Bersyukur, Berbagi dalam Kasih Kepada Sesama

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Bakti sosial atau lebih dikenal dengan baksos ini merupakan suatu kegiatan wujud dari kepedulian atau rasa kemanusiaan terhadap sesama manusia. Dimana dengan adanya kegiatan ini kita dapat merekatkan rasa kekerabatan kita terhadap orang lain.

Kata sosial didalamnya tercakup perorangan dan kelompok-kelompok. Bakti dapat diartikan sebagai pengikatan (mengikatkan) diri kepada diri atau diri-diri lainnya. Ikatan ini berupa kepedulian, perasaan tanggungjawab terhadap kehidupan sesama. Bakti sosial dapat berarti memberi sesuatu (kepada yang butuh pemberian).

Tujuan Bakti Sosial  mempererat hubungan antara sesama manusia. Memberikan motivasi tentang masyarakat tentang pentingnya kesadaran dalam meningkatkan wawasan. Mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan ketrampilan sebagai sarana aktualisasi diri untuk membantu sesama.

Dalam rangka  mensyukuri rahmad ke-176 karya Suster Sang Timur di dunia.   Komunitas pendidikan  Sang Timur Karang Tengah, melakukan Bakti sosial dan pemeriksaan gratis bagi warga sekitar Karang Tengah hari jumat 7 Februari 2020.

Baca Juga : Tidak Hanya Sekedar Kata-Kata

Dengan mengusung tema ‘ Bersyukur,  Berbagi dalam kasih Kepada Sesama’.  Sejarah terbentuk karya para suster sang Timur  di mulai  pada tanggal 2 Februari 1844 terbentuklah kongregasi “Schwestern vom Armen Kinde Yesus” yang berarti “Para Suster dari Kanak-Kanak Yesus yang miskin”. Bagi Clara Fey, nama tersebut mengungkapkan karya-karya kerasulan kongregasinya, yakni pendidikan Kristiani anak-anak dan kaum muda, terutama mereka yang miskin dan telantar.

Kongregasi yang didirikan itu direstui oleh Sri Paus pada tanggal 12 Mei 1869 sebagai persekutuan religius kepausan. Sekarang kongregasi ini telah tersebar di Jerman, Luxemburg, Belanda, Belgia, Prancis, Inggris, Letlandia, Amerika Serikat, Amerika Latin: Kolombia dan Peru, Austria, Spanyol, Kasachstan dan Indonesia.

Di Indonesia, nama kongregasi tersebut diterjemahkan menjadi “Suster Sang Timur” dan mulai berkarya pada tahun 1932 di Pasuruan, Jawa Timur. Pada tahun 1937 dibuka novisiat bagi putri-putri Indonesia yang terpanggil untuk berbakti melalui karya Kongregasi Suster Sang Timur.

Berkat lindungan Tuhan dan kekuatan Sabda Yesus: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu” (MANETE IN ME), Kongregasi Suster Sang Timur terus mekar dan berkembang dengan didirikannya biara dan sekolah-sekolah di Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI-Banten, DIY, Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur. Di Indonesia berpusat di Malang.

Baca Juga : CFC Peduli Pendidikan SMK di Flores – Larantuka

Semangat persaudaraan, kegembiraan dan kesederhanaan merupakan kultur Sang Timur yang dihayati dalam pelayanan pada anak-anak dan kaum muda yang miskin baik miskin materiil, miskin rohani, dan miskin kasih sayang.

Kepala Sekolah SDK SangTimur  Sr Clarissa PIJ mengatakan, ada dua  kegiatan yang dilakukan hari ini yaitu bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan gratis. Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini , jelas Sr Clarissa PIJ untuk memperertat jalinan komunikasi dengan warga sekitar Karang Tengah .

“Lewat kegiatan ini diharapkan juga anak anak yang bersekolah di Sang Timur kelak memiliki jiwa sosial untuk melayani sesama,” jelasnya.

“Melalui kegiatan berbagi  yang dilakukan oleh anak-anak ini  kiranya dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan psikososial anak  dan mampu melatih emosi anak dan cara berpikirnya,” ungkapnya. Untuk kegiatan  pengobatan gratis, kata Sr Clarissa PIJ , untuk memberikan informasi bagi masyarakat terkait segala hal yang bertujuan pada peningkatan kualitas kesehatan baik itu kesehatan individu maupun masyarakat.

Baca Juga: Peringati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia PAMI NTT Gelar Penyuluhan di Sekolah Dasar

” Tujuan bakti sosial ini untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar sekolah. Peserta acara bakti sosial kesehatan merupakan masyarakat  di  sekitar lingkungan sekolah. Kupon pemeriksaan dan pengobatan gratis telah sebarkan oleh Ketua RW setempat.

Anastasia  ( 50 th) menuturkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat terutama bagi masyarakat seperti kami. Dengan adanya pengobatan dan pemeriksaan gratis ini dapat mengakomodir segala keluhan kesehatan kami.

“Saya merasa senang dengan kegiatan semacam ini karena kami bisa melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Semoga ke depannya, kegiatan semacam ini selalu ada. Dan kalau bisa dilaksanakan secara rutin,” tutur perempuan yang  begitu gembira hari ini.

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of