Guru Menjadi Role Model Pembentukan Karakter Anak Didik

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Tugas seorang guru di sekolah  tidak hanya menjadikan peserta didik tampil  sebagai pribadi yang pintar akademik  tapi juga menjadi role model pembangunan karakter peserta didik di sekolah.

‘’Lembaga ini selalu menanamkan karakter positif dalam diri setiap peserta didik,’’ kata Lanny Maria, Staf Litbang, Sekolah Stella Maris, Bumi Serpong Damai, dalam acara Pengukuhan Gugus Depan gerakan Pramuka, Pangkalan Sekolah Stella Maris, BSD, Rabu 5 Agustus 2020.

Pengukuhan Gudep dilakukan Ketua Kwaran, Ely Suhartini dihadiri semua guru yang merupakan perwakilan dari unit SD, SMP, dan SMA Stella Maris, BSD.  Hadir pula perwakilan dari peserta didik unit SD, SMP dan SMA dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, di tengah masih maraknya wabah Covid-19.

Lanny Maria menyambut baik pengukuhan Gudep ini sebab wadah, ini merupakan sarana efektif pembentukan karakter positif  dalam diri anak di lembaga pendidikan Stella Maris.

Baca Juga : Membingkai Karakter Anak Di Pesta Siaga

‘’Sebagai lembaga berbasis Kristiani mengusung nilai-nilai kepedulian (care), compassion (belas kasih) toleransi, empati, gotong royong sesungguhnya selaras dengan nilai-nilai dalam Dasa Darma Pramuka,’’ kata Lanny Maria, yang mewakili Yayasan Kasih Abadi, Lembaga yang menaungi Sekolah Stella Maris BSD.

Ketua Gugus Depan Stella Maris, Dra. Uning Widyastuti Anastasia mengatakan pendidikan Stella Maris BSD yang mengusung tagline “School of Feature Enterpreneur” ini akan terus menghidupi karakter – karakter positif yang sesuai dengan nafas Kristiani, sehingga menyiapkan anak-anak memiliki karakter baik, membangun gereja bangsa dan negara tericnta.

‘’Sekolah kami mengutamakan pembangunan karakter anak seperti yang digaungkan pemerintah saat ini. Untuk itu melalui gerakan Pramuka di sekolah kami terus mengembangkan hal itu,’’ kata Uning.

Baca Juga : Membingkai Semangat Nasionalisme Melalui Pramuka

Praktik nilai-nilai toleransi yang dikembangkan, meskipun sekolah ini berbasis Katolik, lembaga ini tetap menghargai perbedaan agama yang dianut peserta didik.

Jumat pertama dalam setiap bulan peserta beragama Katolik mengikuti Misa, anak-anak yang beragama non Katolik mendapat pembinaan dari pendampingnya masing – masing  seperti ustad, pendeta, tokoh tokoh agama Konghucu, Hindu dan Budha kita hadirkan untuk pembinaan bagi anak-anak.

Ely Suhartini, Ketua Kwaran Tangerang Selatan ketika membacakan naskah pelantikan atau pengukuhan membacakan kalimat yang menyatakan  kesediaan dalam melakukan programprogram gerekan Pramuka.

Dalam sambutan ia mengatakan, dengan terbentuknya Gudep ini Stella Maris lebih semangat dalam berpramuka. Walaupun selama ini Pramuka telah dilaksanakan di sekolah ini.

Ia mengharapkan pengukuhan ini bisa menghasilkan peserta didik berkepribadian yang baik  dalam kehidupan  setiap hari.

Selain pengukuhan dilengkapi dengan penyerahan berita acara juga penyematan lambang khusus kepada pengurus Gudep Stella Maris.

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of