Istilah-istilah kunci untuk memahami Corona

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Virus Corona yang sekarang ini berpotensi menjadi pandemi dikenal dengan nama resmi COVID-19. Nama COVID-19 merupakan singkatan dari COrona VIrus Disease dan 19 untuk tahun 2019.

Dikatakan sebagai pandemi apabila penyakit baru ini sudah tidak terkontrol dan menyebar melintasi benua, menginfeksi orang –orang di banyak Negara di seluruh dunia. Saat ini COVID-19 belum dianggap sebagai pandemi oleh WHO.

COVID-19, hingga saat ini telah menginfeksi 93.161 orang. Dari jumlah tersebut, korban meninggal mencapai 3.203 orang di seluruh dunia (kompas.com 04/03/2020.

Data menunjukan bahwa sebagian besar pasien yang meninggal adalah mereka yang memiliki kerentanan tinggi seperti para lansia dan mereka yang memiliki komplikasi penyakit lain.

Baca Juga: Siap Siaga Menghadapi Infeksi Coronavirus

Saat ini sudah ada 82 negara, menurut laporan worldmeters.info, yang mengkonfirmasi pasien positif COVID-19 di negaranya. Termasuk 2 pasien di Indonesia.

Data lain juga menunjukkan harapan, bahwa pasien yang dinyatakan sembuh lebih banyak jumlahnya dibandingkan yang meninggal. Total 50.939 orang dinyatakan sembuh dari COVID-19 (kompas.com 04/03/2020).

Untuk memahami COVID-19, berikut beberapa istilah tentang corona yang sering digunakan.

Pertama;  COVID-19 adalah nama penyakit yang disebabkan oleh virus bernama SARS-CoV-2. Nama lengkap virus ini adalah Severe Acute Respiratory Syndrome – Corona Virus-Type 2. Analoginya seperti Virus HIV yang menyebabkan Penyakit AIDS.

Baru-baru ini seorang pasien Warga Negara Jepang setelah pulang berlibur dari Bali dinyatakan positif terinfeksi SARS-COV-2 namun negatif COVID-19 (kompas.com 29/02/2020.

Penyakit lain yang disebabkan oleh virus corona adalah SARS  yang menjangkit pada tahun 2003. SARS disebabkan oleh virus bernama SARS -rCoV. (Severe Acute Respiratory Syndrome – related  Corona Virus)

Menurut WHO, jumlah korban SARS saat itu adalah 8.098 kasus di 26 negara. Dengan jumlah korban tewas 774 orang (kompas.com 03/02/2020).

Selain COVID-19 dan SARS, virus corona juga menyebabkan penyakit MERS (Middel East Respiratory Syndrome). Nama virusnya adalah MERS-CoV.

Baca Juga: Coronavirus: Boleh Waspada; Fobia : Jangan!

 Virus yang pertama kali ditemukan pada tahun 2012 di Timur Tengah ini kemudian menyebar hingga 27 negara. Menyebabkan 858 orang meninggal dunia dari total 2.494 orang yang terinfeksi (kumparan.com /10.02.2020).

Kedua; Virus SARS-CoV-2 menular dari manusia ke manusia lain lewat Dorplet. Virus yang ada dalam tubuh seseorang menulari orang lain yang terkena cairan droplet yang keluar saat pembawa virus bersin dan/atau batuk.

Virus ini masuk kedalam tubuh orang sehat lewat hidung atau mulut ketika ia mengusap wajahnya dengan tangan, padahal ditangannya sudah menempel droplet dari penderita. Karenanya sangat disarankan untuk tidak menyentuh wajah jika belum mencuci  tangan.

Untuk mereka yang sedang batuk dan pilek, sangat dianjurkan untuk menggunakan masker dengan baik dan benar untuk mencegah cairan droplet nya mengenai orang lain atau menempel pada benda yang kemudian tanpa sengaja disentuh oleh orang lain.

Baca Juga: Bagaimana Mengenali Gejala Jika Terinfeksi Virus Corona?

Sejauh ini belum ada informasi pasti mengenai selama apa virus ini bertahan pada cairan dorlpet di luar tubuh seseorang. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk tidak menyentuh benda apapun terutama di tempat umum dan sesering mungkin mencuci tangan.

Ketiga; sumber penyakit, apapun jenis virusnya cendrung menjangkit ketika sistem Imunitas tubuh sedang turun. Karena itu sangat dianjurkan untuk tetap menjaga kesehatan dengan meningkatkan daya tahan tubuh.

Istirahat yang cukup, olahraga teratur dan selalu mengkonsumsi makanan bergizi seimbang. Menghentikan sementara kebiasaan merokok juga dianjurkan untuk menangkal virus corona. Bila membutuhkan, konsumsi juga vitamin dan mineral lain dan ramuan herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Baca Juga: Empat cara Mencegah Infeksi Virus Corona

Keempat; Tidak semua orang yang sedang batuk atau pilek, demam atau lebih parah menderita radang paru akut (pneumonia) menderita COVID-19. Jika seseorang menderita batuk dan/atau pilek dan demam dengan riwayat  dari Negara yang mengkonfirmasi warganya positif corona pun belum tentu menderita COVID-19.

Seseorang dikatakan Suspect Corona apabila mengalami demam diatas 38 derajad Celcius. Batuk, pilek atau nyeri tenggorokan dan memiliki riwayat mengunjungi Negara yang terjangkit Corona dalam waktu 14 hari atau kurang; dan/atau pasien yang memiliki riwayat  kontak erat dengan pasien positif COVID-19.

Mereka yang memiliki kontak erat adalah petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, membersihkan ruang perawatan bagi pasien positif COVID-19. Juga mereka yang dalam waktu 14 hari atau kurang melakukan kontak fisik atau dekat dengan seseorang yang kemudian divonis positif COVID-19.

Atau mereka yang menemani dan menunggu pasien di ruangan perawatan, tamu yang mengunjungi pasien dan orang yang tinggal serumah dengan pasien positif COVID-19.

Sementara pasien suspect corona pun belum tentu positif corona. Masih ada proses panjang dan pemeriksaan laboratorium hingga pasien suspects  dinyatakan positif COVID-19

Semoga dengan mengetahui istilah-istilah ini membantu Eduers untuk lebih memahami  Corona Virus 2019 atau COVID-19 ini. Pemahaman ini membantu kita untuk mengambil sikap secara pas untuk menanggapi inveksi penyakit global yang saat ini sudah positif di Indonesia. (Tulisan ini sebelumnya tayang di eposdigi.com. kami tayangkan kembali atas izin dari penulis / Foto: news.trubus.id)

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of