan, sesak nafas, dalam kasus covid-19, bukanlah penyakit utama. batuk, radang tenggorokan, hanya merupakan reaksi perlawanan tubuh terhadap infeksi.

Menurut mantan Menteri Kesehatan tersebut, biasanya kandungan obat untuk menyembuhkan sebuah penyakit, dibuat berkaitan dengan sejumlah gejala yang muncul dari penyakit tersebut. Kalau kita beli obat flu isinya adalah pereda nyeri tenggorokan, pereda batuk kering, pereda demam dan pengencer dahak.

Maka jangan bingung jika covid-19 belum ada obatnya. Katakanlah covid-19 gejala sakitnya adalah radang tenggorokan, batuk kering, demam dan sesak nafas, maka pengobatannya adalah:

Baca Juga: Mengenal Makna Zona Hijau Dalam Proses Pembelajaran

Pertama, istirahat total. Ini wajib pada semua jenis flu, karena pada saaat itu, virus sedang dilawan oleh antibodi. Benar-benar istirahat hingga fit, bukan hanya sampai badan terasa enakan. Harus sampai fit. Bisa hingga tujuh hari.

Dua, suplai vitamin dengan dosis dobel. Kalau saya biasanya saat terkena flu minum pharmaton vit 2 kali sehari, Ester C 1000 mg 2 kali sehari, madu 5 sendok, Habbats cair 5 kapsul, dan zaitun 3 sendok.

Tiga, jika sesak nafas (semua flu yang menyerang manusia memang menyebabkan atau dibarengi sesak nafas). Jadi tidak usah heran kalau pada covid-19 terdapat gejala sesak nafas, karena semua flu memang begitu.

Jika sesak nafas, pengobatan yang mujarab adalah dengan alat uap nebulizer, ditambah obat ventolin cair, dan cairan infus. Di-uap sehari 3 kali sampai sesak nafas bisa hilang. Biasanya 1-3 hari sesak nafas bisa hilang, jika kondisi tubuh semakin membaik.

Jika batuk ada dahaknya, dengan diuapi, batuknya ikut sembuh. Masalahnya, dahak akan keluar banyak, pasti membuat iritasi tenggorokan, sehingga tenggorokan sakit.

Empat, sakit tenggorokan diobati dengan metyl predynoasolon dan pereda nyerinya asam maFenamat, biasanya 1-3 kali minum sudah sembuh.

Lima, kalau ada demam, turunkan panasnya dengan parasetamol. Perlu diingat demam di sini berhubungan dengan infeksi, biasanya infeksi tenggorokan atau radang tenggorokan. Kalau tidak ada radang tenggorokan yang parah, biasanya tidak akan ada demam.

Enam, hindari makan buah yang bergetah seperti melon, nenas, atau semangka. Makan buah jeruk saja. Jeruk itu bagus.

Tujuh, selama pengobatan ini, istirahat total dengan mengisolasi diri. Tidak usah mikiran kerja, tidak usah mikirin lain-lain. Ini akan membantu mempercepat penyembuhan.

Ia menyarankan agar cara penyembuhan ini dipelajari dan dipraktekkan. Lakukan isolasi mandiri di rumah saja. Menurut mantan mentri Kesehatan ini, tidak  perlu dirawat di rumah sakit  kalau cuma sakit flu. Tidak kasihankah dengan para dokter atau pasien sakit berat lainnya?

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of